Buenos Aires Rusuh usai Argentina Kalah di Final Piala Dunia 2026, Milei Umumkan Libur Nasional

Kerusuhan pecah di Buenos Aires usai Argentina kalah 0-1 dari Spanyol di final Piala Dunia 2026; bentrok pukul 23.45, 15 ditangkap, Milei umumkan libur nasional

BolaCom | Harley IkhsanDiterbitkan 20 Juli 2026, 18:59 WIB
Polisi anti huru hara berjaga-jaga setelah bentrok dengan suporter Argentina setelah perayaan timnas Argentina meraih juara Piala Dunia Qatar 2022 di lingkungan Obelisk di Buenos Aires (20/12/2022). Kerusuhan pecah pukul 20.00 malam. Kericuhan bermula saat petugas hendak membubarkan penggemar yang membobol struktur dan memanjat monumen Obelisk. (AFP/Luis Robayo)

Bola.com, Jakarta - Kerusuhan pecah di Buenos Aires, Sabtu (19/7/2026) malam waktu setempat, setelah Argentina tumbang dari Spanyol di final Piala Dunia 2026. Ribuan orang yang memadati pusat ibu kota berujung bentrok dengan aparat kepolisian.

Spanyol memastikan kemenangan 1-0 berkat gol Ferran Torres di perpanjangan waktu, yang mengantarkan gelar Piala Dunia kedua bagi La Roja. Kekecewaan pendukung Argentina cepat berubah menjadi amuk massa di jalanan.

Advertisement

Ketegangan memuncak sekitar pukul 23.45 ketika sejumlah penggemar memanjat pagar pelindung Monumen Obelisk setinggi 67,5 meter. Tindakan itu memicu lemparan botol kaca dan berbagai benda lain ke arah petugas.

Unit polisi huru hara segera dikerahkan, tetapi situasi cepat tak terkendali. Di tengah eskalasi, Presiden Javier Milei mengumumkan akan ada libur nasional, dengan tanggal yang akan ditentukan kemudian oleh para pemain dan pelatih tim nasional.


Kerusuhan Buenos Aires Usai Final Piala Dunia 2026

Setelah peluit akhir pertandingan, massa yang berkumpul untuk menyaksikan final Piala Dunia 2026 membanjiri pusat kota. Insiden di sekitar Obelisk menjadi pemicu awal sebelum bentrokan meluas.

Para penggemar yang marah melancarkan serangan terhadap polisi, melempari botol kaca dan benda-benda lainnya. Gambar dari lokasi memperlihatkan jalanan berserakan puing-puing.

Polisi huru hara terlihat membentuk barikade dengan perisai dan pentungan, berupaya menahan laju kerumunan yang tak puas. Upaya meredam situasi berlangsung di sejumlah titik.


Respons Aparat dan Pergerakan Pasukan

Untuk membubarkan massa, aparat menggunakan gas air mata, meriam air, dan peluru karet. Konfrontasi berlangsung sengit saat polisi berhadapan langsung dengan kerumunan.

Salah satu foto yang beredar menunjukkan seorang petugas polisi menendang seorang pria yang tergeletak di tanah. Potret tersebut menggambarkan intensitas bentrokan pada puncak kerusuhan.

Polisi bergerak taktis dari Corrientes Avenue ke Belgrano Avenue, lalu melanjutkan pergerakan ke arah selatan kota. Langkah ini membuat massa perlahan mundur dan akhirnya membubarkan diri.


Korban, Penangkapan, dan Insiden di Lapangan

Bentrokan yang berlangsung sekitar 20 menit itu menimbulkan korban di kedua kubu. Menurut surat kabar Argentina Infobae, setidaknya 15 orang ditangkap.

Sejumlah warga sipil dan petugas turut terluka. Tujuh polisi mengalami berbagai cedera, seorang pria dilaporkan ditendang di wajah oleh seorang perusuh, dan seorang wanita memerlukan perhatian medis dengan kondisi yang belum diketahui.

Insiden juga menjalar ke lapangan selepas laga berakhir. Leandro Paredes menyerang pemain Spanyol Gavi, melayangkan pukulan hingga menjatuhkannya ke tanah, yang berujung pada kartu merah dari wasit Slavko Vincic. Manajer Scaloni juga terlihat berkonfrontasi dengan mantan bek Manchester City, Eric Garcia.


Libur Nasional dan Langkah Pemerintah

Di tengah kekacauan pascalaga, Presiden Javier Milei mengumumkan penetapan libur nasional bagi warga Argentina. Kebijakan ini disampaikan terlepas dari hasil final yang tidak memihak Argentina.

Tanggal pasti libur nasional tersebut tidak langsung diputuskan. Pemerintah menyebut penentuan waktunya akan ditetapkan kemudian oleh para pemain dan pelatih tim nasional.

Pengumuman itu hadir bersamaan dengan upaya aparat menstabilkan situasi di ibu kota pascakerusuhan yang meletus usai kekalahan 0-1 dari Spanyol di final Piala Dunia 2026.

Berita Terkait