Nicolas Otamendi Semprot Rodri usai Final Piala Dunia 2026, Ini Ucapannya

Usai Argentina kalah 0-1 dari Spanyol di final Piala Dunia 2026, obrolan panas Nicolas Otamendi dengan Rodri terungkap, memuat tuduhan soal tekanan ke wasit.

BolaCom | Gia Yuda PradanaDiterbitkan 20 Juli 2026, 18:13 WIB
Pemain Argentina Nicolas Otamendi (19) dan Nahuel Molina (26) terlibat keributan dengan seorang pemain Spanyol setelah laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina di East Rutherford, N.J., dekat New York, Minggu, 19 Juli 2026. (AP Photo/Frank Franklin II)

Bola.com, Jakarta - Percakapan Nicolas Otamendi dengan Rodri usai final Piala Dunia 2026 terungkap ke publik. Bek Argentina itu melontarkan kalimat bernada keras di tengah suasana memanas seusai La Roja menundukkan Albiceleste 1-0.

Partai puncak berlangsung ketat hingga memasuki babak perpanjangan waktu. Spanyol memastikan trofi berkat penyelesaian Ferran Torres pada menit ke-106 setelah menerima umpan sundulan Nico Williams.

Advertisement

Ketegangan tak mereda meski peluit panjang dibunyikan. Otamendi terlibat adu mulut dengan gelandang Spanyol, Rodri, di tengah kerumunan pemain kedua tim.

Laporan Marca mengungkap kalimat-kalimat yang diarahkan Otamendi kepada Rodri. Bek Benfica tersebut menuding Rodri dan Aymeric Laporte berusaha memengaruhi wasit dengan keluhan sepanjang pekan jelang laga penentu.


Isi Percakapan Otamendi dengan Rodri

Pemain Argentina Nicolas Otamendi (19) dan Nahuel Molina (26) terlibat keributan dengan pemain Spanyol Rodri (tengah) setelah laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina di East Rutherford, N.J., dekat New York, Minggu, 19 Juli 2026. (AP Photo/Frank Franklin II)

Isi obrolan panas itu disebutkan dalam laporan Marca. Otamendi menegur Rodri dengan kalimat tegas di tengah lapangan usai laga berakhir.

"Mulailah lebih sedikit bicara, bodoh. Kalian menghabiskan sepanjang pekan untuk mengeluh."

Tak berhenti di situ, ia kembali menegaskan tudingannya: "Kalian menghabiskan sepanjang pekan untuk mengeluh. Kamu dan Laporte, kalian berdua. Bukan seperti itu caranya. Kalian terus mengeluh kepada wasit sepanjang pekan, temanku."

Rodri disebut terlihat kebingungan mendengar tuduhan tersebut dan meminta penjelasan. Otamendi lalu mengaitkan ucapannya dengan komentar Aymeric Laporte sebelum laga: "Laporte? Apa kamu tidak melihat apa yang dia katakan pekan ini?"


Komentar Laporte Menjelang Laga Final

Pemain Prancis Jules Kounde (kiri) berebut bola dengan pemain Spanyol Aymeric Laporte dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Spanyol di Arlington, Texas, dekat Dallas, Selasa, 14 Juli 2026. (AP Photo/Ashley Landis)

Menjelang pertandingan, Aymeric Laporte sempat bicara soal gaya bermain Argentina. Ia menyatakan tak mempermasalahkan duel fisik lawan selama wasit mampu menjalankan tugas dengan baik.

Laporte mengatakan, "Memang benar dalam beberapa pertandingan terakhir kami melihat hal-hal yang mengejutkan, situasi yang dibiarkan tanpa hukuman. Terutama dengan Argentina, yang merupakan tim yang suka mengirim pesan melalui tekel mereka."

Ia juga menekankan pentingnya peran wasit dalam menjaga jalannya pertandingan. Menurut Laporte, laga berisiko kehilangan kendali apabila ada pemain yang dibiarkan melakukan pelanggaran berulang.


Kericuhan Usai Laga dan Respons Publik

Wasit asal Slovenia, Slavko Vincic, memberikan kartu merah kepada gelandang Argentina #24 Enzo Fernandez pada pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion New York/New Jersey di East Rutherford pada 19 Juli 2026. (CHARLY TRIBALLEAU/AFP)

Final yang menegangkan itu juga diwarnai insiden setelah peluit akhir. Leandro Paredes menerima kartu merah usai terlibat keributan dengan Eric Garcia dan Gavi, setelah lebih dulu melakukan pelanggaran keras sepanjang pertandingan.

Legenda Inggris, Alan Shearer, mengkritik keras tindakan beberapa penggawa Argentina. Ia mengatakan, "Kami tahu betapa besar arti pertandingan ini bagi mereka dan betapa menyakitkannya kekalahan, tetapi ada cara untuk menerima kekalahan."

Wayne Rooney menyampaikan pandangan serupa. Menurutnya, tim yang kalah semestinya meninggalkan lapangan dengan sikap yang lebih baik tanpa memicu keributan seusai pertandingan.

Sumber: SPORTbible

Berita Terkait