Singa Atlas Kini Jadi Momok Eropa di Piala Dunia 2026

Maroko menyingkirkan Belanda di 32 besar Piala Dunia 2026.

BolaCom | Asad ArifinDiterbitkan 30 Juni 2026, 19:24 WIB
Pemain Timnas Maroko merayakan gol yang dicetak Ismael Saibari, setelah mencetak gol ke gawang Skotlandia di Boston Stadium, Foxborough, Sabtu (20/6/2026) pagi WIB. (AP Photo/Martin Meissner)

Bola.com, Jakarta - Maroko melaju di Piala Dunia 2026 dengan menyingkirkan Belanda pada babak 32 besar. Hasil ini semakin menegaskan reputasi Singa Atlas sebagai mimpi buruk bagi raksasa-raksasa Eropa.

Empat tahun lalu, mereka mencatat sejarah dengan menaklukkan Spanyol dan Portugal pada fase gugur Piala Dunia 2022. Kini, Belanda menjadi korban terbaru dari kiprah Maroko di ajang akbar tersebut.

Advertisement

Kemenangan atas Belanda mencerminkan perkembangan nyata sepak bola Maroko. Organisasi permainan yang rapi, mental bertanding yang tangguh, dan kualitas individu menjadi kombinasi yang terus berbuah hasil.

Berstatus peringkat keenam ranking FIFA dan satu tingkat di atas Belanda sebelum duel 32 besar, Maroko mengonfirmasi kualitasnya sejak fase grup, termasuk menahan imbang Brasil.

Mereka tidak lagi sekadar tim kejutan, melainkan kekuatan baru yang sanggup bersaing dengan elite Eropa.


Momok Raksasa Eropa, Dari 2022 ke 2026

Label “momok Eropa” bukan datang tiba-tiba. Di Qatar 2022, Maroko memulangkan Spanyol dan Portugal dari fase gugur. Di Amerika Utara 2026, status itu berlanjut saat giliran Belanda tersingkir di babak 32 besar.

Kontra Belanda, Maroko tidak hanya bertahan. Mereka mampu menguasai pertandingan dalam periode penting, menciptakan peluang, menyamakan skor pada waktu tambahan, lalu menunjukkan keteguhan saat adu penalti hingga menyingkirkan lawannya.

Rangkaian hasil ini lebih dari sekadar kemenangan tunggal. Itu adalah bukti konsistensi performa dan modal mental yang membuat Singa Atlas berbahaya setiap kali berhadapan dengan kandidat unggulan dari Eropa.


Generasi Emas Maroko Terus Menebar Ancaman

Timnas Belanda Vs Timnas Maroko di babak 32 besar Piala Dunia 2026. (Bola.com/Dok.CARL DE SOUZA / AFP).

Datang ke Piala Dunia 2026 dengan skuad bertabur talenta, Maroko memaksimalkan generasi yang sedang berada pada puncak performa. Nama-nama seperti Achraf Hakimi, Ismael Salbari, Brahim Diaz, dan Ayyoub Bouaddi memainkan peran penting dalam stabilitas tim.

Kualitas individu berpadu dengan organisasi permainan yang kuat. Maroko tidak hanya efektif ketika bertahan, tetapi juga berani mengambil inisiatif permainan untuk mengarahkan tempo dan memaksa lawan keluar dari zona nyaman.

Solid sejak fase grup—termasuk saat menahan Brasil—Singa Atlas menunjukkan bahwa kematangan taktik dan mental menjadi fondasi yang membedakan mereka dari sekadar tim yang mengandalkan semangat bertanding.


Tetap Rendah Hati Jelang Tantangan Lawan Kanada

Kiper Timnas Maroko di Piala Dunia 2026, Yassine Bounou. (Bola.com/Dok.Julio Cesar AGUILAR / AFP).

Keberhasilan mencapai fase gugur kembali menempatkan Maroko dalam peta sejarah besar sepak bola Afrika sebagai wakil benua yang mampu bersaing di level tertinggi. Namun, ruang untuk berpuas diri tidak ada dalam kamus skuad ini.

Bek Noussair Mazraoui menekankan pentingnya sikap menjaga kaki tetap menapak bumi. “Kami akan tetap rendah hati karena itulah mengapa kami berada di sini. Tanpa semangat juang yang kami tunjukkan, Anda tidak akan memenangkan pertandingan apa pun,” kata Mazraoui.

Selepas melewati Belanda, Maroko akan menghadapi tuan rumah bersama Kanada pada babak berikutnya. Tingkat tekanan memang berbeda, tetapi Singa Atlas sudah membuktikan kesiapan menghadapi laga-laga besar di turnamen ini.

Sumber: BBC Sport

Berita Terkait