Digelar di Bandung, 115 Atlet dari Enam Negara Siap Bersaing Diajang 2nd STIGA Table Tennis Asean Club Championship 2026

Digelar di Bandung, 115 Atlet dari Enam Negara Siap Bersaing Diajang 2nd STIGA Table Tennis Asean Club Championship 2026

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 11 Juni 2026, 18:15 WIB
Sebanyak 115 atlet tenis meja dari enam negara Asia ambil bagian dalam ajang 2nd STIGA Table Tennis ASEAN Club Championship 2026 yang berlangsung di Graha Sanusi Universitas Padjadjaran, Bandung, pada 11-13 Juni 2026. (Bola.com/Erwin Snaz)

Bola.com, Jakarta - Sebanyak 115 atlet tenis meja dari enam negara Asia ambil bagian dalam ajang 2nd STIGA Table Tennis ASEAN Club Championship 2026 yang berlangsung di Graha Sanusi Universitas Padjadjaran, Bandung, pada 11-13 Juni 2026.

Turnamen antarklub bergengsi ini menjadi simbol kebangkitan tenis meja dari level akar rumput dengan melibatkan klub-klub terbaik Asia Tenggara.

Advertisement

 

Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Wijaya M. Noeradi, menegaskan bahwa klub merupakan fondasi utama dalam pembinaan atlet.

Menurutnya, kejuaraan antarklub seperti ini sangat penting untuk membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan dan memperkuat pembinaan dari tingkat bawah.

“Pada prinsipnya kami sangat mendukung. Dalam tatanan keolahragaan dan tata kelola olahraga, basis dari setiap cabang olahraga dalam gerakan Olimpiade itu adalah klub,” kata Wijaya usai pembukaan acara.

“Jadi kami sangat mendukung kegiatan ini karena merupakan kejuaraan antarklub, terlebih melibatkan negara-negara ASEAN,” lanjut Wijaya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Yon Mardiyono, menyebut turnamen ini sebagai gerakan nyata komunitas tenis meja untuk menjaga prestasi atlet tetap berkembang di tengah berbagai dinamika organisasi olahraga. Ia juga menyoroti pentingnya mengakhiri dualisme kepengurusan yang dinilai menghambat pembinaan dan prestasi atlet.

Turnamen ini diikuti 14 tim pada kategori Mix Open dari Indonesia, Filipina, Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Singapura. Selain itu, terdapat STIGA Cup U-13 Team Event yang diikuti 11 tim sebagai wadah pembinaan atlet muda.

Kompetisi semakin menarik dengan hadirnya bintang Thailand, Orawan Paranang, serta sejumlah peraih medali SEA Games. Turnamen juga menggunakan format terbaru ITTF dengan sistem Golden Point pada skor 10-10 untuk menentukan pemenang.

"Turnamen 2nd STIGA Table Tennis Asean Club Championship 2026 ini bukan sekadar kompetisi biasa. Bagi kami, ini adalah 'Konferensi Meja Hijau’. Sebuah gerakan nyata dari level akar rumput untuk membuktikan bahwa ketika organisasi formal sedang menghadapi dinamika dan tantangan, gairah dan nadi prestasi tenis meja nasional harus tetap berdetak kencang melalui kemandirian klub-klub kita," tegas Yon Mardiyono

 

 

 


Fakta-fakta

Turnamen tahun ini diikuti oleh 14 tim di kategori utama Mix Open yang berasal dari Filipina (UST Philippines), Thailand (Thonburi University), Vietnam (VietED Team, Hai Duong Team, Mobi - Hoang Chop - Win), Malaysia (Sukma Johor), Singapura (Xiaobaiqiu).

Kemudian tujuh kekuatan tuan rumah Indonesia (Arwana Jaya, SIM Lampung, Sukun Kudus, SCM Lampung, PRG Bali, ONIC Sports, dan Bandung Indonesia).

Selain kelas utama, panitia juga menggelar STIGA Cup U13 Team Event yang naik kelas ke skala internasional dengan total diikuti oleh 11 tim.

Kategori pembinaan usia muda ini mempertemukan 2 klub asal Singapura (Xiaobaiqiu A dan Xiaobaiqiu B) dengan 9 klub pembinaan internal Indonesia (Onic Sport, Sukun Kudus, PRG Bali A, PRG Bali B, ATTA, PTMSI Paser, Arwana Jaya, SIM Lampung, dan SCM Lampung) sebagai investasi talenta muda masa depan.

Tag Terkait

Berita Terkait