Robert Lewandowski Pilih MLS usai 4 Musim di Barcelona, Resmi Berseragam Chicago Fire

Lewandowski, 37, resmi diperkenalkan Chicago Fire. Ia tak membayangkan gabung klub Eropa lain usai Barcelona, menargetkan gelar MLS dan siap beradaptasi.

BolaCom | Harley IkhsanDiterbitkan 15 Juli 2026, 21:29 WIB
Robert Lewandowski. (Cesar Manso/AFP)

Bola.com, Jakarta - Robert Lewandowski resmi diperkenalkan sebagai pemain baru Chicago Fire pada sebuah konferensi pers. Penyerang berusia 37 tahun itu menutup kebersamaan empat musimnya di Barcelona, periode yang ia lengkapi dengan deretan gelar.

Lewandowski menempuh Major League Soccer karena tidak melihat dirinya bermain untuk klub Eropa lain setelah Barcelona. Baginya, langkah berikutnya harus berada di luar benua tersebut.

Advertisement

Ia dan keluarga menyambut kepindahan ini dengan antusias, memandangnya sebagai pengalaman baru yang diharapkan menjadi babak baru yang indah dalam hidup mereka.


Peresmian dan Alasan Tinggalkan Eropa

Robert Lewandowski. Striker Polandia berusia 34 tahun milik Barcelona ini total mencetak 3 kali hattrick pada tahun 2022. Satu hattrick terakhir dicetak Robert Lewandowski saat telah berseragam Barcelona ke gawang Viktoria Plzen pada matchday pertama fase grup Liga Champions musim 2022/2023 (7/9/2022), sementara dua hattrick lainnya dicetak saat ia masih berseragam Bayern Munchen di ajang Bundesliga dan Liga Champions pada musim 2021/2022. (AFP/Pau Barrena)

Dalam perkenalan resminya bersama Chicago Fire, Lewandowski menegaskan alasannya meninggalkan Eropa. "Saya tidak bisa membayangkan diri saya di klub yang berbeda selain Barcelona, jadi itulah mengapa kami tahu bahwa langkah selanjutnya akan berada di luar Eropa," ujarnya.

Keputusan itu diambil setelah ia memastikan tidak ada skenario lain yang lebih masuk akal ketimbang memulai tantangan baru di Amerika Serikat. Baginya, perubahan lintas benua merupakan konsekuensi logis dari penutup masa baktinya di Camp Nou.

Ia juga menekankan bahwa keluarganya turut bersemangat menjalani proses ini, menatap fase baru karier dan kehidupan yang ingin mereka nikmati bersama.


Ambisi Gelar di MLS Bersama Chicago Fire

Target pribadi Lewandowski di klub barunya jelas. "Saya melihat potensi untuk memenangkan gelar bersama klub baru," katanya. Ia berharap dapat menikmati banyak hal dan, bersama staf serta pemain lama, memenangkan pertandingan sekaligus meraih gelar.

Ia menegaskan pentingnya kerja keras untuk mencapai tujuan tersebut, meskipun menilai tim berada di posisi yang baik. Fokusnya adalah menghadirkan kontribusi langsung di lapangan melalui gol dan kemenangan.

Secara klasemen, Chicago Fire saat ini menempati posisi ketiga di Eastern Conference, berjarak tujuh poin dari pemuncak Nashville SC. Modal itu diyakini menjadi landasan kuat untuk bersaing memperebutkan trofi.


Sambutan Gregg Berhalter dan Dampak ke Tim

Manajer Gregg Berhalter menyambut kedatangan penyerang Polandia itu dengan antusias. Ia menyebut penandatanganan ini sebagai "penandatanganan besar" bagi klub, sekaligus dorongan untuk budaya tim.

Berhalter memuji Lewandowski sebagai pemain sepak bola yang luar biasa, pribadi yang rendah hati, sangat termotivasi, dan seorang profesional top. Ia berharap standar kerja dan profesionalisme sang striker menular ke ruang ganti.

Dengan profil dan rekam jejak yang dimiliki, kehadiran Lewandowski diharapkan memperkaya opsi taktik sekaligus menambah ketajaman lini depan dalam persaingan MLS musim ini.


Adaptasi, Rekomendasi Rekan Lama, dan Duet dengan Hugo Cuypers

Sebelum mengambil keputusan, Lewandowski berkonsultasi dengan Bastian Schweinsteiger—yang pernah menghabiskan tiga musim bersama Fire—serta Thomas Müller yang kini bermain untuk Vancouver Whitecaps. Keduanya memberi penilaian sangat baik mengenai MLS, kota Chicago, dan klub, baik dari aspek kehidupan maupun pelatihan.

Terkait proses adaptasi, Lewandowski berkata, "Pada usia saya, sedikit lebih mudah untuk berganti klub karena saya tahu bahwa terkadang saya harus bersabar dengan segala sesuatu yang terjadi di sekitar saya, tidak hanya di lapangan, tetapi juga di luar lapangan," jelasnya. Ia menambahkan, keluar dari zona nyaman butuh waktu, namun fokus utama tetap di lapangan, seraya memastikan hal-hal di luar sepak bola tertata agar performa optimal.

Di lini serang, Fire sudah memiliki Hugo Cuypers yang sedang on-fire dengan 13 gol dalam 11 pertandingan dan memimpin daftar pencetak gol liga. Berhalter bahkan telah mengoperasikan sistem dua striker dalam sesi latihan, yakin Cuypers dan Lewandowski bisa menjadi duet mematikan.

Menurut sang manajer, keduanya mampu memanfaatkan ruang sempit dan menyelesaikan peluang di bawah tekanan, sehingga tidak ada alasan kombinasi penyerang berkualitas tinggi itu tidak berlanjut di kompetisi.


Warisan Trofi di Barcelona

Empat musim di Barcelona ditutup Lewandowski dengan torehan prestasi. Ia membantu klub meraih tiga gelar LaLiga, tiga gelar Supercopa, dan satu gelar Copa del Rey.

Rekam jejak tersebut menjadi bekal reputasi yang ia bawa ke Chicago, sekaligus gambaran standar kompetitif yang ingin ia tularkan di MLS.

Dengan fondasi pencapaian itu, langkahnya ke Fire menjadi kelanjutan karier yang diharapkan produktif, baik untuk dirinya maupun klub.

Berita Terkait