Bola.com, Surabaya - Persebaya Surabaya mampu menunjukkan permainan menyerang saat menghadapi PSIS Semarang (19/7/2026). Namun, di balik dua gol yang berhasil dicetak, pelatih Bernardo Tavares justru menyoroti satu persoalan besar yang dinilainya harus segera dibereskan.
Hasil imbang 2-2 dalam laga 99th Anniversary Game di Stadion Gelora Bung Tomo, membuat pelatih asal Portugal tersebut langsung mengalihkan fokus pada evaluasi sektor pertahanan yang dianggap masih menyimpan banyak pekerjaan rumah.
Bernardo Tavares menempatkan rapuhnya lini belakang sebagai catatan utama setelah Persebaya gagal mempertahankan keunggulan saat menjamu PSIS. Menurutnya, dua gol yang bersarang ke gawang Bajul Ijo lahir dari kesalahan yang sebenarnya bisa dicegah.
Meski demikian, Tavares tetap memberikan apresiasi terhadap determinasi para pemainnya sepanjang pertandingan. Hanya saja, ia menilai pembenahan organisasi pertahanan harus menjadi prioritas sebelum Super League 2026/2027 resmi bergulir.
“Ada banyak hal positif yang saya lihat. Kami mampu menciptakan banyak peluang. Namun, ada juga hal yang harus segera diperbaiki, terutama dua gol yang kami kebobolan akibat kesalahan individu dan kolektif yang seharusnya bisa dihindari,” kata Tavares.
Kecolongan 2 Kali
Dalam pertandingan tersebut, Persebaya sebenarnya dua kali berhasil memimpin. Alex Martins membuka keunggulan sekaligus mencatatkan gol pertamanya bersama Bajul Ijo pada babak pertama, sebelum Yann Mabella kembali membawa Bajul Ijo unggul setelah turun minum.
Sayangnya, keunggulan itu kembali sirna. PSIS mampu memanfaatkan kelengahan lini belakang Persebaya untuk mencetak dua gol balasan sehingga duel berakhir tanpa pemenang dengan skor sama kuat 2-2.
Menurut Tavares, timnya mampu tampil dominan ketika berhasil menjaga tempo permainan dan terus memberikan tekanan kepada lawan. Namun, ketika fokus pemain mulai menurun, PSIS mampu menemukan ruang untuk membangun serangan yang berujung gol.
Penyelesaian Akhir
Selain sektor pertahanan, mantan pelatih PSM Makassar itu juga menyoroti penyelesaian akhir anak asuhnya. Ia merasa Persebaya seharusnya mampu mengunci kemenangan apabila lebih efektif dalam memanfaatkan peluang yang tercipta.
“Kami seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol. Peluang yang kami ciptakan cukup banyak. Yang perlu diperbaiki adalah akurasi dan pengambilan keputusan di sepertiga akhir lapangan,” ujarnya.
Pelatih berusia 46 tahun tersebut menegaskan hasil laga uji coba bukan menjadi target utama. Baginya, pertandingan melawan PSIS dimanfaatkan sebagai sarana untuk mengukur perkembangan tim sekaligus memberikan menit bermain kepada banyak pemain dalam atmosfer pertandingan yang sesungguhnya.
“Pada pertandingan ini kami sengaja memberikan kesempatan kepada banyak pemain. Bermain di latihan tentu berbeda dengan bermain di depan ribuan suporter di Stadion GBT. Saya ingin melihat siapa saja yang mampu tampil di bawah tekanan pertandingan sesungguhnya,” ungkapnya.
Evaluasi
Walaupun gagal mempersembahkan kemenangan di hadapan Bonek dan Bonita, Tavares menilai laga tersebut memberikan banyak bahan evaluasi yang berguna.
Ia yakin berbagai kekurangan yang masih terlihat, khususnya di lini pertahanan, dapat segera dibenahi sehingga Persebaya tampil lebih siap saat memasuki agenda resmi musim 2026/2027.