Presiden Liga Spanyol Tolak Piala Dunia 64 Tim, Desak Infantino Tinggalkan FIFA

Presiden Liga Spanyol Javier Tebas meminta Gianni Infantino mundur, menolak wacana 64 tim dan menilai kebijakan FIFA usai Piala Dunia 2026 merugikan sepak bola.

BolaCom | Aga Deta AndityaDiterbitkan 22 Juli 2026, 05:46 WIB
Gianni Infantino, Presiden FIFA, melambaikan tangan kepada penonton sebelum pertandingan babak 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025 antara CR Flamengo dan FC Bayern München di Hard Rock Stadium pada 29 Juni 2025 di Miami Gardens, Florida. (Michael Reaves/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - Javier Tebas mendesak Gianni Infantino mundur dari FIFA usai berakhirnya Piala Dunia 2026. Presiden Liga Spanyol itu menilai kebijakan di bawah kepemimpinan Infantino merusak industri sepak bola.

Kritiknya menyoroti wacana penambahan peserta Piala Dunia menjadi 64 tim. Edisi 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko adalah yang pertama diikuti 48 negara, sementara turnamen berikutnya di Spanyol, Portugal, dan Maroko disebut berpeluang memakai format 64 peserta.

Advertisement

Dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport, Tebas juga menilai sejumlah keputusan selama gelaran terbaru lebih menguntungkan FIFA ketimbang perkembangan sepak bola secara keseluruhan.


Desakan Mundur untuk Gianni Infantino

Presiden La Liga Spanyol, Javier Tebas, berbicara kepada media di Ciudad del Futbol di Las Rozas, di luar Madrid, pada 16 Desember 2024. (OSCAR DEL POZO/AFP)

Tebas menilai masa kepemimpinan Gianni Infantino sudah semestinya berakhir, meski ia menyadari peluang perubahan kecil karena dukungan yang kuat terhadap petahana.

"Menurut saya, ya, dia seharusnya mengundurkan diri. Saya rasa masa kepemimpinannya sudah selesai," kata Tebas.

"Namun, dia mendapat dukungan dari sistem dan federasi sehingga tidak banyak yang bisa dilakukan. Tidak ada kandidat oposisi karena tidak ada yang mau maju hanya untuk kalah. Sistem ini sudah sakit sejak akarnya," tegas Tebas.


Penolakan Tebas terhadap Penambahan 64 Peserta

Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyaksikan Spanyol merayakan kemenangan setelah mengalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey pada 20 Juli 2026 di East Rutherford, New Jersey. (Andrew Harnik/Getty Images via AFP)

Terkait format, Tebas menolak penambahan jumlah peserta Piala Dunia menjadi 64 tim. Ia menilai kompetisi domestik adalah fondasi yang menopang industri dan tidak seharusnya dikorbankan oleh perluasan agenda tim nasional.

"Menambah jumlah tim nasional tidak masuk akal. Industri sepak bola bukan hanya Piala Dunia, meskipun itu adalah ajang paling penting," ujar Tebas kepada La Gazzetta dello Sport.

"Tidak semuanya bisa berputar di sekitar Piala Dunia. Kompetisi nasional yang menopang olahraga ini. Mereka sedang menghancurkan industri sepak bola yang menciptakan puluhan ribu lapangan pekerjaan hanya demi turnamen yang berlangsung 40 hari dan hanya melibatkan sebagian kecil pemain.

"Kami membutuhkan lebih sedikit tim nasional dan perlindungan yang lebih besar terhadap sepak bola nasional di semua level. Mereka tidak menyadarinya dan mengambil keputusan secara tidak bertanggung jawab," lanjut Tebas.


Kritik atas Kebijakan FIFA di Piala Dunia 2026

Momen itu juga disaksikan Presiden FIFA Gianni Infantino yang turut hadir di pertandingan Iran vs Kosta Rika. (AP Photo/Riza Ozel)

Tebas turut menyoroti berbagai kebijakan FIFA selama Piala Dunia 2026. Ia mengungkap banyak pihak di Amerika yang tidak sepakat dengan Infantino, namun memilih diam.

"Dalam beberapa hari saya berada di Amerika, saya mendengar banyak orang yang tidak setuju dengan Infantino. Mereka mengkritiknya, tetapi setelah itu tidak melakukan apa pun. Saya tidak tahu mana yang lebih buruk, diam atau ikut terlibat, karena mereka yang diam sebenarnya tahu betul kerusakan yang sedang dialami sepak bola," ujar Tebas.

Ia mencontohkan polemik pembatalan sanksi Folarin Balogun hingga kebijakan jeda pertandingan yang dinilainya tidak masuk akal.

"Pembatalan sanksi terhadap pemain Amerika itu merupakan sesuatu yang sangat serius. FIFA mengatur semuanya sesuai keinginan dan kepentingannya sendiri, bukan demi sepak bola. Jika mereka membutuhkan jeda 27 menit, mereka akan melakukannya. Jeda hidrasi itu hanya alasan.

"Di Liga Spanyol kami menerapkannya saat cuaca benar-benar panas, sedangkan di stadion Dallas, Los Angeles, dan Atlanta bahkan berpendingin udara. Itu bukan jeda hidrasi, melainkan jeda untuk iklan," tutup Tebas.

Berita Terkait