Brasil Ulangi Rekor Comeback Bersejarah sejak Piala Dunia 2002, Pertanda Juara?

Brasil harus bekerja hingga detik terakhir untuk memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 30 Juni 2026, 05:00 WIB
Gabriel Martinelli merayakan gol bersama rekan-rekannya setelah mencetak gol kedua Brasil ke gawang Jepang pada laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Houston Stadium, Texas, 29 Juni 2026. (Lars Baron/Getty Images/AFP)

Bola.com, Texas - Brasil harus bekerja hingga detik terakhir untuk memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Tim Samba menang dramatis 2-1 atas Jepang pada laga babak 32 besar di NRG Stadium, Houston, Selasa (30/6/2026) dini hari WIB.

Gabriel Martinelli menjadi pahlawan kemenangan Brasil lewat gol pada menit ke-90+6. Gol winger Arsenal itu memastikan Selecao lolos tanpa harus menjalani babak perpanjangan waktu.

Advertisement

Kemenangan ini sekaligus memperpanjang langkah Brasil menuju gelar Piala Dunia keenam. Di babak 16 besar, pasukan Carlo Ancelotti akan menghadapi pemenang laga Pantai Gading kontra Norwegia yang berlangsung sehari setelahnya.

Gol Martinelli tak hanya memastikan Brasil lolos ke babak 16 besar, tetapi juga mengakhiri penantian panjang Selecao untuk melakukan comeback di fase gugur Piala Dunia.

Ini menjadi pertama kalinya Brasil mampu membalikkan keadaan dan memenangi pertandingan fase knockout Piala Dunia setelah tertinggal sejak perempat final Piala Dunia 2002 saat menyingkirkan Inggris. Kala itu, Brasil bangkit untuk menang 2-1 lewat gol Rivaldo dan tendangan bebas ikonik Ronaldinho, sebelum akhirnya keluar sebagai juara dunia.


Jepang Kejutkan Brasil

Brasil langsung tampil dominan sejak peluit awal dibunyikan. Vinicius Junior, Matheus Cunha, hingga Bruno Guimaraes bergantian mengancam gawang Zion Suzuki, tetapi rapatnya pertahanan Jepang membuat peluang-peluang tersebut belum membuahkan hasil.

Justru Jepang yang sukses mencuri keunggulan pada menit ke-29.

Berawal dari kesalahan Brasil saat membangun serangan di lini tengah, Kaishu Sano merebut bola sebelum melakukan solo run ke depan kotak penalti. Gelandang Jepang itu kemudian melepaskan tembakan mendatar ke tiang jauh yang gagal dijangkau Alisson Becker.

Gol tersebut membuat Brasil sempat kehilangan ritme permainan, sementara Jepang semakin percaya diri mengendalikan tempo hingga turun minum dengan keunggulan 1-0.


Casemiro Bangkitkan Asa

Junya Ito mencoba melepaskan tembakan di tengah kepungan dua pemain Brasil, Casemiro dan Douglas Santos, pada laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Houston Stadium, Texas. Jepang tampil tanpa rasa gentar menghadapi salah satu favorit juara dan terus memberikan perlawanan sengit demi tiket ke babak 16 besar. (Molly Darlington/Getty Images/AFP)

Memasuki babak kedua, Carlo Ancelotti memasukkan Endrick untuk menambah daya gedor Brasil. Tekanan Selecao akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-56 lewat sundulan Casemiro setelah menyambut umpan silang Gabriel.

Brasil nyaris berbalik unggul lewat Vinicius Junior, tetapi tembakannya membentur tiang. Saat laga tampak akan berlanjut ke extra time, Gabriel Martinelli muncul sebagai penentu lewat gol pada menit ke-90+6.

Tembakan kaki kanannya ke pojok jauh memastikan Brasil menang dramatis 2-1 sekaligus mengakhiri perjuangan Jepang di Piala Dunia 2026.

 


Statistik Pertandingan

Gelandang Brasil Lucas Paqueta berebutbola dengan bek Jepang Shogo Taniguchi pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Houston Stadium, Selasa (30/6/2026) dini hari WIB. (AFP/Ronaldo Schemidt)

Brasil tampil sangat dominan sepanjang laga dengan penguasaan bola mencapai sekitar 70 persen. Tim Samba juga unggul jauh dalam jumlah tembakan, meski harus menunggu hingga menit-menit akhir untuk memastikan kemenangan.

Zion Suzuki tampil sebagai salah satu pemain terbaik Jepang berkat sederet penyelamatan penting yang membuat Brasil frustrasi hampir sepanjang pertandingan.

Namun, ketangguhan lini belakang Samurai Biru akhirnya runtuh pada detik-detik terakhir ketika Martinelli memastikan Brasil tetap menjaga asa meraih trofi Piala Dunia keenam dalam sejarah.

Berita Terkait