Bola.com, Jakarta - Timnas Qatar datang ke Piala Dunia 2026 dengan status yang berbeda dibandingkan empat tahun lalu. Jika pada edisi 2022 mereka tampil sebagai tuan rumah, kali ini The Maroons berhasil mengamankan tiket melalui jalur kualifikasi.
Pencapaian tersebut menjadi momen bersejarah bagi sepak bola Qatar. Untuk pertama kalinya, negara Arab tersebut lolos langsung ke putaran final Piala Dunia melalui proses kualifikasi dan bukan karena status penyelenggara.
Keberhasilan itu semakin memperkuat posisi Qatar sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Asia dalam beberapa tahun terakhir. Status juara Asia dua edisi beruntun menjadi bukti perkembangan pesat yang mereka tunjukkan di level internasional.
Kini, tantangan berikutnya menanti di Amerika Utara. Qatar bertekad melangkah lebih jauh dan memburu pencapaian terbaik sepanjang sejarah mereka di panggung Piala Dunia.
Grup B Dinilai Membuka Peluang Qatar
Pada Piala Dunia 2026, Qatar tergabung di Grup B bersama Swiss, Kanada, serta Bosnia dan Herzegovina. Meski tidak mudah, grup tersebut dinilai masih memberikan peluang bagi Qatar untuk bersaing memperebutkan tiket ke fase gugur.
Swiss menjadi lawan dengan pengalaman paling matang. Negara peringkat ke-19 FIFA itu akan menjalani penampilan ke-13 di putaran final Piala Dunia dan selalu lolos ke fase gugur dalam tiga edisi terakhir.
Sementara Bosnia dan Herzegovina datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menciptakan kejutan besar di babak kualifikasi. Tim asal Balkan tersebut berhasil menyingkirkan Italia melalui adu penalti dan kembali tampil di Piala Dunia setelah absen selama 12 tahun.
Di sisi lain, Kanada juga tidak bisa diremehkan meski belum pernah lolos ke fase gugur dalam sejarah partisipasi mereka. Bermain sebagai salah satu tuan rumah membuat Kanada diprediksi memperoleh dukungan besar sepanjang turnamen.
Meski demikian, Qatar memiliki alasan untuk optimistis. Sebagai juara Asia dua kali beruntun, mereka datang dengan pengalaman dan mental bertanding yang jauh lebih matang dibandingkan beberapa tahun lalu.
Target lolos ke babak gugur untuk pertama kalinya pun bukan sesuatu yang mustahil bagi skuad asuhan Julen Lopetegui.
Lopetegui Minta Pemain Menikmati Momen
Pelatih Qatar, Julen Lopetegui, menegaskan bahwa timnya tidak boleh terbebani ekspektasi berlebihan. Menurut pelatih asal Spanyol tersebut, keberhasilan lolos ke Piala Dunia sudah menjadi pencapaian besar yang harus dinikmati seluruh pemain.
"Kami sedang mempersiapkan diri untuk tantangan besar berikutnya, yaitu mencoba tetap kompetitif dalam langkah selanjutnya dari mimpi kami," ujar Lopetegui.
"Satu hal yang tidak boleh kami rasakan adalah tekanan. Kami harus menikmati momen ini karena kami mendapatkan hak untuk berada di sana melalui perjuangan sendiri."
Bagi Lopetegui, Piala Dunia 2026 juga memiliki makna khusus. Setelah gagal memimpin Spanyol di Piala Dunia 2018 akibat kontroversi jelang turnamen, kesempatan ini menjadi debutnya sebagai pelatih kepala di ajang sepak bola terbesar dunia.
Meski menyadari Qatar akan menghadapi lawan-lawan yang secara kualitas berada di atas mereka, mantan pelatih Real Madrid itu menegaskan timnya tetap memiliki ambisi besar.
"Sudah pasti kami akan menghadapi tim-tim yang lebih baik daripada kami dan kami harus menerima kenyataan itu. Namun menerima hal tersebut bukan berarti kami tidak memiliki ambisi untuk bersaing atau bahkan memenangkan pertandingan," katanya.