Lionel Messi Tak Berhenti Bikin Gol untuk Argentina di Piala Dunia 2026, Rekan Setimnya Sudah Kehabisan Kata-Kata

Lionel Messi Tak Berhenti Bikin Gol untuk Argentina di Piala Dunia 2026, Rekan Setimnya Sudah Kehabisan Kata-Kata

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 28 Juni 2026, 21:30 WIB
Penyerang Timnas Argentina, Lionel Messi, saat melawan Timnas Yordania di Piala Dunia 2026. (Bola.com/Dok.AFP/Paul ELLIS).

Bola.com, Jakarta - Sihir Lionel Messi masih sangat kuat di pentas Piala Dunia 2026. Ia belum mau berhenti menjadi mesin gol untuk negaranya Argentina.

Timnas Argentina dibawanya menghajar Yordania 3-1 pada laga pamungkas Grup J di Dallas Stadium, Arlington, pada Minggu (27/6/2026) siang WIB. Albiceleste menang melalui gol Giovani Lo Celso (menit 19'), penalti Lautaro Martinez (31'), dan gol cantik dari tendangan bebas Lionel Messi di menit ke-80.

Advertisement

Satu-satunya gol balasan Yordania dihasilkan lewat Mousa Tamari pada menit ke-55 setelah mendapatkan umpan dari Ehsan Haddad. Dengan kemenangan ini, Argentina menutup persaingan Grup J dengan nilai sempurna sembilan dari tiga kemenangan mereka.

Kini, Messi bertengger di urutan teratas daftar top scorer Piala Dunia 2026. Ia mengumpulkan enam gol dari tiga pertandingan di Grup J.

Tambahan satu golnya ke gawang Yordania, juga membuat Messi kini mengoleksi 19 gol, semakin jauh meninggalkan rekor Miroslav Klose yang sempat menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia dengan 16 gol.


Ajaib dan Istimewa

Selebrasi Lionel Messi saat Argentina melawan Aljazair di Piala Dunia 2026 (AFP)

Kehebatan Messi sebagai mesin gol Argentina, membuat rekan setimnya, terutama pemain -pemain muda sangat takjub. Pertama adalah gelandang Giuliano Simeone. Pemain asal klub Atletico Madrid itu bahkan merasa mendapat suatu kehormatan bisa bermain bareng Lionel Messi.

Simeone bermain selama 71 menit dalam laga Argentina versus Yordania, sebelum digantikan Valentin Barco. Ia mengaku kagum melihat kemampuan dan pesona La Pulga dalam setiap sesi latihan, maupun di dalam lapangan pertandingan resmi. Gol dan kontribusi lain dari Messi dalam permainan Argentina, diakuinya dengan kata-kata luar biasa dari mulut Giuliano Simeone.

"Tidak banyak lagi yang perlu dikatakan tentangnya. Dia benar-benar yang terbaik di dunia, yang terbaik sepanjang masa, dan dia terus membuktikannya," ujar Simeone.

"Sungguh luar biasa. Saya menyaksikannya sehari-hari bagaimana dia berlatih, bagaimana dia menjaga kondisi tubuhnya. Segala hal yang dilakukannya mengesankan, dan dia memiliki semacam keajaiban istimewa," lanjut pemain berusia 23 tahun.


Usia Cuma Angka

Penyerang Timnas Argentina, Lionel Messi, saat melawan Timnas Yordania. (Bola.com/Dok.AFP/Paul ELLIS).

Sementara itu, gelandang serang berbakat Argentina, Nico Paz juga melontarkan kalimat tidak jauh berbeda dalam menggambarkan kehebatan Messi. La Pulga yang sudah berusia 39 tahun, seolah tak mempengaruhi penampilan di lapangan.

Messi tidak hanya menjadi nyawa permainan secara individu, namun dianggap menjadi mentor terbaik, meski ada jarak usia hingga 18 tahun dari pemain-pemain seperti Paz dan yang lainnya," terang Nico Paz.

"Kita semua sudah tahu seperti apa Messi. Pada akhirnya, dia adalah yang terbaik dalam sejarah. Dia selalu memberikan kejutan dengan sesuatu yang baru," kata Paz.

"Di usianya saat ini, dia masih memiliki hal baru untuk ditunjukkan, dan hari ini dia membuktikannya lagi. Dia sempat bermain sebentar, sesuatu yang sudah lama kita rindukan dan saya sangat senang untuknya," beber pemain Como 1907.


Seperti Main di Rumah Sendiri

Bintang Argentina Lionel Messi merayakan gol ke gawang Yordania pada laga ketiga Piala Dunia 2026 (AFP)

Argentina menutup persaingan fase grup dengan menjadi juara Grup J dan akan bertemu tim debutan Tanjung Verde. Argentina ditantang Tanjung Verde di Miami Stadium, Sabtu (4/7/2026).

Argentina bersama Meksiko dan Prancis, menjadi tim dengan nilai sempurna di fase grup Piala Dunia. Ketiga tim itu berhasil menyapu bersih tiga laga di penyisihan grup dengan kemenangan.

Nico Paz menganggap bermain di Amerika Serikat, tak ubahnya seperti bermain di hadapan pendukung sendiri. Ia menganggap suasana dan keriuhan fans seperti ketika bermain di Buenos Aires.

"Rasanya seperti bermain di kandang sendiri; mendengar orang-orang bernyanyi itu sungguh luar biasa. Saya sangat berharap suasananya tetap seperti ini, karena bagi kami, hal itu membuat segalanya menjadi jauh lebih baik," tandas Nico Paz.

Sumber: FIFA

Berita Terkait