Legenda ganda putra bulu tangkis Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo, menyaksikan pertandingan laga final Polytron Indonesia Open 2026 antara Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin melawan wakil Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, di Istora Senayan, Jakarta, pada hari Minggu, (7/7/2026). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Ganda putra Indonesia, Nikolaus Joaquin, tak mampu menahan kesedihan setelah takluk dari wakil Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, pada laga final Polytron Indonesia Open 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu, (7/7/2026). Meski gagal meraih gelar juara namun Raymond/Joaquin membuktikan regenerasi sektor ganda putra berjalan. Mereka sukses menembus final level Super 1000 dan menunjukkan kapasitas bersaing di elite dunia. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Mereka sukses mencapai babak final level Super 1000 tersebut sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan pasangan Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin dengan skor akhir 21-13, 18-21, dan 10-21. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Meski gagal merebut gelar juara, pencapaian ini merupakan final perdana yang luar biasa bagi Raymond/Joaquin di turnamen kelas dunia Super 1000. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Suporter memberikan dukungan saat menyaksikan pertandingan laga final Polytron Indonesia Open 2026 antara Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin melawan wakil Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, di Istora Senayan, Jakarta, pada hari Minggu, (7/7/2026). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Legenda ganda putra bulu tangkis Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo, memberikan penghargaan sekaligus semangat kepada Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin setelah meraih posisi runner-up Polytron Indonesia Open 2026 di Istora Senayan, Jakarta, pada hari Minggu, (7/7/2026). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)