Argentina Minta Pakai Jersey Tandang di Semifinal Lawan Inggris, Percaya pada Takhayul?

Argentina meminta FIFA mengizinkan jersey tandang biru saat melawan Inggris di semifinal Piala Dunia 2026, Atlanta. Keputusan diumumkan jelang kick-off.

BolaCom | Asad ArifinDiterbitkan 14 Juli 2026, 14:21 WIB
Penyerang Timnas Argentina, Lionel Messi, saat melawan Timnas Yordania. (Bola.com/Dok.AFP/Paul ELLIS).

Bola.com, Jakarta - Semifinal Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Inggris memanas bahkan sebelum kick-off. La Albiceleste mengajukan permohonan kepada FIFA untuk mengenakan jersey tandang berwarna biru tua pada laga besar ini.

Pertandingan dijadwalkan berlangsung di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Kamis (16/7/2026) pukul 02.00 WIB. Permintaan yang datang dari tim asuhan Lionel Scaloni itu saat ini masih menunggu persetujuan resmi dari otoritas turnamen.

Advertisement

Langkah tersebut langsung menyita perhatian karena beririsan dengan dua momen paling ikonik Argentina saat menyingkirkan Inggris di Piala Dunia 1986 dan 1998, ketika mereka juga tampil dengan seragam biru. Federasi Sepak Bola Argentina belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan di balik permintaan ini.


Permintaan Jersey Tandang Argentina ke FIFA

Menurut jurnalis Argentina, Gaston Edul, tim nasional telah mengajukan permohonan kepada FIFA agar diizinkan memakai jersey tandang. Keputusan mengenai permintaan itu diperkirakan diumumkan kurang dari sehari sebelum pertandingan dimulai, sementara Inggris dipastikan mengenakan jersey putih sebagai tim tuan rumah.

Apabila disetujui, Argentina akan turun dengan kostum biru tua alih-alih seragam kandang bergaris biru-putih yang selama ini menjadi identitas mereka. Perubahan pilihan kit ini sepenuhnya berada di tangan penyelenggara kompetisi.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari Federasi Sepak Bola Argentina mengenai motivasi spesifik di balik pengajuan tersebut. Fokus tim tetap pada persiapan menghadapi Inggris di Atlanta pada Kamis dini hari WIB.


Jejak Jersey Biru dalam Duel dengan Inggris

Diego Maradona pernah kedapatan dopping pada Piala Dunia 1994. Dirinya langsung dipulangkan setelah terbukti positif menggunakan varian efedrin, stimulan yang dilarang oleh FIFA. 3 tahun sebelum ini, dirinya juga dilarang bermain selama 15 bulan karena terbukti menggunakan kokain. (Foto: AFP/Staff)

Rivalitas Argentina dan Inggris di Piala Dunia menyimpan banyak cerita besar. Salah satunya adalah kemenangan 2-1 Argentina pada perempat final Piala Dunia 1986 melalui gol kontroversial "Tangan Tuhan" Diego Maradona.

Dua belas tahun berselang, Argentina kembali menyingkirkan Inggris pada babak 16 besar Piala Dunia 1998. Laga itu turut dikenang karena kartu merah David Beckham setelah insiden dengan Diego Simeone.

Menariknya, pada dua pertandingan bersejarah tersebut, Argentina sama-sama menggunakan jersey biru tua, bukan kostum kandang bergaris biru-putih. Kesamaan ini kembali menjadi sorotan jelang semifinal Piala Dunia 2026.


Tradisi Cábala dan Ritual Keberuntungan

Penyerang Timnas Argentina, Lionel Messi, saat melawan Timnas Yordania di Piala Dunia 2026. (Bola.com/Dok.AFP/Paul ELLIS).

Jika permintaan jersey tandang dikabulkan, banyak yang meyakini keputusan itu berkaitan dengan budaya takhayul yang dikenal sebagai Cábala di Argentina. Tradisi ini dipercaya bisa membawa keberuntungan bagi tim nasional dalam turnamen besar.

Laporan BBC menyebutkan bahwa ritual keberuntungan masih menjadi bagian dari kehidupan banyak pendukung Argentina. Hasil survei menunjukkan sekitar satu dari empat warga Argentina memiliki ritual khusus untuk membantu tim nasional meraih kemenangan.

Praktik serupa juga pernah terjadi di dalam skuad. Pada Piala Dunia 1978, Tolo Gallego dan Daniel Passarella rutin menonton film horor sebelum bertanding. Sementara itu, pada edisi 1986, pelatih Carlos Salvador Bilardo mewajibkan seluruh pemain duduk di kursi yang sama di dalam bus menuju stadion.

Berita Terkait