Bola.com, Jakarta - Gelandang Barcelona dan Timnas Spanyol, Gavi, akhirnya angkat bicara mengenai insiden panas yang melibatkan dirinya dan pemain Argentina, Leandro Paredes, setelah final Piala Dunia 2026.
Laga yang dimenangkan Spanyol 1-0 atas Argentina itu tak hanya dikenang karena keberhasilan La Furia Roja mengakhiri penantian 16 tahun untuk menjadi juara dunia, tetapi karena keributan yang terjadi sesaat setelah peluit panjang berbunyi.
Gavi menjadi salah satu pemain yang berada di pusat perhatian dalam insiden tersebut. Namun, ia menjelaskan dirinya hanya berusaha meredakan situasi ketika rekan setimnya, Eric Garcia, terlibat ketegangan dengan pemain Argentina.
Dalam wawancara yang dikutip Mundo Deportivo, Gavi menegaskan ia tidak mendukung hukuman tambahan terhadap Leandro Paredes, meski mengakui insiden tersebut bukan contoh yang baik.
Menurut pemain berusia 22 tahun itu, FIFA seharusnya menyelesaikan persoalan tersebut saat pertandingan berlangsung, bukan melalui hukuman setelah laga usai.
"Tidak, sejujurnya saya tidak berpikir mereka harus diskors. Saya mengerti itu bukan contoh yang baik bagi anak-anak, tetapi ada sisi sepak bola yang memang lebih keras. Mungkin yang paling tepat adalah mengusirnya saat pertandingan berlangsung dan selesai sampai di situ. Pada akhirnya, saya pikir itu bagian dari sepak bola," ujar Gavi.
Pernyataan tersebut menunjukkan sikap dewasa sang gelandang yang memilih tidak memperpanjang polemik meski sempat menjadi bagian dari keributan.
FIFA Batalkan Kartu Merah Paredes
Kontroversi semakin memanas setelah FIFA meninjau kembali insiden yang terjadi usai pertandingan. Setelah melakukan evaluasi, badan sepak bola dunia itu memutuskan membatalkan kartu merah yang sebelumnya diberikan kepada Leandro Paredes akibat keterlibatannya dalam bentrokan antarpemain.
Keputusan tersebut mengakhiri spekulasi mengenai kemungkinan adanya sanksi lanjutan terhadap gelandang Argentina itu. Keributan sendiri pecah beberapa saat setelah Spanyol memastikan kemenangan dan mengangkat trofi Piala Dunia.
Gavi ikut terlibat ketika berusaha melerai perselisihan yang melibatkan Eric Garcia, tetapi situasi kemudian berkembang menjadi adu mulut yang melibatkan banyak pemain dari kedua tim.
Kedua Tim Tak Ingin Memperpanjang Perselisihan
Meski sempat memicu perdebatan di kalangan penggemar sepak bola, baik kubu Spanyol maupun Argentina tampaknya tidak berniat memperpanjang konflik tersebut.
Komentar Gavi yang menolak adanya hukuman tambahan terhadap Paredes menjadi sinyal para pemain lebih memilih menutup lembaran final yang penuh emosi itu dan fokus menghadapi tantangan berikutnya bersama klub maupun tim nasional masing-masing.
Dengan keputusan FIFA yang membatalkan kartu merah Paredes, insiden kontroversial tersebut pun diperkirakan telah berakhir tanpa konsekuensi disiplin lebih lanjut, sementara Spanyol menikmati status sebagai juara dunia baru setelah sukses mengakhiri penantian panjang selama 16 tahun
Sumber: Barca Universal