Bola.com, Jakarta - Banyak yang berpikir atau mengira bahwa sebuah tim sepak bola haruslah akur. Tak salah, mengingat olahraga ini memang sangat mengedepankan kerja sama dan kesolidan tim.
Sukses tidaknya tim, termasuk tim nasional, sangat bergantung kepada kekompakan di antara semua pemain yang ada di dalamnya.
Jadi kalau tim-tim beken macam Real Madrid, Liverpool, Barcelona, Manchester United, dan Bayern Munich banyak memenangkan gelar itu karena suasana nyaman di dalam ruang ganti.
Pun begitu dengan timnas yang pernah memenangkan Piala Dunia. Argentina, Brasil, Jerman, Inggris, Prancis, serta Spanyol merupakan lima negara yang sukses menjadi juara dunia.
Saat ini, kelimanya juga tengah bersaing di Piala Dunia 2026 dengan Argentina berstatus juara bertahan. Tapi, ternyata, tim sepak bola tak selalu akur. Ada juga riak-riak perseteruan di dalamnya, juga perpecahan.
Kesaksian Leandro Paredes menjadi bukti bahwa rekan satu tim yang paling berprestasi pun tidak selalu bisa untuk diajak sepakat.
Siapa Leandro Paredes? Mungkin banyak yang sudah lupa, gelandang pengangkut baja kepunyaan Boca Juniors merupakanan bagian dari skuad Argentina yang memenangkan Piala Dunia 2022 di Qatar.
Dari luar, banyak yang berasumsi kalau Tim Tango saat itu adalah sepasukan yang harmonis serta solid yang siap membantu Lionel Messi memenangkan gelar paling bergengsi sepanjang kariernya.
Tapi apa yang terjadi sungguh di luar dugaan. Paredes baru-baru ini mengungkapkan ia mendapat perlakuan dingin dari Messi usai pertandingan Liga Champions pada tahun 2021. Ketika itu La Pulga masih memperkuat Barcelona, sedangkan Paredes berkostum Paris Saint-Germain (PSG).
Di lapangan, Messi dikenal karena sikapnya yang tenang dan introvert, jarang membiarkan emosinya memengaruhi tindakannya.
Gaya bermainnya mencerminkan hal ini dengan mudah berpindah antar posisi dengan tenang dan terkendali.
Namun, seperti yang ditunjukkan oleh perselisihannya dengan Paredes, bahkan pemain yang paling tenang pun memiliki sisi berapi-api ketika diprovokasi.
Perseteruan Selama Tiga Bulan
Perselisihan antara Lionel Messi dan Leandro Paredes bermula saat Paris Saint-Germain menghancurkan Barcelona dengan skor 4-1 pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2020/2021.
Dalam pertandingan tersebut, Paredes mengucapkan sesuatu kepada rekan setimnya. Namun, Messi yang berada di dekatnya mengira ucapan itu ditujukan kepadanya. Kesalahpahaman itu membuat kapten Timnas Argentina tersebut tersinggung dan memilih mendiamkan Paredes.
Meski sudah berusaha memberikan penjelasan, Paredes mengaku Messi tetap tidak mau merespons selama berbulan-bulan.
"Kami menghabiskan sekitar tiga bulan tanpa berbicara, saya mengalami masa yang mengerikan," kata Paredes kepada Infobae, seperti dikutip The Mirror.
"Saya mengiriminya pesan keesokan harinya, saya mengiriminya pesan 15 hari kemudian, saya mengatakan kepadanya: 'Itu bukan untukmu, itu bukan untuk menyinggung'."
"Dan dia tidak menanggapi. Dia tidak menjawab selama tiga bulan. Tiga bulan telah berlalu tanpa berbicara. Saya berpikir: 'Sekarang saya harus melihat bagaimana reaksinya'."
Beruntung, hubungan keduanya akhirnya kembali mencair ketika mereka bergabung bersama Timnas Argentina.
Paredes menceritakan momen yang tidak akan pernah dilupakannya saat pertama kali bertemu lagi dengan Messi setelah insiden tersebut.
"Tapi tidak, ini sebuah fenomena, sebuah fenomena, karena kami tiba di tempat itu pada hari yang sama. Saya tiba sedikit lebih awal dan dia muncul di kamar saya. Saya sedang menyikat gigi. Saat itu masih sangat pagi dan dia menyiram saya dengan air sambil berkata: 'Apa yang kamu lakukan bangun sepagi ini?'"
Sempat Panas
Dalam wawancara lain bersama Caja Negra pada 2022, Paredes mengungkapkan bahwa Messi benar-benar marah akibat insiden tersebut.
Bahkan, gelandang AS Roma itu berseloroh bahwa sang megabintang "ingin membunuhnya".
"Dia marah, karena saya telah memberikan komentar kepada rekan-rekan setim saya, dan dia mendengarnya, dan dia marah."
"Dia menjadi sangat marah. Dia menghancurkan saya. Itu buruk. Dia ingin membunuhku dan saya ingin pulang. Setelah itu, saya melihatnya di tim nasional dan dia bertindak seolah-olah tidak terjadi apa-apa."
"Dia menunjukkan kepada saya seperti apa dia sebagai pribadi. Hubungan berlanjut seperti biasa. Sekarang, ketika percakapan itu muncul, kami membicarakannya dan tertawa, tetapi dia benar-benar marah saat itu, dia ingin membunuhku!"
Kini Kembali Akur
Ketegangan yang sempat berlangsung selama tiga bulan itu kini tinggal kenangan. Hubungan Messi dan Paredes kembali harmonis, bahkan keduanya sempat menjadi rekan setim di Paris Saint-Germain.
Paredes juga menjadi salah satu sosok yang mendorong Messi bergabung ke PSG setelah kontraknya bersama Barcelona berakhir pada musim panas 2021.
Selama bermain bersama di klub asal Prancis tersebut hingga 2023, mereka sukses mempersembahkan dua gelar Ligue 1 sebelum akhirnya berpisah. Messi melanjutkan karier ke Inter Miami, sementara Paredes kembali ke AS Roma.
Secara keseluruhan, Messi dan Paredes sudah tampil bersama dalam 74 pertandingan bersama PSG dan Timnas Argentina. Mereka mencatat lebih dari 3.900 menit bermain di lapangan dan terlibat dalam empat gol bersama.
Karena keduanya masih menjadi bagian dari Timnas Argentina, kebersamaan mereka diperkirakan akan kembali berlanjut pada Piala Dunia 2026.