Paolo Maldini Temui Pep Guardiola, Proyek Timnas Italia Sedang Ditimbang

Maldini dan Leonardo menemui Guardiola di Barcelona tawarkan proyek jangka panjang Timnas Italia. Belum ada jawaban final; keluarga dan waktu istirahat jadi per

BolaCom | Asad ArifinDiterbitkan 21 Juli 2026, 18:51 WIB
Manajer Manchester City, Pep Guardiola, berpose dengan trofi di lapangan setelah pertandingan final Piala FA Inggris antara Chelsea melawan Manchester City di Stadion Wembley, London, pada 16 Mei 2026. City memenangkan pertandingan dengan skor 1-0. Gelar FA Cup ketiga pada era kepelatihan Guardiola tersebut mengakhiri rentetan dua kekalahan beruntun City di partai final. (Adrian Dennis / AFP)

Bola.com, Jakarta - Pep Guardiola masuk radar Timnas Italia setelah menerima proposal langsung dari direktur teknik baru FIGC, Paolo Maldini, yang didampingi penasihatnya, Leonardo. Keduanya dikabarkan telah berjumpa dengan pelatih Manchester City itu di Barcelona pada akhir pekan.

Sejumlah media besar Italia menyebut pertemuan tersebut membahas proyek jangka panjang untuk mengangkat kembali kejayaan Azzurri. Guardiola belum memberikan keputusan dan memilih mempelajari detail tawaran tersebut.

Advertisement

Kans menerima dinilai tidak besar, namun peluang belum benar-benar tertutup. Faktor pribadi, skala proyek, dan hubungan dengan Maldini membuat proses ini tetap terbuka.

Sky Sport Italia, La Repubblica, Corriere della Sera, Corriere dello Sport, dan La Gazzetta dello Sport mengonfirmasi bahwa Maldini dan Leonardo telah menemui Guardiola di Barcelona pada akhir pekan. Pertemuan itu disebut sebagai langkah resmi FIGC mencari arsitek baru untuk tim nasional.

Menurut laporan-laporan tersebut, Maldini menawarkan peran yang bukan sebatas pelatih tim senior. Proyeknya berorientasi jangka panjang dengan tujuan membangun kembali fondasi permainan dan kompetitif Azzurri.

Guardiola belum menjawab. Ia dikabarkan memilih menelaah semua aspek yang diajukan, dari struktur kerja hingga ruang lingkup peran, sebelum menentukan masa depannya setelah Manchester City.


Pertimbangan Pribadi: Keluarga, Waktu Istirahat, dan Finansial

Guardiola memainkan laga terakhirnya dengan The Cityzens dengan menjamu Aston Villa di Liga Inggris 2025/2026 pada Minggu (25/05/2026) waktu setempat. (AP Photo/Alastair Grant)

Guardiola baru-baru ini menyatakan ingin beristirahat setelah lebih dari satu dekade menjalani tekanan tinggi bersama Manchester City. Keinginan menikmati waktu bersama keluarga saat ini menjadi prioritas utamanya.

Pelatih asal Spanyol tersebut juga ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan ayahnya yang telah berusia 95 tahun. Faktor ini membuatnya belum siap langsung kembali ke pekerjaan dengan intensitas tinggi.

Isu finansial memang disebut hadir dalam pembicaraan, namun mayoritas media Italia menilai uang bukan hambatan utama dalam negosiasi FIGC dengan Guardiola. La Repubblica melaporkan ia menunda keputusan untuk mengevaluasi proposal secara menyeluruh dan berpeluang menyampaikan jawaban final dalam waktu dekat.


Skala Proyek Italia dan Ikatan Guardiola–Maldini

Manajer Manchester City asal Spanyol, Pep Guardiola, bereaksi selama pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Manchester City dan Real Madrid di Stadion Etihad di Manchester, barat laut Inggris, pada 18 Maret 2026. (Paul ELLIS/AFP)

Tawaran FIGC tidak hanya menyasar tim senior, melainkan juga transformasi budaya sepak bola Italia dari level pembinaan hingga identitas permainan nasional. Skala pekerjaan ini menjadi salah satu aspek paling menarik dalam paket yang diajukan.

Tuttosport menyebut proyek tersebut memiliki skala yang mirip dengan revolusi yang pernah dilakukan Johan Cruyff terhadap Barcelona dan sepak bola Spanyol. Kesempatan membangun warisan jangka panjang membuat Guardiola belum menutup pintu negosiasi.

Hubungan personal dengan Paolo Maldini juga memperkuat komunikasi kedua belah pihak. Guardiola diketahui memiliki relasi baik dengan legenda AC Milan itu dan pernah mendedikasikan gelar Liga Champions perdananya sebagai pelatih Barcelona pada 2009 kepada Maldini.


Peluang, Skeptisisme, dan Opsi Alternatif FIGC

Pep Guardiola resmi berpisah dengan Manchester City setelah sepuluh tahun di Etihad Stadium. (AP Photo/Alastair Grant)

Sejumlah laporan menilai peluang Guardiola menerima tawaran tersebut masih kecil, tetapi tidak sepenuhnya tertutup. Ada ruang untuk perubahan sikap bergantung pada hasil evaluasi pribadinya terhadap proyek FIGC.

Corriere della Sera menggambarkan upaya Maldini membujuk Guardiola sebagai misi yang "hampir mustahil". Kendati demikian, harapan FIGC tetap menyala selama belum ada keputusan resmi dari sang pelatih.

FIGC juga menyiapkan rencana cadangan jika negosiasi gagal. Opsi yang disebut antara lain Andrea Pirlo, Roberto Mancini, dan Antonio Conte. Sumber: Football Italia.

Berita Terkait