Visa Ditolak AS, Harapan Suporter Dukung Pantai Gading dan Senegal di Piala Dunia 2026 Pupus

Visa Ditolak AS, Harapan Suporter Dukung Pantai Gading dan Senegal di Piala Dunia 2026 Pupus

BolaCom | Radifa ArsaDiterbitkan 12 Juni 2026, 11:30 WIB
Visa Amerika Serikat. (Sumber Foto: euractiv.com)

Bola.com, Jakarta - Harapan para pendukung Pantai Gading dan Senegal untuk menyaksikan langsung perjuangan timnya di Piala Dunia 2026 harus pupus setelah permohonan visanya ditolak oleh otoritas Amerika Serikat.

Presiden Komite Nasional Pendukung Pantai Gading (CNSE), Julien Kouadio, merasa sangat kecewa dengan keputusan ini. Sebab, pemerintah AS dianggap tidak bersedia menerima kehadiran para suporter Pantai Gading untuk Piala Dunia 2026.

Advertisement

“Para pendukung telah membatalkan perjalanan karena pemerintah AS tidak ingin melihat pendukung dari negara-negara tertentu, termasuk Pantai Gading, berada di wilayahnya,” kata Julien Kouadio Adonis, dikutip dari AFP.

Ini membuat para fans Pantai Gading membatalkan rencana perjalanan mereka ke Negeri Paman Sam. Menurut Julien, hal itu sangat menyakitkan bagi suporter karena mendukung tim nasional merupakan sebuah tugas suci suporter.

“Amerika Serikat telah jelas kepada kami, mengatakan mereka tidak ingin melihat para pendukung kami. Situasi ini sangat menyakitkan bagi kami karena menghalangi kami untuk memenuhi tugas suci kami, yaitu mendukung tim kami,” lanjut dia.


Senegal Alami Nasib Sama

Para pemain Senegal berpose untuk foto menjelang pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup B zona Afrika antara Senegal dan Mauritania di Stade Abdoulaye Wade, Diamniadio pada 14 Oktober 2025. (Patrick Meinhardt/AFP)

Sementara itu, nasib yang sama juga dialami oleh pendukung Senegal. Ini menjadi kali pertama bagi suporter Senegal tidak hadir di Piala Dunia yang mereka ikuti, setelah sebelumnya selalu hadir pada edisi 2002, 2018, dan 2022.

“Ini adalah kali pertama kami tidak akan mengirimkan delegasi karena pembatasan terkait pemberian visa oleh Amerika Serikat,” ucap Ndeye Dome Thiouf, penasihat komunikasi Kementerian Olahraga Senegal, kepada AFP.

Sebetulnya, pihak Kementerian bahkan sudah mencoba mengirimkan para ketua organisasi pendukung, dengan semua biaya ditanggung oleh negara. Namun, permohonan visa mereka ditolak oleh AS.

“Secara pribadi, saya kecewa. Saya pikir menyelenggarakan Piala Dunia seharusnya tidak menimbulkan begitu banyak masalah,” kata salah satu pentolan suporter Senegal, Pape Mass Gueye.

Meskipun demikian, Pemerintah Senegal akan tetap mendistribusikan sekitar 400 tiket per pertandingan kepada warga Senegal yang saat ini tinggal di AS agar tim berjulukan Singa Teranga itu tetap mendapatkan dukungan di Piala Dunia 2026.


Permasalahan Visa

Ilustrasi Piala Dunia 2026. (Bola.com/Gemini)

Sejak beberapa hari menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026, beberapa kebijakan penolakan visa telah dilakukan otoritas Amerika Serikat yang berstatus sebagai negara tuan rumah utama di kejuaraan ini.

Bahkan, wasit asal Somalia, Omar Artan, juga mendapatkan penolakan untuk masuk ke wilayah AS pada pekan lalu. Tidak hanya itu, sejumlah staf pendukung Timnas Iran juga ditolak untuk masuk ke Negeri Paman Sam.

Dalam ajang ini, Pantai Gading bakal bersaing di Grup E bersama Jerman, Curacao, dan Ekuador. Pada laga pertama, mereka akan terlebih dahulu bersua Ekuador di Lincoln Financial Field, pada 14 Juni 2026.

Sementara itu, Senegal tergabung di Grup I bersama Prancis, Irak, dan Norwegia. Mereka langsung mendapat tantangan berat karena berjumpa Prancis di laga pertama yang berlangsung di MetLIfe Stadium, 16 Juni 2026.

Sumber: AFP


Persaingan di Piala Dunia 2026

Berita Terkait