Kiprah Buruk Wakil Asia di Piala Dunia 2026: 7 Tim Rontok, Hanya Australia dan Jepang yang Tembus 32 Besar

Bagaimana kiprah tim-tim Asia di babak penyisihan grup Piala Dunia 2026? Simak ulasannya berikut ini:

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 28 Juni 2026, 20:00 WIB
Selebrasi Jepang kala mencukur Tunisia 4-0 di Piala Dunia 2026 (AFP)

Bola.com, Jakarta - Berakhir sudah babak penyisihan grup Piala Dunia 2026. Sebanyak 48 tim telah memainkan masing-masing dengan tiga pertandingan di fase grup.

Sebanyak 12 tim juara grup ditambah 12 tim runner-up di setiap grup berhak lolos langsung ke babak 32 besar. Sementara delapan tim dari peringkat ketiga terbaik, ikut menyusul meramaikan persaingan fase gugur.

Advertisement

Bagaimana kiprah dari negara-negara yang menjadi wakil benua Asia dalam persaingan di Piala Dunia kali ini? Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mengirimkan rekor terbanyak yakni 9 wakil negara di Piala Dunia 2026.

Jepang, Australia, Iran, Korea Selatan, Arab Saudi, Qatar, Irak, Yordania, dan Uzbekistan unjuk gigi di putaran final Piala Dunia 2026. Namun hanya dua tim yang masih bisa bertahan, yakni Jepang dan Australia.

Bagaimana kiprah tim-tim tersebut di babak penyisihan grup Piala Dunia 2026? Simak ulasannya berikut ini:

 


Catatan Buruk Korea Selatan

Pelatih kepala Korea Selatan, Hong Myung-bo, berbicara kepada para pemainnya selama jeda minum dalam pertandingan Grup A Piala Dunia 2026 antara Afrika Selatan dan Korea Selatan di Stadion Monterrey di Guadalupe, Meksiko, pada 25 Juni 2026. (Yuri Cortez/AFP)

Diawali dari perjalanan tim Korea Selatan. Salah satu tim Macan Asia ini tergabung di Grup A bersama tuan rumah Meksiko, Afrika Selatan, dan Republik Ceko.

Dengan pengalaman di panggung Piala Dunia dan berisi pemain-pemain berkualitas yang dipimpin Son Heung-min, masih belum cukup membuat Taegeuk Warriors moncer.

Korsel sejatinya mengawali perjalanan dengan baik, yakni menjinakkan Republik Ceko 2-1. Namun dua kekalahan beruntun dari Meksiko (0-1) dan Afrika Selatan (0-1), membuat perjalanan pasukan Hong Myung-bo harus terhenti.

Berbekal tiga poin dan finis di posisi tiga klasemen akhir Grup A, Korsel tetap terlempar dari persaingan memburu tiket 32 besar dari jalur peringkat ketiga terbaik.

 

 


Qatar Jadi Juru Kunci

Para pemain Qatar berdiri untuk menyanyikan lagu kebangsaan sebelum pertandingan Grup B Piala Dunia 2026 antara Bosnia dan Herzegovina dan Qatar di Stadion Seattle pada 25 Juni 2026 di Seattle, Washington. (Richard Heathcote/Getty Images via AFP)

Berlanjut ke Timnas Qatar. Menyandang predikat juara bertahan Piala Asia 2023 dan juga tuan rumah Piala Dunia edisi sebelumnya, The Maroons jadi bulan-bulan dalam persaingan di Grup B Piala Dunia 2026.

Qatar hanya membawa pulang satu poin dari Grup ini, saat mengimbangi Swiss 1-1 di pertandingan pertama. Mereka kemudian dihajar setengah lusin gol alias 0-6 oleh tuan rumah Kanada pada laga kedua. Terakhir menyerah 1-3 dari Bosnia-Herzegovina.

Qatar menjadi juru kunci Grup B, dan perlu segera mengembalikan reputasi mereka di Piala Asia tahun depan serta berharap masuk ke Piala Dunia lagi di 2030.

 


Australia Menjanjikan

Perayaan Australia usai bermain imbang Paraguay di Piala Dunia 2026 (AFP)

Berikutnya ada Australia. Tim kuat dari Konfederasi AFC sejak bergabung pada 2006, The Socceroos menunjukkan kualitasnya di Piala Dunia kali ini. Mereka berhasil lolos dari babak penyisihan grup.

Berada di Grup D bersama Paraguay, Turki, dan tuan rumah Amerika Serikat, Australia finis di peringkat kedua dan lolos ke babak 32 besar. Mengawali dengan manis saat menggasak Turki 2-0, Australia kemudian mendapat pelajaran dikalahkan AS 0-2.

Satu poin berhasil mereka dapatkan pada laga terakhir melawan Paraguay dengan hasil imbang tanpa gol. Tim negeri Kanguru akan menantang Mesir di babak 32 besar.

 


Jepang Perkasa

Hajime Moriyasu, Pelatih Kepala Jepang, berbicara kepada para pemainnya setelah hasil imbang 1-1 dalam pertandingan Grup F Piala Dunia 2026 antara Jepang dan Swedia di Stadion Dallas pada 25 Juni 2026 di Arlington, Texas. (Lars Baron/Getty Images via AFP)

Timnas Jepang memenuhi janjinya tampil meledak di Piala Dunia 2026. Mental petarung, tak kenal takut, dan permainan yang terus meningkat berhasil dibuktikan tim Samurai Biru.

Jepang berhasil menembus babak 32 besar, setelah finis sebagai runner-up Grup F dengan bekal lima poin. Jepang menahan imbang tim kuat Belanda (2-2), disusul kemenangan telak 4-0 atas Tunisia, meski hanya bermain 1-1 melawan Swedia di pertandingan terakhir.

Ayase Ueda, Takefusa Kubo, Daichi Kamada, dan nama-nama lainnya akan menantang tim juara lima kali yakni Brasil di babak 32 besar. Entah ada kejutan apalagi yang bakal ditorehkan pasukan Hajime Moriyasu ini.

 


Iran yang Diperlakukan Tak Adil

Ramin Rezaeian (23) dari Iran merayakan golnya bersama rekan-rekan setimnya setelah mencetak gol dalam pertandingan Grup G Piala Dunia antara Iran dan Selandia Baru di Inglewood, California, dekat Los Angeles, Selasa, 16 Juni 2026. (AP Photo/Andre Penner)

Bergeser ke Timnas Iran, tim yang paling mendapatkan ketidakadilan dan perlakuan buruk dari tuan rumah AS, buntut adanya perang. Iran finis di peringkat ketiga klasemen akhir Grup G dengan nilai tiga.

Kerja keras Iran dalam persaingan di grup ini patut diacungi jempol. Tim Melli tak pernah kalah, dan seluruh laga diamankan dengan satu poin, mirip perjalanan Tanjung Verde yang kemudian lolos ke 32 besar.

Iran sukses mengimbangi Selandia Baru (2-2), Belgia (0-0), dan Mesir (1-1). Namun Iran harus ikut angkat koper dari Amerika Utara karena poinnya gagal masuk di delapan besar klasemen kecil peringkat ketiga terbaik.

 


Arab Saudi Juga Jadi Juru Kunci

Selebrasi pemain Arab Saudi saat melawan Uruguay di Piala Dunia 2026 (AFP)

Selanjutnya ada Timnas Arab Saudi, salah satu langganan di pentas Piala Dunia. The Green Falcon mengawali Piala Dunia 2026 dengan meyakinkan setelah mengimbangi tim kuat Uruguay 1-1.

Namun mereka tak berdaya pada laga berikutya, setelah dipermak empat gol tanpa balas oleh tim favorit Spanyol. Arab Saudi kemudian mengakhiri fase grup dengan bermain seri melawan Tanjung Verde.

Alhasil Arab Saudi hanya mengemas dua poin, berada di posisi juru kunci Grup H, sekaligus gagal melaju jauh di Piala Dunia kali ini.

 


Irak Tak Berdaya

Para pemain Irak menyapa penggemar setelah kalah dalam pertandingan Grup I Piala Dunia 2026 antara Senegal dan Irak di Stadion Toronto, Toronto, pada 27 Juni 2026. (Cole Burston/AFP)

Timnas Irak juga tidak bisa berbuat banyak saat bersaing di Grup I, setelah dikeroyok tim-tim kuat seperti Prancis, Norwegia, dan Senegal. Irak selalu menelan kekalahan di tiga pertandingannya.

Irak mengawalinya dengan dihajar Norwegia 1-4 lewat aksi gemilang Erling Haaland. Berikutnya mereka tak berkutik digasak Prancis 0-3 dengan brace Kylian Mbappe.

Performa Irak makin parah setelah kalah telak 0-5 oleh Senegal di laga terakhir. Irak pun menjadi juru kunci dengan nilai nol, memasukkan satu gol dan kemasukan 12 kali.

 


Yordania Tak Berkutik

Tiga pemain Timnas Yordania, Ali Olwan, Nizar Al Rashdan, dan Mahmoud Almardi, mengenakan jersey produksi Kelme di final Piala Arab 2025. (Karim JAAFAR / AFP)

Tim debutan Yordania mengikuti jejak tim Asia lainnya yang gagal bersinar di Piala Dunia 2026. Mereka harus bersaing dengan juara bertahan Argentina, lalu ada Austria, dan Aljazair di Grup J.

Hasilnya, Yordania mengawali fase grup dengan kalah 1-3 dari Austria. Yordania sempat memberi perlawanan di laga kedua meski hasilnya kalah 1-2 dari Aljazair.

Di laga terakhir, Yordania kalah 1-3 dari tim pelapis Argentina, meski Lionel Messi masuk di babak kedua dan langsung mencetak gol. Yordania finis di posisi paling buncit Grup J dengan nilai nol, namun mampu mencetak tiga gol meski kebobolan delapan kali.

 


Uzbekistan Tanpa Poin

Para pemain Uzbekistan terlihat sebelum pertandingan Grup K Piala Dunia 2026 antara Portugal dan Uzbekistan di Stadion Houston pada 23 Juni 2026 di Houston, Texas. (Charlotte Wilson/Getty Images via AFP)

Tim debutan lainnya asal Asia, Uzbekistan juga gagal tebar pesona di Piala Dunia 2026. Tim besutan Fabio Cannavaro tak sanggup bersaing dengan Kolombia, Portugal, dan Republik Demokratik Kongo di Grup K

Uzbekistan mengawali perjalanan dengan kalah 1-3 dari Kolombia. Kemudian kalah telak 0-5 dari Portugal yang dipimpin Cristiano Ronaldo, dan terakhir dilibas 1-3 oleh Kongo.

Uzbekistan menjadi juru kunci Grup K, tanpa mengumpulkan nilai. Tiket babak 32 besar dari grup ini diraih Kolombia, Portugal, dan Kongo.

Berita Terkait