Diego Forlan Didaulat Jadi Pelatih Interim Uruguay Setelah Gagal di Piala Dunia 2026

AUF menunjuk Diego Forlan (47) sebagai pelatih interim Uruguay pada 12 Juli 2026 usai Marcelo Bielsa mundur pasca kegagalan fase grup Piala Dunia 2026.

BolaCom | ThomasDiterbitkan 13 Juli 2026, 10:25 WIB
Legenda sepak bola Uruguay, Diego Forlan, berpose di karpet merah menjelang acara Undian Resmi Piala Dunia 2026 di John F. Kennedy Center for the Performing Arts, Washington, DC, Amerika Serikat, 5 Desember 2025. (Kevin Dietsch/Getty Images/AFP)

Bola.com, Jakarta - Asosiasi Sepak Bola Uruguay (AUF) menunjuk Diego Forlan sebagai pelatih kepala sementara tim nasional Uruguay. Pengumuman disampaikan pada Minggu, 12 Juli 2026, menyusul pengunduran diri Marcelo Bielsa setelah kegagalan di fase grup Piala Dunia 2026. Forlan saat ini berusia 47 tahun.

Uruguay tersingkir di Grup H dengan hanya dua poin dan tanpa satu pun kemenangan. Mereka finis ketiga di belakang Spanyol dan Tanjung Verde, serta berada di atas Arab Saudi.

Advertisement

Penunjukan Forlan diharapkan membawa stabilitas dan memulihkan kepercayaan diri skuad La Celeste. Tugas awalnya memadukan pemain berpengalaman dengan generasi baru serta mengembalikan semangat tim.


Kegagalan di Piala Dunia 2026 dan Dampaknya

Selebrasi pemain Uruguay, Diego Forlan (kiri) usai menjebol gawang Jerman dalam pertandingan perebutan tempat ketiga di Piala Dunia 2010. Forlan berhasil menyabet Golden Ball atau terpilih sebagai pemain terbaik dengan mencetak lima gol dan satu assist. (AFP/Franck Fife)

Di Piala Dunia 2026, Uruguay menutup fase grup di posisi ketiga Grup H dengan dua poin. Catatannya dua kali imbang dan satu kekalahan.

Hasil imbang diraih 1-1 melawan Arab Saudi dan 2-2 kontra Tanjung Verde. Satu kekalahan terjadi saat tumbang 0-1 dari Spanyol.

Spanyol memimpin grup dengan tujuh poin, disusul Tanjung Verde dengan tiga poin. Uruguay mengoleksi dua poin dan unggul atas Arab Saudi yang juga mencatat dua poin.

Catatan tersebut menjadikan Uruguay satu-satunya wakil Amerika Selatan yang tidak berhasil melaju ke babak 32 besar. Menyikapi hasil ini, Marcelo Bielsa mengambil tanggung jawab penuh dan mengumumkan pengunduran diri.

Kontrak Bielsa dengan AUF memang dijadwalkan berakhir setelah turnamen tersebut. Ia telah menyatakan bahwa pekerjaannya akan usai setelah Piala Dunia.


Mandat Diego Forlan dan Agenda Timnas Uruguay

Penunjukan Forlan memiliki makna simbolis yang kuat bagi La Celeste. Ia secara luas dihormati sebagai salah satu pemain terhebat dalam sejarah sepak bola Uruguay.

Misi utamanya adalah memadukan pemain-pemain berpengalaman dengan generasi baru. Fokus lainnya memulihkan semangat tim yang terpukul oleh penampilan mereka di turnamen akbar tersebut.

Forlan akan memimpin tim senior dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2030 yang dijadwalkan pada September, Oktober, dan November mendatang. Selain itu, Uruguay akan menjalani serangkaian pertandingan persahabatan hingga Maret 2027.

Di bawah kepemimpinannya, diharapkan Uruguay dapat menemukan kembali identitas dan performa terbaiknya. Agenda tersebut menjadi pijakan menghadapi tantangan kompetitif ke depan.


Kontrak Sementara, Peran Ganda, dan Rekam Jejak

Kontrak awal Diego Forlan sebagai pelatih kepala sementara timnas Uruguay akan berlangsung hingga Maret 2027. Pada periode tersebut, federasi akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerjanya sebelum memutuskan perpanjangan atau menunjuk pelatih kepala baru untuk siklus Piala Dunia berikutnya.

Selain tugasnya di tim senior, Forlan juga akan tetap menjabat sebagai pelatih kepala tim nasional Uruguay U-20. Tim U-20 ini dijadwalkan akan berkompetisi di Kejuaraan U-20 Amerika Selatan pada Januari 2027.

Penunjukan Forlan yang bersifat sementara ini juga dipengaruhi oleh pemilihan presiden yang akan datang di dalam asosiasi. Keputusan jangka panjang ditunda sembari menunggu proses tersebut.

Meski memiliki pengalaman kepelatihan yang terbatas, Forlan pernah melatih Penarol pada tahun 2020 selama sebelas pertandingan. Ia juga menangani Atenas de San Carlos di divisi kedua Uruguay untuk dua belas pertandingan.

Penunjukannya dilihat sebagai upaya untuk mengembalikan stabilitas dengan menempatkan tokoh nasional yang dihormati di pucuk pimpinan.

Berita Terkait