Bola.com, Jakarta - Janice Tjen membuka kiprah di Wimbledon 2026 dengan kemenangan dua set langsung atas Leylah Fernandez. Petenis Indonesia berusia 24 tahun itu menutup laga 6-1, 7-6(3) di Lapangan 18 All England Club, London, Selasa (30/6) dini hari WIB.
Hasil ini menandai babak baru bagi tenis Indonesia. Kemenangan Janice menjadi yang pertama bagi petenis tunggal putri Indonesia di Wimbledon sejak 2003, mengakhiri penantian lebih dari dua dekade.
Janice tampil nyaris tanpa celah, terutama pada servis. Ia mencatat enam aces tanpa sekalipun double faults dalam partai berdurasi 1 jam 29 menit, dan berhak melaju ke ronde kedua turnamen Grand Slam lapangan rumput tersebut.
Debut Manis di All England Club
Debut Wimbledon 2026 dijalani Janice Tjen dengan solid. Mengawali laga di Lapangan 18, ia menguasai set pertama 6-1 sebelum memastikan kemenangan lewat tie-break 7-6(3) pada set kedua.
Permainan servisnya efektif sepanjang pertandingan. Petenis kelahiran Jakarta itu membukukan enam aces tanpa double faults, salah satu kunci yang mengamankan kemenangan dalam 1 jam 29 menit.
Alumni Universitas Pepperdine, Amerika Serikat, tersebut menegaskan start ideal di London. Kemenangan atas Leylah Fernandez juga menambah nilai karena diraih atas unggulan, menegaskan kualitas penampilan pada debut Grand Slam rumputnya.
Reaksi Janice Tjen usai Kemenangan
Usai laga, Janice menyampaikan rasa puas atas capaian perdananya di Wimbledon. "Rasanya sangat senang bisa menang hari ini dan lanjut ke ronde kedua," ujar Janice Tjen, dipetik dari akun Instagram resmi @wimbledon.
Dukungan penonton menjadi perhatian khusus baginya. "Terima kasih banyak dukungannya dari teman teman penonton yang di rumah dan yang bisa datang juga hari ini di Inggris," kata dia.
Pencapaian ini membuat Janice semringah, sejalan dengan target untuk membuka jalan di babak awal. Ia menikmati momen debut yang manis sekaligus menaklukkan unggulan pada salah satu panggung terbesar tenis dunia.
Rekor Baru untuk Tenis Indonesia
Kemenangan atas Leylah Fernandez bukan hanya penting bagi karier Janice, melainkan juga bagi tenis Indonesia. Hasil ini menjadi kemenangan pertama petenis tunggal putri Indonesia di Wimbledon sejak 2003.
Terakhir kali Indonesia meraih kemenangan di sektor ini adalah kala Angelique Widjaja mengalahkan Evgenia Kulikovskaya di babak pertama, 23 tahun silam. Rentang panjang tersebut akhirnya terputus di London tahun ini.
Catatan bersejarah itu memperlihatkan kebangkitan wakil Indonesia di ajang bergengsi. Janice menambah representasi nasional yang berkompetisi dan kembali menorehkan hasil pada turnamen lapangan rumput paling prestisius tersebut.
Fokus ke Ronde Kedua dan Agenda Ganda
Di babak kedua, Janice Tjen akan menantang petenis Australia, Daria Kasatkina. Laga dijadwalkan berlangsung pada Kamis (2/7), memberi waktu bagi tim untuk meracik strategi lanjutan.
Janice menegaskan fokusnya langsung bergeser ke persiapan. "Pertandingan selanjutnya memang banyak yang perlu dibicarakan denga pelatih besok sehari sebelum dan setelah latihan," jelas Janice Tjen.
Bersamaan dengan nomor tunggal, Janice juga tampil di sektor ganda bersama Aldila Sutjiadi. Keduanya membuka langkah menghadapi Harriet Dart/Maia Lumsden pada Kamis (2/7). "Jangan lupa untuk tetap support dan juga Aldila Sutjiadi yang bertanding di Wimbledon kali ini," tutup Janice.