Yakin Spanyol Melaju, Lamine Yamal Bilang Prancis yang Harus Takut

Jelang semifinal Piala Dunia 2026, Lamine Yamal menegaskan Prancis yang harus takut pada Spanyol; singgung rekor pertemuan, gaya main.

BolaCom | ThomasDiterbitkan 14 Juli 2026, 11:23 WIB
Bintang Spanyol Lamine Yamal merayakan gol ke gawang Arab Saudi pada laga Grup H Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Senin (22/6/2026) dini hari WIB. (AFP/Justin Setterfield)

Bola.com, Jakarta - Lamine Yamal mengirim pesan tegas jelang semifinal Piala Dunia 2026 kontra Prancis. Penyerang muda Spanyol itu menyebut lawanlah yang seharusnya merasa khawatir menghadapi La Furia Roja.

Pemain Barcelona tersebut akan genap berusia 19 tahun pada 13 Juli dan menyebut duel ini sebagai "pertandingan terpenting dalam hidup saya". Tiket ke final jadi taruhannya.

Advertisement

Laga Spanyol vs Prancis diprediksi berlangsung ketat. Namun Yamal menolak rasa gentar dan justru menggeser tekanan ke kubu Les Bleus.

Kepercayaan dirinya bersandar pada performa tim, rekor pertemuan terbaru, serta gaya main yang diyakini bisa menentukan hasil.


Keyakinan Jelang Semifinal Piala Dunia 2026

Lamine Yamal dari Spanyol memberi isyarat selama pertandingan babak 32 besar Piala Dunia melawan Austria di Inglewood, California, dekat Los Angeles, Jumat, 3 Juli 2026. (AP Photo/Andre Penner)

Yamal menilai Spanyol datang dengan mentalitas tepat menghadapi partai besar. "Jika ada yang harus takut, itu mereka (Prancis). Kami sudah menyingkirkan mereka," ujarnya.

Ia menilai kedua kubu sama-sama berkualitas, namun Spanyol tak melihat alasan untuk mundur selangkah. "Kami adalah dua tim yang fantastis, menurut saya dua tim terbaik, tetapi kami tidak takut".

Keyakinan pribadi Yamal pun tak terbantahkan. Jelang ulang tahunnya, ia menyebut duel ini sebagai "pertandingan terpenting dalam hidup saya" dan menegaskan Spanyol siap untuk panggung besar.


Rekam Pertemuan dan Gaya Bermain Spanyol

Yamal menyoroti catatan terbaru pertemuan kedua negara. Spanyol telah mengungguli Prancis di semifinal Euro 2024 dan semifinal UEFA Nations League 2025. "Mereka belum pernah mengalahkan kami sejak Euro," katanya. "Mereka tidak mungkin lebih baik dari kami".

Ia juga menanggapi performa impresif Prancis di fase grup Piala Dunia 2026, yang mencatat enam kemenangan dan 16 gol. Bagi Yamal, itu bukan tolok ukur di fase gugur. "Itu tidak penting, babak penyisihan grup tidak berarti apa-apa, lihat saja Jerman," ucapnya.

Tekanan permainan Prancis diperkirakan akan hadir, namun Yamal meragukan intensitas itu bertahan penuh. "Tidak ada tim yang mustahil dikalahkan. Prancis tidak lebih baik dari kami," tegasnya. "Saya tidak berpikir ada tim yang bisa bermain satu lawan satu dengan kami di seluruh lapangan," jelasnya.

Spanyol disebut akan setia pada identitas permainan. "Kami akan bermain dengan cara yang kami tahu, dan kami akan mencoba untuk menjaga penguasaan bola," tutur Yamal. Ia menambahkan, "Kami akan bermain dengan gaya kami sendiri dan dengan keberanian".


Respons Prancis dan Ambisi Pribadi Yamal

Selain bicara tim, Yamal mematok target pribadi tertinggi. "Saya pikir saya akan memenangkan Piala Dunia tahun ini," katanya. Menurutnya, kemenangan dan mencapai final akan menjadi hadiah ulang tahun terbaik.

Soal beban laga besar, ia menanggapinya santai. "Tidak ada tekanan. Saya bermain sesuai kemampuan saya, dan saya tidak akan pernah bermain lebih baik atau lebih buruk dari yang saya tahu," ucapnya. Ia percaya saat seseorang memberi yang terbaik, tekanan tak terasa.

Dari kubu lawan, Ibrahima Konate menegaskan Prancis tidak goyah oleh ucapan sang wonderkid. "Apakah Prancis takut dengan Spanyol? Tidak. Sejujurnya, kami tidak memperhatikan apapun yang dikatakan jelang pertandingan. Kami tidak perlu takut dengan siapa pun," tegas Konate, Senin (13/7/2026).

Jules Kounde, rekan setim Yamal di Barcelona, memahami karakter juniornya itu. Menurutnya, pernyataan Yamal adalah bahan bakar motivasi, bukan pelecehan. "Tidak pernah sekalipun kami merasa Lamine tidak menghormati kami. Saya mengenalnya dengan sangat baik dan saya tahu itu hanyalah bentuk kepercayaan diri sekaligus motivasi tambahan baginya," ujar Kounde, Selasa (14/7/2026).

Berita Terkait