Bola.com, Jakarta - Luka Modric dipastikan bertahan di AC Milan untuk musim 2026-2027 setelah kedua pihak mengaktifkan klausul perpanjangan kontrak selama satu tahun. Keputusan ini menegaskan kembali posisi gelandang Kroasia itu sebagai figur penting dalam proyek baru Rossoneri.
Manajemen Milan tengah merancang era baru bersama pelatih dan struktur klub yang telah diperbarui. Di tengah transisi tersebut, pengalaman Modric diberi ruang untuk menjaga kontinuitas dan arah baru tim.
Meski akan berusia 41 tahun pada September mendatang, klub tetap menilai kontribusinya krusial di dalam maupun luar lapangan. Ia pun dijadwalkan bergabung dengan skuad dalam tur pramusim di Australia.
Modric tidak akan memulai musim dari Milan seperti tahun lalu. Kali ini, ia langsung menyatu dengan rekan setimnya di Perth, Australia, begitu masa libur berakhir.
Perpanjangan Kontrak dan Arah Baru AC Milan
Aktivasi klausul perpanjangan satu tahun memastikan Modric menjadi bagian inti dari rencana AC Milan pada 2026-2027. Keputusan ini mencerminkan kepercayaan besar klub terhadap kualitas dan pengaruhnya di ruang ganti.
Di tengah pembaruan manajemen dan staf pelatih, posisi Modric diproyeksikan sebagai simpul penting untuk menjaga struktur tim. Pelatih Ruben Amorim dan jajarannya akan menyelaraskan program dengan peran senior yang diemban sang gelandang.
Sebagai bagian dari kontrak baru, Modric tetap menerima gaji sebesar 3,5 juta euro per musim (sekitar Rp 72,3 miliar). Nilai tersebut identik dengan kontrak yang ia terima pada musim sebelumnya.
Modric sebenarnya memiliki sejumlah opsi, termasuk kesempatan pulang ke Dinamo Zagreb, klub yang membesarkan namanya. Namun, ia memilih bertahan bersama Milan meski klub melepas beberapa figur penting di level manajemen dan kepelatihan.
Faktor keluarga ikut berperan. Istrinya, Vanja, bersama anak-anaknya, Ivano, Ema, dan Sofia merasa nyaman tinggal di Milan. Ema bahkan memperkuat tim akademi Rossoneri.
Pramusim di Australia dan Rencana Kebugaran
Modric akan memulai persiapan dengan bergabung langsung di Perth. Program latihan berikutnya akan ditentukan Ruben Amorim dan staf setelah mengevaluasi kondisi fisiknya.
Penampilan terakhir Modric terjadi pada 3 Juli saat membela Kroasia menghadapi Portugal di Piala Dunia 2026. Setelah itu, ia memasuki masa liburan dengan tetap menjaga kebugaran melalui latihan mandiri.
Di sela jeda, Modric juga bermain padel untuk kegiatan amal di Zadar, kampung halamannya. Agenda tersebut menjadi bagian dari upayanya mempertahankan kesiapan fisik jelang pramusim.
Penataan beban latihan akan disesuaikan dengan usianya tanpa mengurangi peran sentral yang diharapkan. Amorim dan tim medis akan memformulasikan program yang memberi ruang pada pemulihan dan efektivitas kontribusi.
Kehadiran Modric sejak awal tur pramusim di Australia memberi kesempatan menyatukan ritme bersama rekan setim, sekaligus menguji skema permainan yang tengah dirumuskan.
Peran Musim 2026-2027 dan Bidik Liga Europa
Memasuki musim baru, peran Modric diperkirakan lebih banyak bertumpu pada kepemimpinan ketimbang beban fisik tinggi. Identitas permainan dan organisasi tim menjadi area di mana pengalamannya dibutuhkan.
Hasrat untuk membawa Milan kembali bersaing dan mengakhiri karier dengan prestasi berada di balik keputusannya bertahan. Target kolektif dan orientasi gelar menjadi pendorong utama.
Liga Europa juga masuk dalam daftar buruan Modric untuk melengkapi koleksi trofinya. Ia terakhir tampil di ajang tersebut pada musim 2011-2012 bersama Tottenham, sebelum klub London itu lolos ke Liga Champions.
Dengan kalender yang padat, manajemen menit akan menjadi kunci. Perannya diproyeksikan sebagai pengarah tempo dan penjaga kontrol di momen-momen krusial pertandingan.
Kombinasi ambisi pribadi dan kebutuhan tim menjadikan musim 2026-2027 sebagai panggung pembuktian baru bagi Modric di level klub.
Catatan Menit Bermain, Usia, dan Fokus Usai Timnas
Musim lalu, Modric membukukan 2.816 menit bersama Milan sebelum cedera tulang pipi menghambatnya pada akhir April. Angka itu menjadi salah satu yang tertinggi dalam kariernya, meski masih di bawah 3.216 menit saat berseragam Tottenham pada 2011-2012.
Keputusan klub mempertahankannya di usia yang akan memasuki 41 tahun pada September mempertegas penilaian terhadap nilai tambah Modric. Kontribusi teknis, pengalaman, dan pengaruh di ruang ganti menjadi paket lengkap yang tetap relevan.
Setelah partai UEFA Nations League melawan Spanyol pada 6 Oktober, Modric akan menutup kiprahnya bersama tim nasional Kroasia. Selepas itu, fokus penuhnya tertuju pada AC Milan.
Penataan peran pasca-tugas internasional diharapkan memberi ruang pemulihan optimal sepanjang musim. Milan menempatkannya sebagai simpul pengalaman untuk mengawal arah baru tim.
Dengan basis kebugaran yang dijaga selama liburan dan rencana latihan yang terukur, Modric disiapkan untuk kembali mengambil peran penting sejak awal kompetisi.
Sumber: Sempre Milan