Adrien Rabiot: Prancis Siap dan Rendah Hati Jelang Semifinal Piala Dunia 2026 vs Spanyol

Rabiot menegaskan Prancis siap hadapi Spanyol di semifinal Piala Dunia 2026: percaya diri namun tetap rendah hati, fokus pada kolektivitas lawan.

BolaCom | Serafinus Sapto Prasetyo UnuspasiDiterbitkan 14 Juli 2026, 12:16 WIB
France's Kylian Mbappe (10) reacts after scoring his team's second goal during the World Cup Group I soccer match between France and Iraq in Philadelphia, Monday, June 22, 2026. (AP Photo/Petr David Josek)

Bola.com, Jakarta - Adrien Rabiot menegaskan Timnas Prancis datang ke semifinal Piala Dunia 2026 dengan persiapan matang. Gelandang Juventus itu menyebut Les Bleus percaya diri menghadapi Spanyol, tanpa meninggalkan sikap rendah hati.

Skuad arahan Didier Deschamps tiba di empat besar dengan catatan solid. Mereka menyapu bersih fase grup, lalu menyingkirkan Swedia 3-0 di babak 32 besar, menang 0-1 atas Paraguay pada 16 besar, dan membekuk Maroko 2-0 di perempat final.

Advertisement

Jatah ke partai puncak kini diperebutkan melawan La Furia Roja. Rabiot menilai fokus dan kesiapan menjadi kunci untuk mengamankan tiket final Piala Dunia 2026.


Fokus dan Persiapan Prancis Menuju Semifinal

Timnas Prancis menjalani sesi latihan di NY Red Bulls Training Facility, New York, Senin (15/6/2026) siang waktu setempat. (AFP/FRANCK FIFE)

Rabiot menyebut perjalanan Prancis sejauh ini memberi modal positif, namun ia menggarisbawahi pentingnya tetap membumi. Menurutnya, rasa percaya diri berjalan beriringan dengan etos kerja dan kesiapan menghadapi level ujian berikutnya.

"Kami fokus dan akan mempersiapkan pertandingan ini dengan cara sebaik mungkin. Kami percaya diri dengan perjalanan yang telah kami lalui sejauh ini, dan itu wajar. Namun, kami juga harus tetap rendah hati, karena itulah yang menjadi kekuatan kami sejak awal turnamen," ujar Rabiot.

Ia menambahkan bahwa target utama kini berada di depan mata, dengan satu tempat di final sebagai taruhannya. "Sekarang ada satu tempat di final yang dipertaruhkan, dan kami berharap bisa melangkah hingga akhir."

Les Bleus mengandalkan konsistensi performa sejak fase grup hingga fase gugur. Rabiot menilai menjaga standar permainan dan disiplin menjadi fondasi untuk melewati tantangan semifinal.


Bukan Hanya Yamal, Prancis Bidik Kolektivitas Spanyol

Penyerang Belgia #17, Charles De Ketelaere, dan bek Timnas Spanyol #14, Aymeric Laporte, berebut bola pada pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Belgia di Stadion Los Angeles di Inglewood pada 10 Juli 2026. (Etienne LAURENT/AFP)

Menanggapi ancaman Lamine Yamal yang menjadi salah satu poros permainan Spanyol, Rabiot menegaskan tidak ada pendekatan spesial untuk satu individu. Ia menyebut perhatian utama tertuju pada cara kerja tim lawan secara kolektif.

"Tidak, tidak ada rencana khusus untuk menghadapi Yamal. Kami fokus pada Spanyol sebagai sebuah tim, bukan kepada satu pemain."

Rabiot menilai Spanyol berbahaya di berbagai fase permainan, dari penguasaan bola hingga kombinasi antarpemain. Ia menekankan pentingnya meredam mekanisme tim La Furia Roja untuk membuka peluang menang.

"Kami tahu mereka adalah tim yang berbahaya di semua area lapangan, baik saat menguasai bola, bermain di ruang sempit dekat kotak penalti, dalam kombinasi antarpemain, maupun melalui para penyerangnya. Yang harus kami lakukan adalah membatasi sistem permainan mereka, bukan hanya satu pemain," tegas Rabiot.

Dengan fokus pada organisasi permainan dan intensitas di setiap lini, Prancis mengincar kendali ritme laga. Pendekatan itu sejalan dengan prinsip Rabiot: mengutamakan struktur kolektif, lalu memaksimalkan kualitas individu ketika peluang hadir.

Sumber: France News 24

Berita Terkait