Ivan Barton Pimpin Semifinal Prancis vs Spanyol

FIFA menunjuk Ivan Barton asal El Salvador untuk memimpin semifinal Piala Dunia 2026 Prancis vs Spanyol di AT&T Stadium, Rabu 15 Juli 2026, 02.00 WIB.

BolaCom | ThomasDiterbitkan 14 Juli 2026, 12:16 WIB
Wasit Ivan Barton (AFP)

Bola.com, Jakarta - FIFA menunjuk Ivan Barton, wasit asal El Salvador, untuk memimpin semifinal Piala Dunia 2026 yang mempertemukan tim nasional Prancis dan Spanyol. Penunjukan ini menempatkan Barton pada panggung utama turnamen.

Keputusan tersebut menjadi lompatan besar dalam kariernya sekaligus menjadikannya wasit pertama dari El Salvador yang dipercaya memimpin laga semifinal di ajang sepak bola terbesar dunia itu.

Advertisement

Laga Prancis vs Spanyol dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 15 Juli 2026, pukul 02.00 WIB di Stadion Dallas, Texas, yang juga dikenal sebagai AT&T Stadium di Arlington.

Dikenal otoriter dan ekspresif dalam memimpin pertandingan, Barton memiliki latar belakang akademis sebagai ahli kimia dan pernah menjadi dosen di Universitas El Salvador sebelum menyandang status wasit FIFA sebelum usia 30 tahun.


Jadwal dan Venue Laga Prancis vs Spanyol

Semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Spanyol akan digelar Rabu, 15 Juli 2026, pukul 02.00 WIB. Kick-off dini hari waktu Indonesia itu menandai duel penentu tiket ke partai puncak.

Pertandingan berlangsung di Stadion Dallas, Texas, yang juga dikenal sebagai AT&T Stadium di Arlington. Venue ini menjadi salah satu panggung utama gelaran akbar tersebut.

Penunjukan Barton untuk laga krusial ini menambah sorotan pada jalannya pertandingan, mengingat otoritasnya di lapangan dan pengalaman memimpin sejumlah partai penting di turnamen.


Profil dan Penunjukan Ivan Barton

Ivan Barton tercatat sebagai wasit berkebangsaan El Salvador yang dikenal dengan gaya memimpin yang tegas dan ekspresif. Karakternya itu kerap membentuk ritme pertandingan tetap terkontrol.

Sebelum fokus penuh sebagai pengadil lapangan, Barton berkarier di dunia akademik sebagai seorang ahli kimia dan pernah mengajar di Universitas El Salvador. Latar belakang tersebut mewarnai profilnya sebagai figur yang disiplin.

Ia menyandang badge FIFA sebelum berusia 30 tahun. Penunjukan memimpin semifinal Prancis vs Spanyol sekaligus memastikan namanya menorehkan pencapaian bersejarah sebagai wasit pertama dari El Salvador di babak empat besar Piala Dunia.


Rekam Jejak Barton di Piala Dunia

Laga Prancis vs Spanyol akan menjadi pertandingan keempat yang dipimpin Barton di Piala Dunia 2026. Tiga laga sebelumnya adalah fase grup Turki melawan Paraguay dan Jepang melawan Swedia, serta babak 16 besar yang mempertemukan Swiss dengan Kolombia.

Partisipasinya di panggung dunia tidak berhenti pada edisi ini. Di Piala Dunia 2022, Barton juga memimpin tiga pertandingan, termasuk laga babak 16 besar antara Inggris dan Senegal.

Dengan total enam penampilan sebelum laga semifinal ini, Barton mencatatkan diri sebagai wasit asal CONCACAF dengan jumlah pertandingan terbanyak di Piala Dunia.


Tim Ofisial dan Penerapan "Prestianni Law"

Pada semifinal ini, Barton akan didampingi tim ofisial yang solid. David Moran dari El Salvador dan Antonio Pupiro dari Nikaragua bertugas sebagai asisten wasit.

Glenn Nyberg dari Swedia ditunjuk sebagai ofisial keempat, sementara Mahbod Bigi, juga dari Swedia, akan bertindak sebagai wasit cadangan untuk melengkapi susunan perangkat pertandingan.

Barton sebelumnya menjadi sorotan karena ketegasannya menerapkan aturan yang dikenal sebagai "Prestianni Law" atau "Vinicius Law". Aturan ini melarang pemain menutup mulut dengan tangan saat berbicara kepada lawan demi mencegah penyembunyian ucapan yang berpotensi rasis.

Penerapan aturan tersebut terlihat saat ia mengusir Miguel Almiron pada laga fase grup Turki vs Paraguay di Piala Dunia 2026. Insiden serupa juga terjadi pada bek Ekuador, Piero Hincapie, yang diusir saat menghadapi Meksiko.

Penunjukan Barton untuk pertandingan sepenting semifinal menegaskan komitmen FIFA menjaga sportivitas dan integritas komunikasi antarpemain di lapangan, sekaligus mengirimkan pesan jelas terkait toleransi terhadap perilaku tidak sportif.

Berita Terkait