Rekam Trofi Pelatih Semifinalis Piala Dunia 2026

Spanyol, Argentina, Prancis, dan Inggris ke semifinal Piala Dunia 2026. Adu prestasi Tuchel, Scaloni, De la Fuente, dan Deschamps mengemuka.

BolaCom | Asad ArifinDiterbitkan 13 Juli 2026, 23:43 WIB
Pelatih kepala Timnas Prancis, Didier Deschamps, tiba menjelang pertandingan Grup I Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Irak di Stadion Philadelphia di Philadelphia pada 23 Juni 2026. (Mauro PIMENTEL / AFP)

Bola.com, Jakarta - Spanyol, Argentina, Prancis, dan Inggris resmi mengamankan tempat di semifinal Piala Dunia 2026. Undian mempertemukan Prancis melawan Spanyol, sementara Inggris berhadapan dengan Argentina.

Dua partai tersebut bukan sekadar duel para bintang di lapangan, melainkan juga panggung adu kecermatan empat pelatih dengan latar pengalaman dan koleksi trofi yang berbeda. Nama-nama besar itu adalah Thomas Tuchel, Lionel Scaloni, Luis de la Fuente, dan Didier Deschamps.

Advertisement

Keempatnya telah mengangkat trofi bergengsi dalam karier. Rekam jejak mereka menjadi salah satu fondasi yang mengantar negara masing-masing menembus empat besar Piala Dunia 2026.


Thomas Tuchel dan Inggris

Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, berbincang dengan Jude Bellingham saat pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Republik Demokratik Kongo di Atlanta Stadium, Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, Selasa (1/7/2026). (Michael Reaves/Getty Images/AFP)

Thomas Tuchel menjalani pengalaman pertamanya sebagai pelatih tim nasional bersama Inggris. Sebelum itu, pelatih asal Jerman ini membangun reputasi di level klub bersama deretan tim elite Eropa.

Namanya mencuri perhatian saat membawa Borussia Dortmund menjuarai DFB Pokal pada 2017. Laju positif berlanjut di Paris Saint-Germain melalui raihan Ligue 1 musim 2018/19 dan 2019/20, Coupe de France 2019/20, Coupe de la Ligue 2019/20, serta Trophée des Champions pada 2018 dan 2019.

Prestasi Tuchel kian lengkap ketika menukangi Chelsea. Ia mempersembahkan gelar Liga Champions 2020/21, UEFA Super Cup 2021, dan Piala Dunia Antarklub 2021 untuk klub asal London tersebut.

Selepas pindah ke Bayern Munchen, koleksi trofi Tuchel bertambah lewat gelar Bundesliga 2022/23. Kini, ia berpeluang melengkapi daftar prestasinya dengan membawa Inggris menjuarai Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1966.


Lionel Scaloni dan Argentina

Penyerang Timnas Argentina, Julian Alvarez (kiri), merayakan gol keduanya bersama pelatih Lionel Scaloni pada laga perempat final Piala Dunia 2026 melawan Swiss di Kansas City Stadium, Kansas City, Missouri, Amerika Serikat, Minggu (12/7/2026) pagi WIB. (Lars Baron/Getty Images/AFP)

Lionel Scaloni tidak memiliki karier internasional yang mencolok sebagai pemain, dengan catatan tujuh penampilan bersama tim senior Argentina. Namun, jalur kepelatihannya melampaui pencapaian saat masih aktif bermain.

Di bawah arahannya, Argentina mengakhiri penantian panjang akan gelar internasional. La Albiceleste menjuarai Copa America 2021 sebelum mencapai puncak dengan menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar.

Kesuksesan di Qatar menutup puasa gelar dunia Argentina selama 36 tahun. Scaloni kemudian melanjutkan dominasi dengan mengantar Argentina menjuarai Finalissima 2022.

Rekam jejaknya kian kuat setelah mempertahankan superioritas di Amerika Selatan lewat gelar Copa America 2024. Rangkaian prestasi tersebut menempatkan Scaloni di jajaran pelatih tim nasional paling sukses dalam beberapa tahun terakhir.


Luis de la Fuente dan Spanyol

Luis de la Fuente membangun karier kepelatihannya secara bertahap di lingkungan tim nasional Spanyol. Ia mulai dipercaya menangani tim U-19 pada 2013, lalu naik ke U-21 dan U-23, sebelum akhirnya mengambil alih tim senior pada 2022.

Pendekatan berjenjang itu membuat De la Fuente sangat memahami karakter serta kebutuhan pemain Spanyol. Banyak sosok yang kini menjadi tulang punggung tim senior pernah berkembang di bawah arahannya.

Di level usia muda, prestasinya tercatat melalui gelar Euro U-19 pada 2015 dan keberhasilan mengantar Spanyol menjadi juara Euro U-21 edisi 2019.

Pada periode tim senior, De la Fuente langsung memberi dampak dengan mempersembahkan UEFA Nations League 2022/23. Ia kemudian memantapkan reputasinya lewat gelar Euro 2024.


Didier Deschamps dan Prancis

Didier Deschamps merupakan salah satu sosok paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Prancis. Saat masih bermain, ia mencatatkan 103 penampilan dan menjadi kapten ketika Les Bleus menjuarai Piala Dunia 1998 serta Euro 2000.

Ketika beralih ke dunia kepelatihan, Deschamps juga mengumpulkan trofi di level klub. Ia membawa AS Monaco menjuarai Coupe de la Ligue 2002/03, mengantar Juventus menjuarai Serie B 2007, serta bersama Marseille mempersembahkan Ligue 1 2009/10, tiga gelar Coupe de la Ligue, dan dua Trophée des Champions.

Kesuksesan terbesar Deschamps hadir bersama tim nasional Prancis. Ia mengantar Les Bleus menjadi juara Piala Dunia 2018 dan meraih UEFA Nations League 2020/21, mengukuhkannya sebagai salah satu pelatih tersukses dalam sepak bola internasional.

Berita Terkait