Air Mata Bafana Bafana, Kisah Pilu usai Piala Dunia 2026

Kepergian Jayden Adams meninggalkan luka mendalam bagi Timnas Afrika Selatan setelah Piala Dunia 2026.

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 14 Juli 2026, 18:15 WIB
Gelandang Meksiko bernomor punggung 06, Erik Lira, dan gelandang Afrika Selatan bernomor punggung 23, Jayden Adams, berebut bola selama pertandingan Grup A Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Afrika Selatan di Stadion Kota Meksiko di Kota Meksiko pada 12 Juni 2026. (Rodrigo OROPEZA/AFP)

Bola.com, Jakarta - Timnas Afrika Selatan diselimuti kabar duka. Satu di antara pemain mereka, Jayden Adams, meninggal dunia pada usia 25 tahun pada Sabtu (11/7/2026).

Kabar tersebut muncul hanya beberapa pekan setelah ia tampil bersama Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026.

Advertisement

Pada Piala Dunia 2026, Adams mencatatkan tiga penampilan bersama Bafana Bafana. Ia tampil sebagai starter dalam dua pertandingan pertama turnamen, yakni melawan Meksiko dan Republik Ceko.

Secara keseluruhan, Adams mengoleksi sembilan caps bersama Timnas Afrika Selatan. Pelatih Afrika Selatan, Hugo Broos sangat terpukul mendengar kabar itu.


Sangat Kehilangan

Penyerang Timnas Meksiko #16 Julian Quinones, gelandang Afrika Selatan #23, Jayden Adams, dan gelandang Meksiko #06, Erik Lira, saat pertandingan Grup A Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Afrika Selatan di Stadion Kota Meksiko di Kota Meksiko pada 12 Juni 2026. (CARL DE SOUZA/AFP)

Hugo Broos, menyampaikan penghormatan yang menyentuh bagi Jayden Adams. Ia mengaku sulit menerima kenyataan atas meninggalnya gelandang berbakat itu secara mendadak, hanya beberapa hari setelah kiprah bersejarah Afrika Selatan di Piala Dunia 2026.

Bintang Mamelodi Sundowns berusia 25 tahun itu meninggal dunia pada akhir pekan lalu setelah kembali dari ajang Piala Dunia 2026, di mana ia berperan penting dalam membantu Bafana Bafana mencapai babak gugur untuk pertama kalinya.

Afrika Selatan terhenti di babak 32 besar setelah disingkirkan tuan rumah Kanada. Broos mengaku sangat terpukul mendengar kabar tersebut.

"Belasungkawa terdalam saya sampaikan kepada keluarga Jayden. Saya sangat sulit memercayai kabar ini," ujar Broos seperti dikutip dari The South African.

"Tidak ada kata-kata yang dapat menggambarkan kesedihan saya. Sebagai seorang ayah, saya memberikan dukungan kepada pihak keluarga di masa-masa sulit ini," ungkapnya.

Pelatih asal Belgia itu menyebut kepergian Adams sebagai kehilangan besar bagi sepak bola Afrika Selatan. "Bafana Bafana telah kehilangan talenta hebat di usia yang begitu muda. Semoga arwahnya tenang di sisi-Nya."


Alami Kemajuan

Asosiasi Sepak Bola Afrika Selatan (SAFA), yang dipimpin oleh presiden Danny Jordaan mengunjungi kediaman keluarga Adams di Idas Valley, Stellenbosch, untuk menyampaikan belasungkawa.

Jordaan mengatakan bahwa Adams telah menunjukkan kemajuan pesat dalam beberapa tahun terakhir dan berhasil mengamankan tempat di panggung sepak bola terbesar seperti Piala Dunia 2026.

"Hal ini masih sangat sulit untuk diterima; sebuah kehilangan yang begitu menyedihkan. Kami menyampaikan belasungkawa tulus kepada keluarga Jayden Adams."

 


Kehilangan Besar

Ia juga mengenang tragedi pribadi yang dialami Adams selama Piala Dunia 2026, yakni saat sang pemain mengetahui kabar neneknya meninggal.

"Saat berada di Amerika Serikat, kami mendapat kabar tentang meninggalnya neneknya. Kami sangat terkejut dan sedih ketika mendengar kabar meninggalnya Jayden pada akhir pekan lalu."

Jordaan menyebut meninggalnya sang gelandang sebagai kehilangan besar bagi sepak bola Afrika Selatan. "Saya masih syok dan tidak tahu bagaimana harus mencerna tragedi ini. Sejujurnya, saya tak bisa berkata-kata," punggkasnya.

Sumber: The South African

Berita Terkait