Bola.com, Jakarta - Real Madrid menatap bursa transfer musim ini dengan neraca yang sehat berkat arus keluar pemain yang jarang tersorot. Media Portugal A Bola menyebut Los Blancos mengantongi 92 juta poundsterling atau sekitar Rp 2,3 triliun dari pos tersebut.
Di saat yang sama, proses restrukturisasi skuad berjalan cepat sejak kembalinya Jose Mourinho ke kursi pelatih. Madrid sudah mendaratkan Marc Cucurella, Denzel Dumfries, Bernardo Silva, dan Ibrahima Konate.
Kedatangan nama-nama anyar itu tidak menuntut pengeluaran besar di muka. Mereka bisa merekrut muka baru usai menjual pemain-pemain terlupakan.
Rincian Pemasukan dan Klausul Balik Beli
Pemasukan terbesar Real Madrid datang dari penjualan Nico Paz ke Como. Kontribusi besar selama menjalani status pinjaman meyakinkan Como untuk mengeluarkan 51 juta poundsterling baginya.
Nilai tersebut menempatkan Paz sebagai penjualan termahal kedua lulusan akademi klub, hanya kalah dari Alvaro Morata. Madrid juga menyertakan opsi pembelian kembali pada musim berikutnya senilai 68 juta poundsterling.
Real Madrid memperoleh uang besar lain dari penjualan Victor Munoz ke Liverpool. Sedang dipinjamkan ke Osasuna, Liverpool mengaktifkan klausul pembelian sebesar 34 juta poundsterling, dengan 17 juta poundsterling diberikan ke Real Madrid.
Selain itu, transfer Mario Gila ke AC Milan, Alvaro Rodriguez ke Bournemouth, dan Mario Martin ke Getafe berbuah 16 juta poundsterling. Rangkaian transaksi ini menambah kuat ruang gerak Madrid di bursa.
Jika merujuk laporan A Bola, total arus masuk dari penjualan pemain tersebut mencapai 92 juta poundsterling. Angka itu menjadi penopang penting dalam agenda peremajaan skuad.
Strategi Rekrutmen di Era Mourinho
Madrid sudah mengamankan Marc Cucurella, Denzel Dumfries, Bernardo Silva, dan Ibrahima Konate sebagai bagian dari restrukturisasi besar sejak Jose Mourinho kembali menakhodai tim. Keempatnya datang untuk mempertebal kedalaman skuad.
Gerak rekrutmen musim panas ini hadir sebagai perbaikan kesalahan tahun lalu. Pada 2025, Madrid mengeluarkan 145 juta pounds untuk Alvaro Carreras, Dean Huijsen, Trent Alexander-Arnold, dan Franco Mastantuono.
Kuartet tersebut gagal mengamankan posisi di tim inti. Penampilan inkonsisten bahkan membuat mereka tidak masuk skuad Piala Dunia 2026.
Dengan sokongan dana dari penjualan pemain, Real Madrid dapat menuntaskan prioritas tanpa menambah beban biaya berlebihan. Strategi ini menyasar keseimbangan antara investasi dan efektivitas komposisi skuad.
Manuver yang lebih terukur diharapkan menghidupkan kembali kompetisi internal dan kestabilan performa. Sejauh ini, langkah-langkah tersebut menegaskan arah yang lebih jelas di era Mourinho.