Bola.com, Jakarta - Gara-gara komentarnya di media sosial, kakak perempuan Cristiano Ronaldo, Katia Aveiro, dianggap sebagai satu di antara sosok yang menyebabkan perpecahan di internal Timnas Portugal selama Piala Dunia 2026.
Katia Aveiro mendapatkan kecaman karena dianggap mengganggu kekompakan Timnas Portugal akibat komentar toksiknya seusai hasil imbang Portugal kontra Kongo pada laga perdana Grup K dengan skor 1-1.
Dalam hasil imbang itu, Cristiano Ronaldo memang menjadi satu di antara pemain yang mendapatkan kritik luas dari publik. Sebab, kapten Timnas Portugal itu dianggap tak memberi kontribusi berarti di lini serang.
Namun, Katia Aveiro kemudian membuat komentar di media sosial secara terbuka bahwa saudaranya itu tidak dapat disalahkan atas kesulitan yang dialami Portugal pada laga pertamanya di Piala Dunia 2026 tersebut.
Drama Toksik Ganggu Portugal
Mantan pemain Timnas Inggris, Gabby Agbonlahor, menyoroti tingkah laku Katia Aveiro, yang dianggap toksik dan mengganggu hubungan internal Timnas Portugal di Piala Dunia 2026 ini.
Menurut Gabby, tindakan Aveiro tersebut tentu tidak diinginkan oleh Ronaldo. Apalagi, Bruno Fernandes, yang turut disenggol dalam pusaran drama ini juga mengalami kesulitan di laga pertama kontra Kongo.
"Saya tidak suka itu. Itu toksik karena Ronaldo juga tidak akan menginginkan hal itu. Bruno Fernandes itu pemain top, saya rasa Ronaldo kesulitan karena dia bermain di lini tengah sendiri, itulah masalahnya, dia bermain terlalu dalam," kata Agbonlahor.
Sementara itu, Andy Goldstein mendesak pelatih Timnas Portugal, Roberto Martinez, untuk mengambil tindakan drastis terhadap Ronaldo. Sebab, satu di antara GOAT itu menghadapi tekanan yang besar karena rivalnya, Lionel Messi, bisa mencetak hattrick di laga pertama.
"Saya pikir masalahnya adalah Roberto Martinez. Dia harus menunjukkan keberaniannya dan menaruh Ronaldo di bangku cadangan. Dia seharusnya mencetak hattrick melawan Uzbekistan, dan salah satu masalahnya adalah Lionel Messi sudah melakukan itu sehingga tekanannya ada kepada dirinya," ulas Andy Goldstein, broadcaster di Talksport.
Tetap Jadi Starter?
Meski demikian, Agbonlahor masih yakin apabila Martinez bakal tetap memasang pemain berusia 41 tahun itu sebagai starter.
Sebab, jika Ronaldo bisa bersinar menghadapi Uzbekistan, ini bisa menjadi kesempatan bagi Martinez untuk membungkam orang-orang yang selama ini mempertanyakan keputusannya.
"Saya pikir dia akan memainkan Ronaldo sebagai starter karena dia akan melihat pertandingan itu, dan berpikir bahwa dia mungkin bisa mencetak beberapa gol dan orang-orang bisa berhenti mempertanyakan Roberto Martinez," katanya.
"Saya pikir jika itu pertandingan lain yang lebih tangguh, tapo mungkin tidak. Tetapi, Uzbekistan bukanlah tim terhebat," lanjut legenda Aston Villa tersebut.
Keputusan Martinez bakal sangat krusial saat Portugal menghadapi Uzbekistan di NRG Stadium, Houston, Rabu (24-6-2026) pukul 00.00 WIB. Ini jadi partai penentu apakah mereka bisa bersaing lolos ke fase berikutnya.
Komentar Toksik Aveiro
Dalam sebuah unggahan di akun Instagramnya, Aveiro menyoroti rekan-rekan Ronaldo. Skuad A Selecao dinilai menyajikan permainan yang aneh dalam membangun serangan.
"Mereka secara ajaib lupa cara mengoper, cara merebut bola, dan cara melakukan serangan balik. Permainan berubah total menjadi operan ke belakang di lini tengah. Piala Dunia ini aneh. Aneh. Tapi, mari kita melangkah, awal yang salah, akhir yang benar. Sampai akhir," tulis Aveiro.
"Sebagai pendukung negara saya, saya kecewa. Kami tidak bermain dengan baik, tidak ada yang bermain dengan baik. Kami memulai pertandingan dengan baik, tapi itu baru permulaan," lanjutnya.
"Namun, seperti yang selalu saya dengar, awal yang buruk sering kali berujung pada akhir yang baik, jadi mari kita berpikir positif. Hanya mereka yang berada di sana yang melakukan kesalahan. Tidak ada pemain yang tampil bagus, itu bukan tim yang kami harapkan," tambahnya.
Senggol Bruno Fernandes
Aksi yang dilakukan Aveiro tidak hanya berhenti di situ. Dia melanjutkan aksinya dengan menyukai sebuah unggahan yang menuduh Bruno Fernandes bak "menghilang" dalam laga tersebut.
"Bruno Fernandes terlihat seperti pemain yang berbeda saat mengenakan jersey Portugal. Ketika Portugal paling membutuhkan seorang pemimpin, dia sering kali menghilang dan menyerahkan tanggung jawab kepada orang lain."
"Banyak talenta, banyak perhatian media, tapi di mana performa penentu di momen-momen terbesar? Penggemar mengharapkan seorang bintang yang tampil saat tekanan paling tinggi, bukan seseorang yang menghilang saat pertandingan menjadi sulit," begitu bunyi unggahan tersebut.
Sumber: Talksport
Jangan Lewatkan Laporan Eksklusif dari AS