Piala Dunia 2026: Rotasi Besar Pochettino Berujung Kekalahan, Amerika Serikat Tumbang 2-3 dari Turki

Amerika Serikat kalah 2-3 dari Turki di Grup D Piala Dunia 2026. Rotasi sembilan pemain, gol penentu Kaan Ayhan lahir pada menit 90+8.

BolaCom | Asad ArifinDiterbitkan 26 Juni 2026, 15:06 WIB
Sebastian Berhalter #14 dari Amerika Serikat mencetak gol kedua timnya selama pertandingan Grup D Piala Dunia 2026 antara Turki dan AS di Stadion Los Angeles pada 26 Juni 2026 di Inglewood, California. (Alex Grimm/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - Amerika Serikat menelan kekalahan 2-3 dari Turki pada matchday ketiga Grup D Piala Dunia 2026. Bertanding di Los Angeles Stadium, Jumat (26/6) pagi WIB, gol Kaan Ayhan pada menit 90+8 memastikan tiga poin untuk Turki.

Laga ini disorot karena keputusan Mauricio Pochettino melakukan rotasi besar setelah USMNT mengamankan tiket ke fase gugur dan posisi puncak Grup D. Sejumlah pemain inti disimpan untuk menjaga kebugaran menuju babak selanjutnya.

Advertisement

Meski sempat unggul lebih dulu melalui Auston Trusty, Amerika Serikat gagal mengunci hasil. Turki bangkit lewat gol Arda Guler, Baris Yilmaz, dan penentu di menit akhir dari Kaan Ayhan untuk menutup pertandingan 3-2.


Skala Rotasi dan Preseden di Piala Dunia

Perayaan gol Turki ketika mengalahkan Amerika Serikat di Piala Dunia 2026 (AFP)

Pochettino melakukan sembilan perubahan pada susunan starter Amerika Serikat dibandingkan laga sebelumnya. Jumlah itu termasuk salah satu rotasi terbesar dalam satu pertandingan Piala Dunia.

Catatan statistik menunjukkan hanya ada tiga kasus dengan perubahan starter lebih banyak dalam satu edisi Piala Dunia dibandingkan sembilan pergantian pemain yang dilakukan Amerika Serikat. Spanyol mengganti 11 pemain saat melawan Arab Saudi pada 2006, Belgia melakukan 10 perubahan kontra Jepang pada 2018, dan Brasil juga mengganti 10 starter ketika menghadapi Korea Selatan pada 2022.

Dalam laga ini, Christian Pulisic, Sergino Dest, Alex Freeman, Folarin Balogun, dan Chris Richards tidak tampil sebagai starter. Pochettino juga mengganti posisi penjaga gawang, memainkan Matt Turner menggantikan Matt Freese. Keputusan tersebut selaras dengan status Amerika Serikat yang sudah memastikan puncak Grup D, memberi menit untuk pelapis, sekaligus menjaga kondisi inti. Absennya Pulisic dan Balogun turut mengubah kreativitas dan ketajaman tim.


Jalannya Laga dan Momen Penentu di Los Angeles

Turki datang tanpa beban setelah dipastikan tersingkir sebelum pertandingan. Tim besutan Vincenzo Montella memanfaatkan perubahan komposisi USMNT dan tampil lebih efektif dalam memaksimalkan peluang.

Amerika Serikat sejatinya membuka harapan ketika Auston Trusty membawa timnya unggul. Namun respons cepat hadir. Arda Guler menyamakan kedudukan, memberi dorongan kepercayaan diri bagi timnya untuk terus menekan.

Situasi berbalik ketika Baris Yilmaz mencetak gol yang membawa Turki memimpin. Upaya Amerika Serikat untuk kembali mengimbangi belum membuahkan hasil, dan pada menit 90+8, Kaan Ayhan menuntaskan perlawanan lewat gol penentu yang memastikan skor akhir 3-2.


Data Pertandingan dan Implikasi untuk 32 Besar

Dari sisi volume, Amerika Serikat lebih banyak melepaskan tembakan: 18 percobaan berbanding sembilan milik Turki. Namun kualitas peluang berpihak pada wakil Eropa itu dengan catatan expected goals (xG) 2,71, unggul atas xG Amerika Serikat yang berada di angka 2,06.

Performa Turki di laga ini juga menandai perubahan penting setelah sebelumnya gagal mencetak gol dari 62 tembakan dalam kekalahan melawan Australia dan Paraguay. Gol penyama dari Arda Guler menjadi pemantik kebangkitan tim asuhan Montella.

Bagi Pochettino, hasil ini menjadi bahan evaluasi jelang babak 32 besar. Rotasi besar memang memberi menit bermain bagi pelapis, namun keseimbangan skuad harus terjaga ketika menghadapi tantangan yang lebih berat di fase gugur. Amerika Serikat tetap melaju sebagai pemuncak Grup D, sementara data pertandingan mengacu pada FotMob.

Berita Terkait