Misi Suci Jepang di Piala Dunia 2026; Melangkah Lebih Jauh dari Babak 16 Besar

Samurai Biru kini berada di ambang lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 22 Juni 2026, 17:00 WIB
Meski belum jadi pilihan utama, Kota Takai selalu dipanggil pelatih Hajime Moriyasu ke Timnas Jepang dalam beberapa laga terakhir jika tak mengalami cedera. (AFP/Christophe Archambault)

Bola.com, Jakarta - Sulit rasanya untuk tidak memberikan pujian kepada Jepang. Lebih sulit lagi untuk tidak mengapresiasi sentuhan tangan dingin Hajime Moriyasu.

Samurai Biru kini berada di ambang lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Dua hasil positif pada fase grup membuat peluang mereka melaju ke babak gugur terbuka sangat lebar.

Advertisement

Jepang mengawali kiprahnya di Grup F dengan menahan imbang Belanda 2-2 dalam laga yang nyaris berakhir dengan kemenangan. Setelah itu, mereka tampil luar biasa saat membungkam Tunisia 4-0.

Empat poin yang telah dikumpulkan menempatkan Jepang di posisi kedua klasemen. Mereka memiliki poin yang sama dengan Belanda, tetapi kalah selisih gol setelah De Oranje menang telak 5-1 atas Swedia.

Kini, Jepang hanya membutuhkan hasil imbang saat menghadapi Swedia di Stadion AT&T, Arlington, Texas, Jumat (26/6/2026) dini hari WIB, untuk memastikan tiket ke babak 16 besar. Kemenangan tentu akan menjadi hasil yang lebih sempurna.


Dari Kejutan 2022 Menuju Mimpi yang Lebih Besar

Penyerang Timnas Jepang, Ayase Ueda, yang mencetak dua gol, melambaikan tangan kepada para penggemar di akhir pertandingan sepak bola Piala Dunia 2026 Grup F antara Tunisia dan Jepang di Stadion Monterrey, Guadalupe, Meksiko, pada 20 Juni 2026. (Julio Cesar AGUILAR / AFP)

Jepang bukan lagi tim yang asing di panggung Piala Dunia. Sejak debutnya pada 1998, Samurai Biru selalu berhasil lolos ke putaran final hingga edisi 2026.

Selama periode tersebut, Jepang empat kali menembus babak 16 besar, yakni pada 2002, 2010, 2018, dan 2022.

Namun, penampilan mereka di Piala Dunia 2022 menjadi titik balik yang mengubah cara dunia memandang sepak bola Asia.

Tergabung di Grup E bersama Jerman dan Spanyol, Jepang tampil mengejutkan dengan keluar sebagai juara grup. Mereka mengalahkan Jerman 2-1 pada laga pembuka, sempat kalah 0-1 dari Kosta Rika, lalu kembali membuat sensasi dengan menundukkan Spanyol 2-1.

Perjalanan mereka baru terhenti di babak 16 besar setelah kalah adu penalti dari Kroasia usai bermain imbang 1-1.

Kini, target Jepang jelas bukan sekadar mengulang pencapaian tersebut. Mereka ingin melangkah lebih jauh dan mencatat sejarah baru di Piala Dunia.


Moriyasu Punya Senjata, Swedia Wajib Waspada

Selebrasi pemain Jepang Daichi Kamada saat melawan Tunisia di Piala Dunia 2026 (AFP)

Kepercayaan diri Jepang semakin tinggi karena mereka datang dengan skuad yang matang dan berpengalaman.

Nama-nama seperti Kou Itakura, Hiroki Ito, Takehiro Tomiyasu, Ritsu Doan, hingga Ayase Ueda menjadi tulang punggung tim. Hampir seluruhnya terbiasa bermain di kompetisi elite Eropa sehingga memiliki pengalaman menghadapi tekanan pertandingan besar.

Di bawah arahan Hajime Moriyasu, Jepang tampil disiplin, cepat, dan efektif. Formasi 3-2-4-1 yang menjadi andalannya mampu memadukan keseimbangan antara pertahanan dan serangan.

Pendekatan tersebut membuat permainan Samurai Biru tajam layaknya katana. Belanda dan Tunisia sudah merasakan kualitas itu, sementara Swedia kini wajib meningkatkan kewaspadaan.


Tetap Membumi

Timnas Jepang Vs Timnas Tunisia di Piala Dunia 2026. (Bola.com/Dok.AFP/Julio Cesar AGUILAR).

Meski timnya sedang berada dalam performa terbaik, Moriyasu memilih tetap merendah.

"Kemenangan ini penting, tetapi belum berarti apa-apa," ujar Moriyasu, seperti dikutip Japan Times, setelah kemenangan atas Tunisia.

Bagi pelatih berusia 57 tahun itu, perjalanan Jepang masih panjang. Ia tak ingin para pemain terlena oleh hasil positif yang telah diraih.

"Tujuan kami adalah melaju di turnamen ini selangkah demi selangkah, dan kami akan terus bekerja dengan semangat yang sama," tegasnya.

Sumber: Japan Times

Berita Terkait