Inilah Perubahan Cara Bermain yang Belum Bisa Maksimal kala Timnas Indonesia U-19 Menggebuk Myanmar U-19 di Piala AFF U-19 2026

Timnas Indonesia U-19 sukses memulai kiprah di Piala AFF U-19 2026 dengan menggebuk Myanmar U-19 dengan skor 3-0 di Stadion Utama Sumatera Utara, Senin (01/06/2026).

BolaCom | Gatot SumitroDiterbitkan 03 Juni 2026, 15:30 WIB
Pemain Timnas Indonesia U-19, I Putu Panji. (Dok. Timnas Indonesia)

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia U-19 sukses memulai kiprah di Piala AFF U-19 2026 dengan menggebuk Myanmar U-19 dengan skor 3-0 di Stadion Utama Sumatera Utara, Senin (01/06/2026).

I Putu Panji dkk. mendapat perlawanan sengit untuk meraih kemenangan perdana laga di fase Grup A. Tiga gol Timnas Indonesia U-19 dicetak Arkhan Kaka menit ke-38, dan brace Dimas Wicaksono menit 79 dan 87'.

Advertisement

Meski menang, tapi permainan pasukan Nova Arianto ini masih jauh dari sempurna. Apalagi tiga bola yang masuk ke gawang karena kesalahan yang dilakukan para pemain Myanmar U-19 atau bukan hasil skema permainan yang dirancang penggawa Garuda Muda.

Inilah yang membuat Nova Arianto sedikit kecewa dengan performa anak didiknya. "Pertandingan pertama memang sulit, karena pemain masih mencari bentuk permainan dan chemistry," Gusnul Yakin memberikan analisis. 

"Tapi secara keseluruhan permainan Timnas Indonesia U-19 sudah baik, meski belum sempurna. Saya yakin mereka akan lebih bagus lagi ke depannya." 

"Tak apa kita belum bisa cetak gol dari permainan terbuka. Memanfaatkan kesalahan lawan dan bisa cetak gol itu sudah bagus.. Sepak bola memang harus seperti itu," eks pelatih Persibo Bojonegoro ini menambahkan. 

 

 


Puji Kejelian Nova Arianto

Pelatih Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto. (Bola.com/Ana Dewi).

Pengamat sepak bola senior asal Malang ini memuji kejelian Nova Arianto membaca dan mengubah game plan yang tak berjalan baik saat pertandingan masih berjalan.

"Nova Arianto sudah berani melakukan perubahan dari hasil pengamatan permainan pemainnya. Dan, saya salut keputusannya melakukan pergantian pemain sangat tepat. Perubahan itu memperbaiki kinerja tim dan hasil akhir. Jadi Nova Arianto memahami kualitas pemainnya," jelasnya.

Gusnul Yakin pun menyebut pergantian Zinadien Ardyanyah dengan memasukkan Muhammad Isfandyar pada menit ke-32 membuat lini tengah Timnas Indonesia U-19 makin hidup.

Berselang enam menit terjadilah gol yang dicetak Arkhan Kaka. Babak kedua Timnas Indonesia U-19 dapat tekanan masif dari Myanmar U-19.

 

 


Pergantian Pemain

Pemain Timnas Indonesia U-20, Welber Jardim. (dok. PSSI)

Nova Arianto pun menarik keluar Theo Leeming, Reno Salampessy, Nazriel Alvaro, dan yang digantikan Amar Brkic, Dimas Wicaksono, Welber Jardim, dan Irfan Siregar. Substitusi ini membalikkan situasi di mana Timnas Indonesia U-19 ganti menekan lawan.

"Saya amati perubahan mencolok yang dilakukan Nova Arianto adalah proses serangan di sepertiga pertahanan Myanmar U-19. Timnas Indonesia U-19 langsung menusuk di area tengah," kata Gusnul Yakin. 

"Nova Arianto tak menerapkan serangan dari dua sayap lagi. Dia menarik Reno Salampessy karena kurang efektif saat menguasai bola." 

"Begitu pula Theo Leeming yang sulit mengembangkan permainan. Saya yakin setelah evaluasi nanti para pemain akan mampu menjalankan taktik dengan lebih baik lagi," tuturnya. 

Berita Terkait