Jepang Sangat Terpukul seusai Tersingkir dari Piala Dunia 2026: Masih Punya Banyak Kekurangan, hingga Disebut Terlalu Naif

Timnas Jepang mencari jawaban usai tersingkir dari Piala Dunia 2026.

BolaCom | Radifa ArsaDiterbitkan 01 Juli 2026, 14:00 WIB
Reaksi para pemain Jepang di penghujung pertandingan babak 32 besar Piala Dunia antara Brasil dan Jepang di Houston, Selasa, 30 Juni 2026. (AP Photo/Eric Smith)

Bola.com, Jakarta - Timnas Jepang merasa begitu terpukul dengan kegagalan melenggang dari babak 32 besar Piala Dunia 2026. Wakil Asia yang sempat digadang-gadang sebagai tim kuda hitam, justru tersingkir lebih awal.

Langkah Jepang kandas di hadapan Brasil dalam duel yang berlangsung di NRG Stadium, Houston, Selasa (30-6-2026) dini hari WIB. Sempat unggul, Samurai Biru akhirnya menyerah dengan skor 1-2 karena gol dramatis pada menit-menit akhir.

Advertisement

Hasil ini menimbulkan kekecewaan yang mendalam bagi Samurai Biru yang datang dengan ambisi besar. Mereka akhirnya tersingkir di babak 32 besar dan tercatat gagal memenangkan laga fase gugur Piala Dunia dalam lima kali percobaan.

Gelandang Timnas Jepang, Daichi Kamada, mengungkapkan bahwa Samurai Biru tidak akan pernah memenangkan Piala Dunia apabila sepak bola belum menjadi olahraga nomor satu di Negeri Matahari Terbit tersebut.

"Untuk menjadi negara dengan ambisi serius mengangkat trofi, Anda harus memiliki kualitas yang lebih tinggi, dan ada beberapa aspek di mana kami masih kekurangan," ujar pemain Crystal Palace tersebut, dikutip dari AP.

"Kami harus terus mendongkrak popularitas sepak bola Jepang dan membuatnya lebih baik. Saya merasa jika sepak bola tidak mencapai tingkat di mana ia menjadi olahraga nasional Jepang, kita tidak akan bisa memenangkannya," tambah Kamada.


Bawa Modal Positif

Keito Nakamura #13 dari Timnas Jepang merayakan bersama rekan satu timnya setelah mencetak gol pertama tim pada pertandingan Grup F Piala Dunia 2026 antara Belanda dan Jepang di Stadion Dallas pada 15 Juni 2026 di Arlington, Texas. (Charlotte Wilson/Getty Images melalui AFP)

Jepang sempat memimpin di babak pertama melawan Brasil lewat gol Kaishu Sano (29'). Namun, mereka kebobolan gol penyeimbang 11 menit setelah turun minum, tepatnya melalui tandukan Casemiro (56').

Saat babak perpanjangan waktu tampaknya akan terjadi, Gabriel Martinelli mencetak gol di menit ke-95 untuk membawa Brasil menang.

Kegagalan ini membuat bek Jepang, Shogo Taniguchi, bertanya-tanya apa yang harus mereka lakukan untuk bisa bergabung dengan jajaran elite sepak bola dunia.

"Sangat disayangkan kami kalah, tetapi jika melihat proses menjelang pertandingan dan 3,5 tahun menuju Piala Dunia ini, saya rasa tidak ada hal negatif, kekurangan, atau kesalahan. Itulah mengapa saya merasa sangat positif dan percaya diri saat memasuki turnamen ini," kata Taniguchi.


Jepang Sedikit Naif

Pemain Jepang tampil di lapangan untuk pertandingan Grup F Piala Dunia 2026 antara Tunisia dan Jepang di Stadion Monterrey di Guadalupe, Meksiko, pada 21 Juni 2026. (Julio Cesar AGUILAR/AFP)

Jepang melaju mulus dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia dan menjadi tim pertama yang memastikan tempat di putaran final Piala Dunia 2026. Bahkan, mereka bisa meraih kemenangan atas Brasil dan Inggris dalam laga persahabatan.

Namun, Samurai Biru tiba-tiba dihantam badai cedera yang membuat mereka kehilangan beberapa pemain kunci, seperti Kaoru Mitoma, Takumi Minamino, hingga Wataru Endo menjelang dimulainya Piala Dunia 2026.

Meski begitu, Jepang tetap tampil mengesankan dengan menahan imbang Belanda dan Swedia, serta mengalahkan Tunisia untuk finis sebagai runner-up Grup F.

Penjaga gawang Jepang, Zion Suzuki, mengatakan timnya masih bisa berbenah.

"Masih ada beberapa hal di mana kami terkesan sedikit naif. Saya merasa kami perlu berkembang. Saya rasa tidak salah menghadapi tim-tim besar dengan mentalitas sebagai tim underdog. Saya percaya jika tetap berada di jalur ini, akhir yang indah menanti kami," katanya.


Piala Asia Bukan Obat

Hajime Moriyasu, Pelatih Kepala Jepang, berbicara kepada para pemainnya setelah hasil imbang 1-1 dalam pertandingan Grup F Piala Dunia 2026 antara Jepang dan Swedia di Stadion Dallas pada 25 Juni 2026 di Arlington, Texas. (Lars Baron/Getty Images via AFP)

Setelah ajang ini, Jepang akan mengalihkan fokus menghadapi Piala Asia 2027 yang bakal berlangsung di Arab Saudi pada Januari 2027.

Namun, pelatih Timnas Jepang, Hajime Moriyasu, menganggap trofi Piala Asia 2027 tidak akan bisa mengobati luka yang timbul akibat kegagalan di Piala Dunia 2026.

"Turnamen berikutnya bagi kami adalah Piala Asia, dan kami akan fokus untuk memenangkannya. Namun, bahkan jika kami memenangkan Piala Asia, saya rasa itu tidak akan menghapus rasa sakit akibat kekalahan di Piala Dunia ini," ujar Moriyasu.

Jepang sebetulnya punya catatan prestasi yang impresif karena sudah empat kali menjuarai Piala Asia. Akan tetapi, trofi terakhir yang mereka dapatkan pada ajang antarnegara Asia ini diraih pada edisi 2011.

 

Sumber: AP


Tag Terkait

Berita Terkait