SSA Bersolek Sambut Super League: Datangkan Lampu dari Polandia, PSIM Gelontorkan Dana Miliaran

SSA Bersolek Sambut Super League: Datangkan Lampu dari Polandia, PSIM Gelontorkan Dana Miliaran

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 22 Juli 2026, 22:30 WIB
Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Yogyakarta. (Bola.com/Ana Dewi)

Bola.com, Bantul - Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, bersolek menyambut Super League 2026/2027. Berbagai pembenahan dilakukan PSIM Yogyakarta demi memenuhi standar yang ditetapkan operator kompetisi.

Direktur Utama PSIM, Liana Tasno, mengungkapkan dana yang digelontorkan untuk membenahi infrastruktur stadion tidaklah sedikit. Biaya yang dikeluarkan mencapai miliaran rupiah.

Advertisement

"Setelah masuk ke Liga 1, kendalanya memang ada di lampu dan juga harus ada single seat. Kalau ditanya anggarannya berapa, ya memang besar. Nilainya miliaran rupiah, bukan miliar kecil tapi miliar yang cukup besar," ujar Liana.

Liana Tasno menambahkan, investasi tersebut tetap menjadi aset milik PSIM. Jika suatu saat Laskar Mataram kembali bermarkas di Stadion Mandala Krida, seluruh perangkat yang dipasang bisa dipindahkan.

"Barang tersebut tetap milik PSIM. Jadi kalau nanti kami kembali ke Mandala Krida, lampunya bisa dilepas. Vendor juga sudah kami beri tahu bahwa nantinya akan dikembalikan seperti semula sehingga bisa dibantu pemerintah untuk dipindahkan," jelasnya.


Catatan Inspeksi Jadi Prioritas

Manajer Operasional PSIM di Yogyakarta, Wendy Umar Senoaji. (Bola.com/Ana Dewi)

Manajer Operasional PSIM di Yogyakarta, Wendy Umar Senoaji, mengatakan hasil inspeksi operasional dari I.League masih memberikan sejumlah catatan yang kudu segera dipenuhi sebelum kompetisi dimulai.

Salah satu poin utama ialah peningkatan kualitas pencahayaan stadion. Berdasarkan hasil inspeksi, intensitas lampu di SSA belum memenuhi standar regulasi yang ditetapkan operator kompetisi.

"Ada penambahan lagi untuk lampunya karena hasil inspeksi kemarin memang masih belum sesuai dengan standar regulasi liga. Lampunya harus mencapai 1.600 lux," kata Wendy.

Untuk memenuhi standar tersebut, PSIM harus mendatangkan lampu khusus dari luar negeri. Menurut Wendy, jenis lampu yang digunakan di Stadion Sultan Agung tergolong langka dan tidak tersedia di Indonesia.

"Lampunya sudah sampai di Indonesia karena memang lampu SSA ini tergolong langka. Di Indonesia tidak ada. Kami datangkan dari Polandia dan sebentar lagi sampai di Bantul untuk dirangkai," lanjutnya.


Pembenahan Lapangan dan Fasilitas VAR

PSIM Yogyakarta berhasil meraih kemenangan 1-0 atas Semen Padang pada laga pekan ke-16 BRI Super League di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Minggu (4/1/2026) sore WIB. Gol tunggal kemenangan PSIM dicetak Ze Valente. (dok. PSIM Yogyakarta)

Selain penambahan lampu, proyek pemasangan lampu LED di Stadion Sultan Agung juga sedang berjalan. Setelah rampung, PSIM akan melanjutkan proses pembenahan pada lapangan utama.

Wendy berujar, kondisi lapangan jadi perhatian serius karena sangat berpengaruh terhadap filosofi permainan yang diterapkan pelatih kepala PSIM, Jean-Paul van Gastel.

Saat ini, perawatan rumput masih terus dilakukan oleh vendor yang menangani pemeliharaan lapangan.

Berdasarkan evaluasi, rumput diperkirakan sudah dapat digunakan mulai awal Agustus.

"Ada juga pembenahan sejumlah fasilitas pendukung, termasuk ruang Video Assistant Referee (VAR). Nantinya fasilitas VAR sudah tidak menggunakan mobil lagi, tetapi menjadi ruang permanen sesuai arahan hasil inspeksi," tutur Wendy.

Berita Terkait