Ketua Umum PB Akuatik Dukung Skema Pelatnas Multiyears, Yakin Cetak Atlet Kelas Dunia

Anindya Bakrie dukung skema Pelatnas multiyears dari Prabowo–Erick, tekankan pembinaan jangka panjang dan pendanaan daerah, optimistis prestasi global.

BolaCom | ThomasDiterbitkan 30 Juni 2026, 19:37 WIB
Ketua Umum PB Akuatik Indonesia Anindya Novyan Bakrie pada gelaran Asian Open Water Swimming Championship 2026 ke-12 dan A-Stream Open Water Swimming series Bali. (Dok Merdeka.com)

Bola.com, Jakarta - Ketua Umum PB Akuatik Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyambut kebijakan anggaran Pelatnas dengan skema multiyears yang didorong Presiden Prabowo Subianto dan menjadi bagian dari inisiatif Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir. Ia menilai langkah ini memperkuat ekosistem olahraga nasional.

Menurut Anindya, pendanaan jangka panjang adalah strategi yang dibutuhkan untuk mencetak atlet Indonesia yang mampu bersaing di level internasional. Pembinaan tidak bisa instan, melainkan harus dirancang berkesinambungan.

Advertisement

PB Akuatik Indonesia yang membawahi renang, polo air, loncat indah, renang artistik, dan renang perairan terbuka menekankan pentingnya kepastian anggaran agar program pembinaan berjalan konsisten dari tahun ke tahun.

Anindya menyebut skema Pelatnas multiyears sebagai fondasi krusial untuk meningkatkan kualitas atlet. Kebijakan yang digerakkan Presiden Prabowo dan menjadi bagian dari inisiatif Erick Thohir itu dinilai memberi arah jelas bagi perencanaan olahraga jangka panjang.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan di panggung dunia memerlukan kesinambungan program. "Untuk mencetak atlet-atlet Indonesia yang berprestasi di tingkat dunia, dibutuhkan pembinaan jangka panjang. Ini tentu membutuhkan anggaran yang multiyears, bukan dianggarkan per tahun," ujar Anindya.

Dengan dukungan pendanaan berjangka, federasi dan cabang olahraga dapat menyusun kalender latihan, uji tanding, hingga tahapan pengembangan performa tanpa terputus setiap pergantian tahun anggaran.


Pembinaan Jangka Panjang dan Sinkronisasi dengan DBON

Anindya menekankan atlet berprestasi dunia tidak lahir dalam waktu singkat. Menurutnya, negara-negara yang konsisten mendominasi ajang seperti Asian Games hingga Olimpiade memiliki sistem pembinaan sejak usia dini yang terstruktur dan berkelanjutan.

Skema anggaran multiyears dipandang memberi kepastian bagi setiap cabang olahraga untuk menyiapkan program latihan berjenjang, pengembangan atlet, serta penetapan target prestasi jangka panjang yang realistis dan terukur.

Sejalan dengan itu, PB Akuatik Indonesia telah menyusun peta jalan pengembangan olahraga akuatik yang diselaraskan dengan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) sebagai panduan pembangunan olahraga Tanah Air.

Ketua umum PB AI Anindya Bakrie (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Pendanaan di Luar Pelatnas dan Harapan Prestasi Global

Di sisi lain, Anindya mengingatkan dukungan anggaran tidak boleh berhenti pada level Pelatnas. Pembibitan di daerah dan pembinaan oleh masing-masing cabang olahraga perlu mendapatkan perhatian agar regenerasi atlet nasional berjalan berkesinambungan.

"Bukan hanya untuk pelatnas saja, masing-masing cabang olahraga juga membutuhkan dukungan pendanaan untuk melakukan pembibitan dan pembinaan," katanya.

Investasi di kelompok usia dini disebut menjadi fondasi penting untuk melahirkan atlet elite di masa depan. Dengan jalur pembinaan yang kuat dari akar rumput hingga nasional, proses peningkatan kualitas akan lebih terukur.

Ia optimistis, kolaborasi pemerintah, organisasi olahraga, dan pemangku kepentingan lain akan memperbesar peluang Indonesia mengangkat prestasi di berbagai ajang internasional. "Dengan pembibitan dan pembinaan yang baik serta dukungan dari pemerintah, saya yakin atlet-atlet kita akan mampu mengibarkan Merah Putih dan mengumandangkan Indonesia Raya di arena dunia," pungkas Anindya.

Berita Terkait