Warna Barcelona Terasa Kental di Final Piala Dunia 2026, Joan Laporta Bangga

Joan Laporta yakin Barcelona jadi pusat final Spanyol vs Argentina di New York, bangga delapan pemain La Roja dan menyoroti warisan La Masia serta Messi.

BolaCom | Harley IkhsanDiterbitkan 17 Juli 2026, 23:10 WIB
Presiden FC Barcelona, ​​Joan Laporta, meninggalkan gedung pengadilan Ciutat de la Justicia di Barcelona pada 12 Desember 2025 setelah menyatakan diri sebagai saksi dalam kasus korupsi wasit sepak bola "Negreira". (Manaure Quintero/AFP)

Bola.com, Jakarta - Joan Laporta menegaskan keyakinannya bahwa Barcelona akan menjadi jantung final Piala Dunia 2026. Partai puncak yang mempertemukan Spanyol dan Argentina itu berlangsung di New York, dengan sorotan besar pada kontribusi pemain jebolan dan milik klub Catalan tersebut.

Presiden Barcelona itu sudah terbang ke New York untuk memberikan dukungan langsung kepada tim nasional Spanyol, "La Roja". Kehadirannya menegaskan komitmen klub terhadap para pemain yang tampil di ajang paling bergengsi antarnegara.

Advertisement

Optimisme Laporta bertumpu pada delapan pemain Barcelona yang masuk skuad Spanyol asuhan Luis de la Fuente. Bagi Laporta, komposisi ini mempertegas pengaruh Blaugrana di panggung tertinggi sepak bola internasional.


Delapan Pemain Barcelona di La Roja

Pedri dari Spanyol mendapat adangan dari Kevin Pina, pemain Cabo Verde pada pertandingan Grup H Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta pada 15 Juni 2026. (Florencia Tan Jun/Getty Images/AFP)

Menjelang laga puncak, Laporta menyampaikan kebanggaannya atas kontribusi signifikan Barcelona ke tim nasional. Ia menyoroti jumlah pemain yang berpartisipasi dan arti pentingnya bagi klub.

"Kami sangat bangga dengan delapan pemain yang kami miliki. Ini sangat penting bagi mereka dan, sebagai presiden, saya sangat senang dan berterima kasih memiliki pemain-pemain berbakat seperti itu," ujar Laporta sebelum pertandingan final Spanyol melawan Argentina.

Menurutnya, keterlibatan besar penggawa Barcelona di final menegaskan peran klub dalam membentuk identitas permainan La Roja. Momen ini ia pandang sebagai validasi pengaruh Barcelona di laga terbesar musim panas ini.


Analisis Laporta Soal Final Spanyol vs Argentina

Laporta menilai duel Spanyol kontra Argentina sebagai panggung tertinggi dengan kontras gaya bermain yang jelas. Ia juga menekankan pentingnya kendali wasit di final.

"Di tingkat internasional, ini adalah pertandingan terbaik yang bisa Anda mainkan, dengan gaya yang berbeda, dan wasit harus mengambil alih," kata Laporta.

Ia melanjutkan, "Argentina lebih agresif, sementara tim Spanyol bermain lebih sebagai satu kesatuan, dengan gaya bermain yang lebih mirip Barça. Barça adalah yang terbaik, dan semua orang mengakui itu." Bagi Laporta, final ini sekaligus etalase filosofi sepak bola Barcelona yang tercermin dari cara main kolektif La Roja.


Warisan Messi dan Generasi La Masia

Di sisi lain, Laporta menyambut gembira kehadiran Lionel Messi di final Piala Dunia 2026. Laga puncak ini mempertemukan ikon Argentina tersebut dengan beberapa pemain Barcelona saat ini.

"Messi juga telah mencapai final dan saya senang. Dia adalah kebanggaan La Masia. Messi mewakili masa lalu dan masa kini, sementara Lamine mewakili masa kini dan masa depan," ungkapnya, merujuk pada Lamine Yamal.

Laporta menambahkan kebanggaannya sebagai presiden yang melihat dua produk La Masia itu berkembang di klub. Ia juga menyebut Joan Garcia, Eric Garcia, dan Cubarsi—yang menurutnya menjalani "Piala Dunia yang spektakuler"—serta Olmo, Gavi, Pedri, dan Ferran, sambil menegaskan betapa luar biasanya memiliki "cara bermain Barça yang asli" di level tertinggi.

Berita Terkait