Presiden Paraguay Umumkan Hari Libur usai Singkirkan Jerman di Piala Dunia 2026

Paraguay menetapkan hari libur nasional usai menyingkirkan Jerman di 32 besar Piala Dunia 2026 lewat adu penalti 4-3. Jose Canale penentu.

BolaCom | Asad ArifinDiterbitkan 30 Juni 2026, 20:08 WIB
Pemain Timnas Paraguay merayakan saat Orlando Gill #12 dari Paraguay menyelamatkan penalti keempat Jerman yang diambil oleh Nick Woltemade #11 dari Jerman selama adu penalti pada pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Jerman dan Paraguay di Stadion Boston pada 30 Juni 2026 di Foxborough, Massachusetts. (Megan Briggs/Getty Images melalui AFP)

Bola.com, Jakarta - Paraguay menetapkan hari libur nasional untuk merayakan keberhasilan menyingkirkan Jerman di babak 32 besar Piala Dunia 2026. La Albirroja lolos setelah duel berakhir 1-1 hingga perpanjangan waktu dan dituntaskan lewat adu penalti 4-3.

Keputusan diumumkan beberapa jam setelah kemenangan, menegaskan besarnya arti momen ini bagi negara Amerika Selatan tersebut. Perayaan merebak dari ruang ganti hingga jalan-jalan di ibu kota.

Advertisement

Kemenangan atas juara dunia empat kali itu tercatat sebagai salah satu halaman terbesar dalam sejarah sepak bola Paraguay di Piala Dunia. Mereka datang ke turnamen sebagai tim peringkat ke-41 FIFA sebelum kickoff.

Di Gillette Stadium, penentu kelolosan lahir dari kaki Jose Canale. Bek Paraguay itu menjadi eksekutor terakhir dalam adu penalti yang berlangsung penuh tekanan.


Drama Adu Penalti di Gillette Stadium

Laga Paraguay vs Jerman berakhir 1-1 dalam 120 menit yang ketat. Pertandingan kemudian ditentukan melalui adu penalti, dengan Paraguay menang 4-3.

Jose Canale berdiri sebagai penendang terakhir Paraguay. Dengan ketenangan luar biasa, ia menuntaskan tugasnya dan memastikan langkah La Albirroja ke babak berikutnya.

Begitu bola bersarang, para pemain Paraguay berlari menghampiri Canale. Pelukan, sorak, dan kegembiraan meledak di sisi lapangan, menandai malam yang sulit digambarkan bagi skuad dan suporter.

Suasana di tribun turut menggambarkan intensitas momen itu. Berdasar laporan jurnalis BBC Sport, Elizabeth Conway, air mata mengalir di wajah pendukung Paraguay dari berbagai generasi, sementara seruan "Vamos!" menggema.

Kolektifitas Paraguay teruji lebih dari dua jam menghadapi tekanan Jerman sebelum nasib ditentukan dari titik putih. Adu mental dimenangi tim asal Amerika Selatan tersebut.


Catatan Sejarah untuk Paraguay dan Jerman

Pemain Paraguay merayakan kemenangan atas Jerman pada babak 32 Besar Piala Dunia 2026 bersama fans di stadion (AP Photo/Charles Krupa)

Perjalanan menuju kemenangan ini menegaskan kekuatan mental Paraguay. Skuad La Albirroja dikenal rapi dalam organisasi pertahanan dan sulit dikalahkan.

Pada babak kualifikasi, Paraguay hanya mencetak rata-rata 0,78 gol per pertandingan. Angka itu termasuk yang terendah di antara tim yang mencapai putaran final Piala Dunia, namun tidak mencerminkan karakter mereka saat menghadapi favorit juara.

Di sisi lain, hasil ini menjadi pukulan bersejarah untuk Jerman. Die Mannschaft untuk pertama kalinya tersingkir dari Piala Dunia melalui adu penalti, setelah sebelumnya memenangkan empat drama penalti di turnamen tersebut.

Kekalahan dari Paraguay juga menandai kegagalan adu penalti kedua Jerman dalam turnamen besar setelah final Euro 1976. Catatan ini menambah panjang daftar kekecewaan mereka di panggung internasional.

Konteks ranking semakin menegaskan bobot kemenangan: Paraguay berangkat sebagai tim peringkat ke-41 FIFA sebelum turnamen, sementara Jerman berada jauh di atas mereka dalam daftar tersebut.


Euforia Nasional dan Suara Kamar Ganti

Pemain Paraguay, Mauricio menyundul bola melewati pemain Jerman Joshua Kimmich selama pertandingan sepak bola babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Jerman dan Paraguay di Stadion Boston di Foxborough, AS, Senin (29/06/2026). AFP/ Jewel Samad

Apresiasi puncak mengalir dari pemerintah. Beberapa jam setelah laga, presiden Paraguay mengumumkan hari libur nasional untuk merayakan pencapaian tim sepak bola mereka.

Bek Paraguay, Gustavo Gomez, mengungkapkan kebanggaannya usai memastikan tempat di babak berikutnya. "Saya rasa apa yang kami rasakan saat ini sangat sulit untuk dijelaskan. Saya sangat bangga dengan rekan-rekan setim saya, dengan tim ini. Kami pantas mendapatkan satu pertandingan lagi," ucap bek Paraguay, Gustavo Gomez.

Ia menegaskan identitas permainan tim yang tak kenal menyerah. "Hari ini adalah pertandingan di mana kami perlu menunjukkan jati diri kami sebagai tim Paraguay. Jerman tahu bahwa ini akan sangat sulit bagi mereka. Mereka tahu kami akan berjuang untuk tidak dikalahkan. Kami mendedikasikan ini untuk seluruh rakyat Paraguay," sambungnya.

Perayaan besar di stadion dan jalanan merefleksikan momen kolektif yang dipupuk dari disiplin, ketangguhan, dan eksekusi tenang di babak tos-tosan. Untuk Paraguay, malam itu bukan sekadar tiket ke babak berikutnya, melainkan penanda sejarah baru.

Berita Terkait