Bola.com, Jakarta - Arsenal menyusun ulang strategi bursa transfer musim panas setelah kehilangan target utama, Morgan Rogers. Pemain Aston Villa itu dilaporkan memilih rival sekota London, Chelsea, dengan pelatih baru Xabi Alonso diyakini menjadi kunci yang meyakinkan sang penyerang pindah ke Stamford Bridge dalam kesepakatan yang dilaporkan mencapai 117 juta poundsterling.
Rogers sebelumnya disebut bakal bergabung dengan juara Premier League untuk memperkuat opsi serangan Mikel Arteta jelang upaya mempertahankan gelar. Manuver Chelsea mengubah peta, memaksa The Gunners mengalihkan fokus ke rencana alternatif di lini depan.
Arsenal sendiri telah merampungkan beberapa agenda penting pada jendela ini: pembelian permanen Piero Hincapie, kedatangan Illan Meslier, serta skenario merekrut Christos Tzolis. Meski fondasi di pertahanan dan penjaga gawang menguat, target menambah satu penyerang papan atas tetap jadi prioritas musim panas ini.
Dampak Kegagalan Transfer Morgan Rogers bagi Arsenal
Kegagalan mendatangkan Rogers mendorong Arsenal mengaktifkan rencana baru untuk sektor serang. Dengan basis skuad yang diperkuat Hincapie dan Meslier, Arteta kini mengarahkan energi ke penyelesaian urusan penyerang agar kesiapan tim tetap terjaga menuju musim baru.
Tim London Utara tersebut bertekad menghadirkan satu penyerang papan atas dalam beberapa pekan ke depan. Penyesuaian target dan jadwal kerja di bursa menjadi langkah berikutnya agar proses rekrutmen berjalan efektif tanpa mengorbankan kebutuhan taktis.
Reposisi prioritas ini juga menyentuh radar sayap. Nama Bradley Barcola sempat dipantau pada awal jendela, namun posisi negosiasi Arsenal terkini justru belum bergerak setelah kabar kegagalan merekrut Rogers.
Bradley Barcola: Posisi Arsenal Menurut Fabrizio Romano
Menurut spesialis transfer Fabrizio Romano, Arsenal belum melakukan kontak baru dengan Paris Saint-Germain atau perwakilan Bradley Barcola setelah gagalnya transfer Rogers. Situasi ini menandai belum adanya pendekatan lanjutan dari The Gunners terhadap winger muda tersebut.
Sebelumnya, Arsenal sempat memantau winger 23 tahun itu di awal jendela transfer, lalu memilih mengalihkan fokus operasional ke target lain. Pergeseran fokus ini membuat pembaruan komunikasi dengan PSG maupun pihak Barcola belum terjadi.
Dengan kondisi tersebut, ketertarikan Arsenal pada sektor sayap masih terbuka namun belum memasuki fase konkret. Klub menimbang kembali opsi yang tersedia sembari menjaga fleksibilitas manuver di pasar.
Liverpool, PSG, dan Peluang Pasar untuk Barcola
Sementara itu, rival domestik Liverpool terus memantau perkembangan Barcola sebagai calon pengganti jangka panjang Mohamed Salah. The Reds menunggu perkembangan di PSG sebelum mengajukan proposal resmi. Pelatih baru Liverpool, Andoni Iraola, menginginkan tambahan opsi sayap berkualitas, namun setiap langkah akan bergantung pada harga yang realistis.
Barcola menikmati musim domestik yang sangat sukses bersama PSG musim lalu dan ikut membantu klub meraih treble. Penyerang serbabisa itu menonjol lewat kecepatan serta kemampuan dribel, dan terlibat dalam sejumlah gol penting di berbagai kompetisi.
Namun, masa depannya di Parc des Princes diragukan setelah kemunculan Yan Diomande dari RB Leipzig yang diperkirakan bakal memperkuat lini serang PSG. Klub Prancis tersebut dilaporkan bersedia mempertimbangkan penjualan Barcola untuk membantu pembiayaan restrukturisasi skuad jika tawaran yang sesuai datang. Situasi ini memberi peluang bagi Liverpool untuk memanfaatkan momentum pasar, sedangkan Arsenal mesti cepat menata ulang target agar tetap kompetitif sepanjang bursa transfer musim panas.