Bentuk Neo Gen Academy, Duet Sergio van Dijk dan Rizky Bagja Langsung Seleksi untuk Ajang Internasional

Bentuk Neo Gen Academy, Duet Sergio van Dijk dan Rizky Bagja Langsung Seleksi untuk Ajang Internasional

BolaCom | Erwin SnazDiterbitkan 04 Juli 2026, 09:00 WIB
Bentuk Neo Gen Academy, Duet Sergio van Dijk - Rizky Bagja Langsung Seleksi untuk Ajang Internasional

Bola.com, Bandung - Neo Gen Academy resmi menggelar seleksi perdana untuk pembinaan pemain muda sebagai langkah awal pembentukan akademi sepak bola di Kota Bandung.

Seleksi tahap pertama digelar Jumat (3/7/2026) di lapangan PPI (Pusat Pendidikan Infanteri), Bandung untuk kelompok usia (KU) 10 tahun sekitar 70 peserta dari 230 pemain yang mendaftar. Seleksi lanjutan rencana akan dijadwalkan pada Minggu (5/7/2026).

Advertisement

Founder Neo Gen Academy, Rizky Bagja mengatakan seleksi ini menjadi bagian dari persiapan mengirimkan pemain terbaik mengikuti turnamen Internasional, Singa Cup di Singapura, November 2026 mendatang.

“Untuk kelompok usia 10 tahun, nantinya akan kami kerucutkan menjadi 15 hingga 20 pemain yang akan diberangkatkan ke Singapura,” jelas Rizky Bagja disela-sela acara seleksi.

“Sementara untuk kelompok usia 15 tahun, kami menyiapkan mereka mengikuti turnamen di Bali yang rencananya berlangsung pada September nanti,” lanjut eks kiper Persib musim 2012/2013.

Neo Gen Academy resmi menggelar seleksi perdana untuk pembinaan pemain muda sebagai langkah awal pembentukan akademi sepak bola di Kota Bandung. (Bola.com/Erwin Snaz)

Neo Gen Academy yang dibentuk bersama Sergio van Dijk ini diakui Rizki Bagja hadir dengan konsep pembinaan yang berbeda.

Karena kata dia tidak langsung membuka seluruh kelompok usia, melainkan dilakukan secara bertahap agar kualitas pembinaan, sumber daya manusia, serta sistem pelatihan benar-benar siap.

“Kami tidak ingin membuka semua kelompok usia sekaligus. Saat ini kami fokus di usia 10 dan 15 tahun agar program yang diberikan benar-benar maksimal,” jelas Bagja.

Bagja menegaskan bahwa Neo Gen Academy didirikan oleh sejumlah mantan pelaku sepak bola Indonesia yang memiliki kepedulian terhadap pembinaan usia dini.

Menurutnya, banyak akademi saat ini terlalu berorientasi pada hasil instan, padahal proses pembentukan karakter dan kemampuan pemain jauh lebih penting.

“Kami ingin menghadirkan budaya pembinaan yang percaya pada proses. Anak-anak tidak dituntut harus langsung menjadi juara, tetapi bagaimana mereka berkembang dari yang belum bisa menjadi mampu. Prestasi akan mengikuti ketika proses pembinaannya berjalan dengan baik,” ungkapnya.


Libatkan Sergio van Dijk

Duel bola udara antara Sergio van Dijk dengan bek Madura United, Fabiano Beltrame pada laga TSC. Meski gagal mencetak gol saat debutnya namun pemain Adelaide United ini sempat merepotkan barisan pertahanan lawan. (Bola.com)

Lebih lanjut Bagja mengungkapkan Neo Gen Academy tersebut juga akan melibatkan beberapa pemain Diaspora, selain eks striker Persib Bandung dan Timnas Indonesia, Sergio van Dijk, yang juga sebagai founder.

“Ya, kami akan melibatkan beberapa pemain diaspora untuk mendukung pengembangan pemain muda di Neo Gen Academy ini,” tandas Bagja.

Untuk menunjang kualitas pembinaan, Neo Gen Academy berencana menjadikan kawasan Sabuga ITB sebagai homebase latihan.

Menurutnya, fasilitas latihan yang berkualitas menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk pemain muda yang mampu berkembang secara maksimal.

Neo Gen Academy nantinya akan membuka kelompok usia mulai KU-6 hingga KU-15 secara bertahap. Akademi juga menyediakan jalur beasiswa bagi siswa berprestasi melalui sistem promosi dan degradasi sehingga setiap pemain memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang berdasarkan performanya.

Tak hanya itu, Neo Gen Academy telah menjalin kerja sama dengan sejumlah klub dan akademi di Jepang, Portugal, serta Belanda.

Kerja sama tersebut akan membuka peluang bagi para pemain untuk mengikuti program latihan maupun trial di luar negeri.

Melalui program tersebut, Neo Gen Academy dikatakan Bagja ingin membangun pola pikir bahwa pemain muda Indonesia memiliki kesempatan untuk berkarier tidak hanya di kompetisi nasional, tetapi juga di level internasional.

“Jadi, Neo Gen ini ingin menjadi jembatan bagi anak-anak yang memiliki mimpi besar dan memberikan kesempatan agar mereka berani mencoba pengalaman bermain di luar negeri dan mengejar karier sepak bola di tingkat yang lebih tinggi,” ucap Bagja sambil mengakhiri.

Berita Terkait