Bidik Gelar Beruntun, Port FC Menatap Piala Presiden 2026

Datang sebagai juara bertahan, Port FC membidik gelar beruntun di Piala Presiden 2026. Grup B berisi Persebaya, Persija, PSMS. Sarawut dan Asnawi optimistis.

BolaCom | Asad ArifinDiterbitkan 25 Juli 2026, 19:00 WIB
Aksi Asnawi Mangkualam saat memperkuat Port FC menjamu Sukhothai FC dalam laga pekan keempat Thai League 1 2024/2025, Selasa (27/8/2024) malam. (Instagram/asnawi_bhr)

Bola.com, Jakarta - Port FC kembali ke Piala Presiden 2026 dengan status juara bertahan dan target yang jelas: mempertahankan trofi. Ambisi ini mengiringi langkah klub asal Thailand tersebut sejak awal persiapan.

Musim lalu, Port FC menutup turnamen dengan kemenangan 2-1 atas Oxford United di partai final. Hasil itu mengukuhkan mereka sebagai klub luar negeri pertama yang menjuarai ajang pramusim bergengsi tersebut.

Advertisement

Tahun ini, Port FC hadir di Indonesia dengan target serupa. Mereka tergabung di Grup B bersama Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, dan PSMS Medan, seraya menegaskan bahwa perjalanan mempertahankan gelar tidak akan mudah.

Label juara bertahan tidak membuat Port FC terlena. Mereka menempatkan Piala Presiden 2026 sebagai tolok ukur kesiapan sekaligus tantangan awal sebelum kembali ke kompetisi resmi.

Di sisi lain, komposisi Grup B menghadirkan dinamika ketat. Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, dan PSMS Medan menjadi rangkaian ujian bagi Port FC untuk mengukur konsistensi, sejak fase penyisihan hingga tujuan akhir mereka.


Sarawut Treephan Targetkan Trofi Sambil Siapkan Musim Baru

Pelatih Port FC, Sarawut Treephan, pada sesi jumpa pers jelang laga melawan PSMS Medan di Piala Presiden 2026 (Dok. Piala Presiden 2026)

Pelatih Port FC, Sarawut Treephan, menegaskan timnya membidik trofi sekaligus memaksimalkan turnamen ini sebagai bagian dari persiapan sebelum kembali ke agenda resmi. Fokus diarahkan pada hasil dan proses.

"Tentu saja kami ingin kembali menjadi juara. Kami datang ke turnamen ini dengan target meraih kemenangan sebelum kembali menjalani kompetisi di Thailand," ucap Sarawut Treephan.

Sarawut juga menyoroti kualitas seluruh peserta, yang membuat Port FC wajib teliti membaca permainan lawan. Persiapan teknis dan taktis dipadukan dengan perhatian pada detail untuk menjaga ritme menuju kompetisi domestik dan level Asia.

"Semua tim peserta memiliki kualitas yang baik. Karena itu, kami harus mempelajari setiap lawan dengan baik sekaligus mempersiapkan tim untuk menghadapi kompetisi domestik di Thailand dan juga AFC Champions League (ACL)," sambung Sarawut Treephan.


Asnawi Mangkualam Bicara Soal Peluang dan Durasi Persiapan

Asnawi Mangkualam Bahar saat mengangkat trofi usai timnya Port FC berhasil keluar menjadi juara Piala Presiden 2025 yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, pada Minggu (13/7/2025) malam WIB. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Asnawi Mangkualam menilai Port FC memiliki kans besar untuk mempertahankan gelar. Rasa percaya diri itu ditopang kesiapan skuad yang dinilai matang sejak awal pramusim.

Port FC sudah menjalani persiapan lebih dari satu bulan di Bangkok sebelum mengikuti Piala Presiden 2026. Durasi itu menjadi salah satu modal yang mereka anggap signifikan.

"Kalau berbicara soal peluang, tentu kami memiliki peluang yang besar. Salah satu alasannya adalah karena persiapan kami jauh lebih matang dibandingkan tim-tim lain di Piala Presiden," kata Asnawi Mangkualam.

Asnawi menyebut perbedaan fase persiapan sebagai faktor pembeda. Ia menegaskan, berdasarkan informasi yang ia miliki, mayoritas kontestan baru memulai latihan dalam rentang yang lebih singkat.

"Sejauh yang saya ketahui, sebagian besar peserta baru menjalani persiapan sekitar dua minggu. Sementara kami sudah menjalani persiapan lebih dari satu bulan di Bangkok," tegasnya.

Berita Terkait