Adaptasi Taktik Thomas Tuchel yang Berujung Petaka

Pergantian defensif Thomas Tuchel usai gol menit 55 berujung kandasnya Inggris di semifinal Piala Dunia 2026.

BolaCom | Harley IkhsanDiterbitkan 16 Juli 2026, 04:44 WIB
Ekspresi pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel. (Richard Pelham/Getty Images/AFP)

Bola.com, Jakarta - Inggris gagal melaju ke partai puncak Piala Dunia 2026. Keputusan Thomas Tuchel melakukan pergantian defensif kontra Argentina justru berujung mahal dan mengubah arah pertandingan.

Laga semifinal di Atlanta Stadium, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB, sempat berpihak pada Inggris setelah Anthony Gordon membawa tim memimpin pada menit ke-55. Momentum itu direspons Tuchel dengan rotasi besar di lini belakang.

Advertisement

Pelatih Inggris tersebut memasukkan trio jangkung bernaluri bertahan Ezri Konsa, Nico O'Reilly, dan Dan Burn, sambil menarik keluar Gordon, Declan Rice, serta Reece James. Pergantian ini mengubah blok pertahanan Inggris menjadi lebih rendah.


Perubahan Tuchel Usai Gol Gordon

Striker Argentina Lautaro Martinez menanduk bola untuk membawa negaranya ke final Piala Dunia 2026. (AFP/Thomas Coex)

Masuknya Ezri Konsa, Nico O'Reilly, dan Dan Burn dimaksudkan untuk meredam tekanan Argentina usai gol Anthony Gordon. Tiga pemain dengan profil bertahan itu menggantikan Gordon, Declan Rice, dan Reece James.

Namun, penumpukan bek membuat Inggris bertahan terlalu rendah. Tidak ada yang menutup Enzo Fernandez saat gelandang Argentina itu melepas tembakan keras yang menjadi penyama kedudukan.

Dengan blok yang tenggelam, Inggris kehilangan akses untuk menahan gelombang serangan kedua. Situasi ini membuka ruang bagi Argentina untuk menguasai area krusial di sepertiga akhir.


Respons Scaloni Mengubah Arah Serangan

Di kubu seberang, Lionel Scaloni mengubah dinamika laga sejak awal babak kedua. Nico Gonzalez yang berposisi winger masuk menggantikan gelandang tengah Leandro Paredes untuk menambah lebar serangan.

Scaloni kemudian mengirim Gonzalo Montiel, Rodrigo De Paul, dan Nicolas Otamendi mengisi tempat Nahuel Molina, Giuliano Simeone, dan Lisandro Martinez. Perubahan terakhir menghadirkan Lautaro Martinez untuk menambah daya gedor, dengan bek Nicolas Tagliafico dikorbankan.

Kehadiran Gonzalo Montiel membantu Lionel Messi, yang kini bermain di kanan, untuk mengirim umpan silang mengancam. Bek tinggi Inggris, yang sebelumnya juga memiliki John Stones dan Marc Guehi, kewalahan menghadapinya.

Arus bola silang Argentina berkali-kali menemukan target. Nico Gonzalez, Alexis Mac Allister, dan Lautaro Martinez mampu menyambutnya, meski cuma nama terakhir yang sukses mencatatkan nama di papan skor.


Inggris Tersingkir dan Rekor Gagal Tercipta

Keputusan Tuchel membuat Inggris kandas di semifinal, sekaligus menutup peluang mengakhiri paceklik gelar yang sudah dinanti sejak 1966. Harapan publik terhadap penantian panjang itu kembali tertunda.

Sosok asal Jerman tersebut juga gagal menorehkan rekor sebagai pelatih asing pertama yang memenangkan Piala Dunia. Mimpi mengukir sejarah harus ditangguhkan.

Argentina memanfaatkan momentum pergantian dengan efektif, sementara Inggris yang menumpuk bek justru kehilangan kendali wilayah. Hasilnya, keunggulan sempat diraih Inggris berubah arah dan berakhir dengan tersingkirnya Three Lions dari Piala Dunia 2026.

Berita Terkait