Kualitas Stadion yang Jadi Venue Final Piala Dunia 2026 Banyak Dikritik Pemain Bintang, FIFA Akhirnya Angkat Bicara

Para pemain bintang mengeluhkan kondisi lapangan dan rumput MetLife Stadium yang menjadi salah satu venue Piala Dunia 2026.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 24 Juni 2026, 05:00 WIB
Pemandangan umum (general view) stadion saat matahari terbenam menjelang pertandingan sepak bola Grup A Piala Dunia Antarklub 2025 antara Porto FC dari Portugal dan Al-Ahly dari Mesir di stadion MetLife di East Rutherford, New Jersey, pada tanggal 23 Juni 2025. (CHARLY TRIBALLEAU/AFP)

Bola.com, New Jersey - Para pemain bintang mengeluhkan kondisi lapangan dan rumput MetLife Stadium yang menjadi salah satu venue Piala Dunia 2026. Padahal, stadion ini akan menjadi lokasi penyelenggaraan partai final.

FIFA pun akhirnya angkat bicara mengenai kondisi rumput Stadion MetLife ini setelah para pemain yang berlaga di Piala Dunia 2026 ini mengkritik kualitasnya. Ini sangat krusial mengingat stadion ini masih akan menjadi venue enam laga, termasuk partai final.

Advertisement

Bintang Timnas Brasil, Vinicius Junior, menjadi salah satu pemain yang mengeluhkan kondisi rumput ini. Sebab, ini yang menyebabkan permainan tim Samba menjadi lebih lambat dan tak mampu menjalankan strategi sesuai rencana.

“Karena faktor cuaca dan panas, rumput menjadi cepat kering dan permainan akhirnya berjalan sangat lambat. Kami tidak bisa membangun ritme,” keluh Vinicius Junior setelah hasil imbang Brasil melawan Maroko, dikutip dari Mirror.


Tanggapan Timnas Prancis

Dua bintang Timnas Prancis di Piala Dunia 2026, Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele. (AFP/FRANCK FIFE)

Sementara itu, pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps, mencoba untuk menjelaskan kondisi ini secara lebih diplomatis. Menurut dia, Les Bleus harus bisa menyesuaikan diri dengan kualitas lapangan di Piala Dunia 2026.

“Kami harus terbiasa dengan hal ini. Mungkin ada lapisan semen di bawah rumputnya. Potongan rumput di sini sangat pendek. Namun, kami tetap menyesuaikan diri. Hal ini memang membawa perubahan, tetapi kami selalu memperhitungkan aspek-aspek teknis seperti ini,” kata Deschamps.

Di sisi lain, gelandang Timnas Prancis, Adrien Rabiot, lebih memilih berbicara blak-blakan. Dia menyebut, kondisi lapangan ini menjadi tantangan bagi setiap tim. Namun, dia berharap bisa mendapatkan lapangan yang lebih baik di laga selanjutnya.

“Lapangan itu, saya bahkan tidak tahu apakah layak menyebutnya lapangan. Rasanya lebih seperti lapangan sintetik. Keras dan kaku, tetapi kondisinya sama bagi setiap tim. Anda harus beradaptasi dengan keadaan. Saya berharap kami bisa mendapatkan lapangan yang lebih baik di pertandingan-pertandingan berikutnya,” kata Rabiot.


Tanggapan dari FIFA

Logo FIFA terlihat di dalam stadion setelah pertandingan Final Piala Dunia Antarklub 2025 antara Chelsea dan Paris Saint-Germain di Stadion MetLife pada 13 Juli 2025 di East Rutherford, New Jersey. (Luke Hales/Getty Images via AFP)

Sementara itu, FIFA akhirnya memberikan tanggapan soal keluhan kondisi lapangan MetLife Stadium yang masih akan menggelar enam pertandingan lagi di Piala Dunia 2026. Badan induk sepak bola dunia itu yakin venue ini bisa menjalankan tugasnya dengan baik.

“FIFA telah berinvestasi selama lebih dari lima tahun dalam penelitian, pengujian, dan inovasi yang cermat dan kolaboratif, bekerja sama erat dengan para pakar rumput terkemuka, operator stadion, serta pemangku kepentingan sepak bola demi menghadirkan permukaan lapangan terbaik bagi para pemain,” demikian pernyataan resmi FIFA kepada The Athletic.

“Rumput di seluruh 16 stadion Piala Dunia FIFA 2026 tetap berada dalam kondisi prima, baik dari perspektif kelayakan bermain maupun keselamatan pemain. Meskipun ada komentar terkait tampilan visual di beberapa area lapangan di MetLife Stadium, penilaian dari tim manajemen rumput FIFA menunjukkan bahwa setiap lapangan sehat dan berfungsi sebagaimana mestinya untuk kompetisi elite.”

"Variasi dalam tampilan visual di beberapa permukaan lapangan, baik yang terlihat di televisi maupun secara langsung, tidak serta-merta mencerminkan kualitas, kesehatan, atau kelayakan bermain dari lapangan tersebut.”


Semua Dipastikan Optimal

FIFA memastikan, hasil pemantauan yang dilakukan terhadap seluruh venue Piala Dunia 2026 dipastikan optimal untuk menggelar Piala Dunia 2026. FIFA menegaskan kesiapannya untuk menyediakan venue terbaik di kejuaraan ini.

“Tim manajemen lapangan FIFA melakukan pengujian dan pemantauan ekstensif sebelum setiap pertandingan, termasuk penilaian terhadap tingkat kelembapan, kekerasan, dan kondisi permainan secara keseluruhan,” bunyi statement FIFA.

“Rencana penyiraman disesuaikan dengan kebutuhan spesifik dari setiap venue dan kondisi pada hari pertandingan, dan permukaan lapangan terus dipantau sepanjang turnamen,” lanjut bunyi pernyataan tersebut.

“Lapangan disiram sesuai dengan protokol yang telah ditetapkan sebelum dan selama pertandingan, dengan tingkat kelembapan yang dipantau ketat sepanjang hari. Fokus FIFA tetap pada penyediaan lapangan permainan yang aman, konsisten, dan berkinerja tinggi di semua venue sepanjang Piala Dunia FIFA 2026.”

Sumber: Mirror dan The Athletic

Berita Terkait