Daftar Pelatih yang Resign Selama Piala Dunia 2026: Julian Nagelsmann dan Ronald Koeman Menyusul?

Daftar pelatih yang pada akhirnya harus berpisah setelah gagal memberi prestasi mengesankan selama Piala Dunia 2026.

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 30 Juni 2026, 20:00 WIB
Pelatih Belanda, Ronald Koeman, sebelum pertandingan melawan Tunisia di Piala Dunia 2026 di Kansas City, Missouri, Jumat (26/6/2026). (AP Photo/Ed Zurga)

Bola.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 telah memasuki fase gugur 32 besar, dengan menempatkan Brasil, Paraguay, dan Maroko melangkah lebih jauh. Sebelumnya, 16 tim sudah tereliminasi dari babak penyisihan grup.

Kerasnya persaingan Piala Dunia 2026 menjalar ke nasib para pelatih. Piala Dunia merupakan panggung terbesar sepak bola yang selalu menghadirkan ekspektasi tinggi. Ketika hasil tidak sesuai harapan, posisi pelatih sering menjadi yang pertama mendapat sorotan.

Advertisement

Pada edisi 2026, fenomena pergantian pelatih kembali terjadi. Ada yang memilih mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab, sementara ada pula yang harus menerima keputusan federasi untuk mengakhiri kerja sama lebih cepat.

Berikut ini nama-nama pelatih yang pada akhirnya harus berpisah setelah gagal memberi prestasi mengesankan selama Piala Dunia 2026:


Sabri Lamouchi (Tunisia)

Pelatih Tunisia, Sabri Lamouchi dipecat saat timnya baru memainkan satu laga di Piala Dunia 2026. (Julio Cesar AGUILAR / AFP)

Sabri Lamouchi menjadi sosok pertama yang menjadi korban keganasan pemecatan pelatih di Piala Dunia 2026. Baru memimpin pertandingan pertama bersama Tunisia di Grup F, timnya yakni Tunisia langsung digasak Swedia dengan skor telak 1-5.

Federasi Sepak Bola Tunisia kemudian mengambil keputusan tersebut setelah tim menelan kekalahan telak pada laga pembuka. Posisinya kemudian digantikan oleh Hervé Renard untuk memimpin Tunisia hingga akhir turnamen.

Pergantian pelatih dari Sabri Lamouchi ke Herve Renard juga tak membawa dampak besar. Tunisia tetap dihajar Jepang (0-4) dan Belanda (1-3) pada laga berikutnya.


Steve Clarke (Skotlandia)

Pelatih Timnas Skotlandia, Steve Clarke, berjalan di lapangan latihan New England Revolution Training Center, Foxborough, Boston, Amerika Serikat, Kamis (18/6/2026). Clarke memantau langsung persiapan tim jelang laga lanjutan Grup C Piala Dunia 2026. (KLY Sports/Hery Kurniawan)

Kemudian ada nama Steve Clarke juga memutuskan mengakhiri masa baktinya sebagai pelatih Skotlandia usai timnya tersingkir di fase grup.

Keputusan tersebut cukup mengejutkan karena ia baru saja menerima perpanjangan kontrak sebelum turnamen dimulai. Clarke memilih mundur sebagai bentuk tanggung jawab atas kegagalan tim melangkah ke babak gugur.

Clarke sempat membawa Skotlandia mengatasi Haiti 1-0 di pertandingan pertama. Namun setelahnya The Tartan Army selalu kalah dari Maroko (0-1) dan Brasil (0-3).


Hong Myung-bo (Korea Selatan)

Seorang pria memegang spanduk bertuliskan "Hong Myung-bo! Ludahkan uangnya dan keluar! Bubarkan KFA" sambil menunggu kedatangan pelatih kepala Timnas Korea Selatan, Hong Myung-bo, yang telah mengumumkan pengunduran dirinya setelah timnya tersingkir di babak penyisihan grup Piala Dunia FIFA 2026, di Bandara Internasional Seoul-Incheon, Incheon pada 30 Juni 2026. Kekalahan telak Korea Selatan di babak pertama Piala Dunia telah memicu kemarahan di dalam negeri dan seruan untuk perombakan total di pucuk pimpinan belum mereda setelah pengunduran diri pelatih. Pelatih Korea Selatan mengundurkan diri pada 28 Juni 2026, sehari setelah timnya tersingkir dari babak penyisihan grup Piala Dunia dan setelah mendapat kecaman dari presiden negara tersebut. (JADE GAO/AFP)

Pelatih Korea Selatan, Hong Myung-bo, resmi mengundurkan diri setelah timnya gagal melaju ke babak 32 besar. Meski sempat membuka turnamen dengan kemenangan, Korea Selatan kemudian menelan dua kekalahan beruntun yang membuat langkah mereka terhenti di fase grup.

Hong mengaku bertanggung jawab penuh atas kegagalan tersebut dan menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung. Korea Selatan sempat membuka asa melaju jauh setelah menang 2-1 atas Republik Ceko di laga pertama.

Namun performa mereka menurun dengan kekalahan 0-1 dari tuan rumah Meksiko dan 0-1 dari Afrika Selatan. Korsel pun gagal meraih tiket ke fase gugur dari jalur peringkat ketiga terbaik.


Miroslav Koubek (Republik Ceko)

Pelatih Timnas Rep. Ceska, Miroslav Koubek. (AFP/Michal Cizek)

Pelatih tim Republik Ceko, Miroslav Koubek, mengundurkan diri pada hari Senin (29/6/2026) setelah timnya tersingkir lebih awal dari Piala Dunia.

Keputusan tersebut diambil atas kesepakatan bersama, demikian pernyataan Koubek dan Ketua Asosiasi Sepak Bola Ceko, David Trunda.

"Pelatih menawarkan untuk melepas jabatannya dalam pertemuan pribadi hari ini, dan saya memutuskan untuk menerima tawaran tersebut setelah diskusi yang terbuka dan jujur," ujar Trunda.

Koubek menyatakan dirinya bertanggung jawab atas hasil buruk di Piala Dunia, di mana Ceko kalah dari Korea Selatan dan Meksiko serta bermain imbang melawan Afrika Selatan. Tim Ceko menempati posisi juru kunci Grup A dengan perolehan satu poin.


Nasib Pelatih Lain

Selain ketiga sosok dalam daftar di atas, ada sejumlah nama pelatih yang dikabarkan ikut menyusul. Beragam alasan, mulai dari karena rapor yang jeblok di Piala Dunia 2026, hingga faktor lain.

Hugo Broos misalnya, yang baru saja menyelesaikan misi melatih Afrika Selatan. Ia mengantarkan Bafana Bafana ke babak 32 besar, sekaligus menjadi pencapaian tertinggi Afrika Selatan.

Ia mengklaim Piala Dunia 2026 menjadi turnamen besar terakhirnya, dan ingin menikmati masa tuanya di kampung halaman Belgia. Pelatih-pelatih lain juga berpotensi mundur seperti Julian Nagelsmann yang gagal bersama Jerman setelah disingkirkan Paraguay.

Begitu juga Ronald Koeman yang gagal membawa Belanda melaju jauh, usai kalah adu penalti dari Maroko di babak 32 besar. Patut ditunggu pelatih-pelatih yang harus resign dari pekerjaannya setelah Piala Dunia 2026.

Berita Terkait