Pelukan Cristiano Ronaldo ke Luka Modric, Simbol Persahabatan Panjang

Cristiano Ronaldo dan Luka Modric berpelukan usai Portugal menaklukkan Kroasia 2-1 di 32 Besar Piala Dunia 2026; penghormatan, rekor Modric, pujian Ronaldo.

BolaCom | Asad ArifinDiperbarui 03 Juli 2026, 21:49 WIB
Luka Modric dan Cristiano Ronaldo kala masih membela Real Madrid. (AFP Photo/Karim Sahib)

Bola.com, Jakarta - Cristiano Ronaldo dan Luka Modric menghadirkan momen emosional pada babak 32 Besar Piala Dunia 2026. Seusai Portugal mengalahkan Kroasia 2-1 di Toronto Stadium, keduanya berpelukan di tengah lapangan.

Gestur itu merefleksikan persahabatan yang terjalin selama bertahun-tahun di Real Madrid dan langsung menyita perhatian publik sepak bola. Di balik pertandingan yang berlangsung sengit selama 90 menit, rasa hormat dua legenda itu tampak jelas.

Advertisement

Bagi Ronaldo, kemenangan ini menjaga asa untuk mewujudkan mimpi menjadi juara dunia. Di sisi lain, kekalahan Kroasia berpotensi menandai akhir perjalanan Modric di panggung Piala Dunia.


Momen Emosional di Toronto Stadium

Cristiano Ronaldo dan Luka Modric berpelukan usai laga Portugal vs Kroasia di babak 32 Besar Piala Dunia 2026 - AP Photo/Jared Freed

Setelah peluit panjang, Ronaldo segera menghampiri Modric. Kapten Portugal itu memeluk mantan rekan setimnya yang tampak terpukul karena Kroasia harus tersingkir.

Momen sederhana tersebut menjadi simbol persahabatan yang telah terjaga lama. Di tengah persaingan ketat selama laga, keduanya menunjukkan rasa saling menghormati sebagai sesama ikon sepak bola.

Isyarat itu cepat menyebar dan menjadi sorotan. Publik melihat bagaimana dua bintang besar menjaga nilai sportivitas di fase gugur turnamen ini.


Jejak Kebersamaan di Real Madrid

Kebersamaan Ronaldo dan Modric di Real Madrid membentuk hubungan yang erat. Selama bertahun-tahun, keduanya menjadi pilar dalam salah satu era paling sukses Los Blancos.

Mereka bersama-sama memenangkan berbagai trofi, termasuk enam gelar Liga Champions Eropa. Rangkaian gelar tersebut menegaskan status mereka dalam sejarah klub.

Kesuksesan itu membuat nama Ronaldo dan Modric dikenang sebagai bagian dari generasi emas Real Madrid. Ikatan inilah yang terlihat kembali di Toronto Stadium.


Akhir Era Luka Modric di Panggung Piala Dunia

Kekalahan dari Portugal terasa menyakitkan bagi Modric. Gelandang 40 tahun itu sebelumnya telah mengisyaratkan bahwa karier internasionalnya mendekati garis akhir. "Saya tahu saya telah mencapai fase tertentu dalam karier saya," kata Modric baru-baru ini.

Piala Dunia 2026 menjadi edisi kelima yang diikutinya sepanjang karier. Ia tampil sebagai starter pada keempat pertandingan Kroasia di turnamen tersebut dan mencatatkan penampilan ke-23 di ajang Piala Dunia.

Beberapa hari sebelumnya, Modric merayakan penampilan ke-200 bersama Kroasia saat mengalahkan Panama pada fase grup. Rekan-rekan setimnya bahkan mengangkatnya ke udara sebagai bentuk penghormatan.


Ronaldo Beri Penghormatan untuk Modric

Ronaldo menjadi salah satu orang pertama yang menghibur Modric selepas laga. Sikap itu mencerminkan rasa hormat yang tumbuh selama keduanya berbagi ruang ganti di Madrid.

"Saya bermain dengan Luka selama bertahun-tahun," kata mantan rekan setim Modric di Real Madrid, Cristiano Ronaldo. "Usia kami hampir sama. Saya pikir dia adalah legenda sepak bola. Dia tetaplah legenda sepak bola," tegas kapten Portugal itu.

Menurut Ronaldo, pencapaian Modric akan tetap dikenang sepanjang masa. Ucapan itu melengkapi pelukan yang menyimbolkan persahabatan yang tetap terjaga meski jalan di Piala Dunia kini berpisah.

Berita Terkait