Menanti Sihir Menit Akhir Argentina Runtuhkan Tembok Sangar Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Duel antara Spanyol menghadapi Argentina pada final Piala Dunia 2026 menyuguhkan sederet catatan menarik.

BolaCom | Radifa ArsaDiterbitkan 16 Juli 2026, 17:30 WIB
Pemain Argentina, Lionel Messi (kiri), dan pemain Spanyol, Lamine Yamal (kanan). (AFP)

Bola.com, Jakarta - Duel antara Spanyol menghadapi Argentina pada final Piala Dunia 2026 menyuguhkan sederet catatan menarik. Benteng pertahanan La Roja bakal mendapatkan ujian dari determinasi tinggi Albiceleste yang kerap menghasilkan gol-gol larut di ajang ini.

Menurut jadwal, pertemuan ini akan tersaji di MetLife Stadium, New Jersey, Senin (20/7/2026) pukul 02.00 dini hari WIB. Sebelumnya, Spanyol dan Argentina sama-sama berhasil melumpuhkan tim yang kuat untuk melaju ke partai puncak.

Advertisement

La Roja, misalnya, sukses membuat Prancis tak berkutik dan mengakhiri laga dengan skor 2-0. Sementara itu, Lionel Messi dan kawan-kawan kembali menyuguhkan comeback dramatis untuk menggilas Inggris dengan skor 2-1.

Setidaknya, ada beberapa catatan menarik yang mengiringi perebutan gelar juara antara Spanyol dan Argentina pada partai final yang penuh gengsi dan pertaruhan harga diri ini. Berikut Bola.com menyajikan ulasannya.


Argentina Bidik Sejarah

Pemain Argentina Lionel Messi merayakan kemenangan bersama rekan-rekan setimnya di akhir pertandingan semifinal Piala Dunia antara Inggris dan Argentina di Atlanta, Rabu, 15 Juli 2026. (AP Photo/Rebecca Blackwell)

Argentina kini hanya butuh satu kemenangan lagi untuk menjadi tim pertama sejak Brasil pada tahun 1958 dan 1962 yang mampu menjuarai Piala Dunia berturut-turut. Dan, yang mungkin lebih luar biasa lagi, mereka juga selangkah lagi memenangkan turnamen besar keempat mereka secara berturut-turut.

Sebelumnya, Argentina menjuarai Copa América 2021, yang menjadi trofi turnamen internasional mayor pertama bagi Lionel Messi. Setahun kemudian, mereka memenangkan Piala Dunia lewat adu penalti melawan Prancis.

Dua tahun setelah meraih gelar Piala Dunia pertama mereka dalam 26 tahun terakhir tersebut, skuad asuhan Lionel Scaloni berhasil mengalahkan Kolombia untuk kembali menjuarai Copa América 2024.

“Messi kemungkinan besar sudah menjadi pemain terbaik dalam sejarah sepak bola. Gelar turnamen mayor keempat berturut-turut dan trofi Piala Dunia kedua berturut-turut akan semakin mengukuhkan statusnya sebagai GOAT di dunia sepak bola,” tulis ulasan itu.

“Ya, memang akan tetap ada orang yang menjagokan Pele, tetapi tidak ada seorang pun yang memiliki rekam jejak kesuksesan jangka panjang yang masih terus dipertahankan oleh Messi hingga saat ini,” lanjutnya.


Spanyol Sulit Dibobol

Rodri #16 dari Timnas Spanyol memberikan tepuk tangan kepada para penggemar setelah kemenangan 2-0 pada pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Spanyol di Stadion Dallas pada 15 Juli 2026 di Arlington, Texas. (Florencia Tan Jun/Getty Images melalui AFP)

Sangat sulit untuk mencetak gol ke gawang tim Spanyol di edisi Piala Dunia kali ini. Itulah mengapa mereka menjadi unggulan utama, meskipun Argentina sendiri juga belum terkalahkan di turnamen ini.

Sejauh ini, La Roja baru kebobolan satu gol saja dari tujuh pertandingan Piala Dunia sejauh ini. Dan satu-satunya kebobolan tersebut tercipta saat mereka menang 2-1 melawan Belgia di babak perempat final.

Di babak semifinal, kemampuan Spanyol dalam mendominasi penguasaan bola benar-benar mengendalikan permainan saat melawan Prancis, tim yang dihuni oleh para penyerang terbaik di dunia.

“Prancis benar-benar kesulitan mendapatkan bola untuk membangun serangan yang konsisten. Mereka juga tidak mampu melakukan serangan balik dengan cepat,” tulis ulasan Yahoo Sports tersebut.

“Argentina adalah lawan yang sama sekali berbeda dibandingkan Prancis. Namun, Spanyol sejauh ini belum terlihat memiliki celah saat menghadapi siapa pun,” lanjutnya.


Tren Comeback Argentina

Gelandang Timnas Argentina bernomor punggung 20, Alexis Mac Allister, gelandang Timnas Inggris bernomor punggung 4, Declan Rice, dan bek Argentina bernomor punggung 13, Cristian Romero, berebut bola di samping bek Argentina bernomor punggung 6, Lisandro Martinez, dan kiper Argentina bernomor punggung 23, Emiliano Martinez, selama pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina di Stadion Atlanta, Atlanta, pada 16 Juli 2026. (Thomas COEX/AFP)

Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, sudah sepatutnya mencermati bagaimana Argentina langsung tampil menekan begitu mereka menyadari Inggris memilih untuk bertahan setelah Anthony Gordon mencetak gol untuk unggul pada menit ke-55.

Argentina selalu membutuhkan gol-gol larut di seluruh laga babak gugur mereka di ajang ini. Kini mereka sudah sangat terbiasa dengan situasi yang penuh tekanan. Ini membuktikan mentalitas Albiceleste yang sangat tangguh.

“Namun, membongkar pertahanan Spanyol akan menjadi proses yang sepenuhnya berbeda jika Argentina kembali membutuhkan gol di menit akhir pada final nanti. Inggris tidak menunjukkan ancaman untuk menyerang kecuali jika mereka mendapat kesempatan serangan balik mendadak,” tulis ulasan tersebut.

“Spanyol tidak akan bermain seperti itu. Mereka kemungkinan besar akan tetap ingin mempertahankan penguasaan bola, meskipun itu berarti hanya mengalirkan bola di area tengah lapangan. Upaya pressing Argentina untuk merebut bola akan menjadi kunci utama,” lanjutnya.

Sumber: Yahoo Sports

Berita Terkait