Belanda Tereliminasi di 32 Besar Piala Dunia 2026, Zlatan Ibrahimovic Semprot Ronald Koeman

Belanda Tereliminasi di 32 Besar Piala Dunia 2026, Zlatan Ibrahimovic Semprot Ronald Koeman

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 30 Juni 2026, 17:30 WIB
Pelatih kepala Timnas Belanda, Ronald Koeman, memberi isyarat selama pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Belanda dan Maroko di Stadion Monterrey di Guadalupe pada 29 Juni 2026. (Alfredo ESTRELLA/AFP)

Bola.com, Jakarta - Belanda angkat koper dari Piala Dunia 2026. Tim Oranje hanya mampu bertahan sampai babak 32 besar, usai disingkirkan Maroko lewat drama adu penalti.

Belanda kalah melalui adu penalti 2-3 (1-1) dari Maroko dalam laga sengit di Monterrey Stadium, Selasa (30-6-2026) pagi WIB.

Advertisement

Kedua tim bermain sama kuat 1-1 selama 90 menit plus dua kali 15 menit di waktu tambahan. Di waktu normal, Belanda unggul terlebih dulu melalui gol Cody Gakpo.

Namun, Maroko berhasil menyamakan skor di masa injury time lewat tandukan Issa Diop menyelesaikan assist Chemsdine Talbi.

Laga harus ditentukan lewat adu penalti dan hasilnya Belanda tersingkir setelah tiga algojonya gagal menjalankan tugas dengan baik. Sementara tiga penendang Maroko sukses.

Hasil ini membuat Belanda menyusul Jerman, Afrika Selatan, dan Jepang untuk pulang lebih cepat di fase gugur. Sementara Maroko melangkah ke 16 besar untuk menantang Kanada.


Perubahan Taktik

Timnas Belanda Vs Timnas Maroko di babak 32 besar Piala Dunia 2026. (Bola.com/Dok.Julio Cesar AGUILAR / AFP).

Striker legendaris Swedia, Zlatan Ibrahimovic, ikut mengomentari kegagalan Belanda di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Dengan tegas ia menilai sang pelatih, Ronald Koeman, sebagai penyebab tersingkirnya De Oranje.

"Menurut saya, kekalahan ini adalah tanggung jawab Koeman karena saya tidak mengenali tim Belanda yang ia pimpon. Dia kalah dengan identitas yang bukan merupakan identitas Belanda, dan itu membuat saya marah," kata Ibrahimovic.

"Ronald Koeman menjalani seluruh fase grup dengan formasi 4-2-3-1 yang brilian, mencetak 10 gol dan hanya kebobolan empat gol dalam tiga pertandingan," kata eks pemain Ajax, AC Milan, dan Manchester United itu.

"Koeman kemudian memutuskan untuk mengubah formasi dan taktik, mengganti pola yang sebelumnya terbukti efektif menjadi 5-2-2-1, yang ternyata justru tidak berjalan baik saat menghadapi Maroko," lanjut Ibrahimovic.


Pembelaan Ronald Koeman

Pemain Belanda Jan Paul van Hecke bereaksi setelah timnya kalah adu penalti dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Belanda vs Maroko di Guadalupe, dekat Monterrey, Meksiko, Senin, 29 Juni 2026. (AP Photo/Ricardo Mazalan)

Belanda dikenal dengan strategi Total Football dengan bertumpu pada penyerangan, justru dianggap bertolak belakang selama dipimpin Ronald Koeman di Piala Dunia 2026.

Saat meladeni Maroko pagi tadi, permainan Denzel Dumfries dkk. dianggap menerapkan taktik yang sangat defensif.

Namun, Koeman membela pendekatan taktisnya setelah kekalahan dalam adu penalti. Pelatih berusia 63 tahun itu mengatakan bahwa taktiknya untuk menangkal permainan Maroko yang cepat dan gemar membuka ruang saat waktu normal, dan menyebut karena tidak beruntung ketika adu penalti.

"Saya memutuskan untuk bermain dengan cara ini karena kami memberikan terlalu banyak ruang di fase grup. Kami perlu melakukan penjagaan yang lebih baik. Maroko tim yang hebat, dengan pemain-pemain bintang. Jadi, saya mengambil keputusan ini setelah berdiskusi dengan tim. Saya sama sekali tidak menyesalinya," jelas Koeman.

"Saya berusaha mengubah susunan tim dengan mempertimbangkan siapa saja yang bisa mengeksekusi penalti. Saya kehilangan Frenkie De Jong, saya kehilangan Gakpo, jadi saya mencoba memasukkan pemain-pemain yang mampu. Hasilnya tidak sesuai harapan, mau bagaimana lagi?" kata pelatih berusia 63 tahun itu.

 

Sumber: Give Me Sport


Berita Terkait