Shin Tae-yong Jelaskan Persija Belum Optimal di Piala Presiden 2026: Persiapan Singkat dan Adaptasi Skuad

Shin Tae-yong menilai Persija belum optimal di Piala Presiden 2026 akibat persiapan singkat dan adaptasi skuad; kalah 0-1 dari Persebaya lewat gol bunuh diri.

BolaCom | Asad ArifinDiterbitkan 28 Juli 2026, 16:55 WIB
Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong. (Bola.com/Media Persija).

Bola.com, Jakarta - Shin Tae-yong menegaskan Persija Jakarta masih dalam proses pembentukan tim usai menelan kekalahan 0-1 dari Persebaya Surabaya pada laga perdana Grup B Piala Presiden 2026. Duel berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (26/7) malam WIB.

Pelatih asal Korea Selatan itu tidak ingin menarik penilaian berlebihan dari hasil pembuka. Ia menyebut Macan Kemayoran belum mampu menampilkan level permainan terbaik karena tahapan persiapan yang belum tuntas.

Advertisement

Persija sejatinya mampu memberi perlawanan sepanjang pertandingan. Namun, gol bunuh diri Radovan Pankov pada babak kedua menjadi pembeda setelah upaya Denis Kolinger sebelumnya dianulir karena offside.

Shin menyebut fondasi permainan mulai terbentuk, meski adaptasi belum selesai. Ia optimistis performa akan meningkat seiring bertambahnya waktu persiapan menjelang pertandingan berikutnya di ajang pramusim tersebut.


Start Minim di Piala Presiden 2026 dan Evaluasi Shin Tae-yong

Ekspresi pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, saat mendampingi timnya menghadapi Persebaya Surabaya pada laga Grup B Piala Presiden 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (26/7/2026) malam. Debut Shin Tae-yong bersama Macan Kemayoran berakhir dengan kekalahan 0-1 setelah gol bunuh diri Radovan Pankov pada menit ke-64 menjadi penentu kemenangan Persebaya. (Bola.com/Wahyu Pratama)

Laga pembuka Grup B berakhir tanpa poin bagi Persija setelah Persebaya mengamankan kemenangan 1-0 di GBT. Momen krusial terjadi pada paruh kedua ketika Pankov mencetak gol bunuh diri yang menentukan hasil pertandingan.

Persija sempat merayakan gol melalui Denis Kolinger, akan tetapi hakim garis kemudian mengangkat bendera, dan wasit menganulirnya karena offside.

Menanggapi hasil tersebut, Shin Tae-yong menekankan bahwa pertandingan ini masih bagian dari fase awal pembentukan tim. Ia menyatakan performa belum optimal bukan karena kurangnya upaya, melainkan karena porsi persiapan dan sinkronisasi permainan yang belum rampung.

“Seperti yang saya katakan di wawancara sebelumnya, persiapan kami sangat singkat sehingga para pemain tetap berusaha menampilkan yang terbaik. Saya sangat berterima kasih,” ujar STY dikutip dari situs resmi I.League.

“Sebenarnya, ini pertandingan pertama, jadi kami belum sempat melakukan latihan taktik secara maksimal, dan kita belum sempat menyamakan persepsi dengan para pemain. Maka wajar jika ada kekurangan di babak pertama. Tapi, saya percaya ke depannya tim ini akan bermain lebih baik lagi dan menunjukkan performa yang semakin meningkat,” tuturnya.

Menurut Shin, fase ini penting untuk menyatukan pemahaman sistem permainan. Fondasi sudah mulai terlihat, namun harmonisasi gerak antarlini masih membutuhkan waktu dan repetisi sebelum mencapai konsistensi yang diinginkan.


Adaptasi Skuad Baru dan Penyebab Gol Bunuh Diri

Pemain Persija Jakarta, Denis Kolinger, berusaha menyambut bola lambung di tengah kawalan para pemain Persebaya Surabaya pada laga Grup B Piala Presiden 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (26/7/2026) malam. Persija harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 0-1 setelah gol bunuh diri Radovan Pankov pada menit ke-64 menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut. (Bola.com/Wahyu Pratama)

Selain menyoroti persiapan, Shin menjelaskan kronologi terjadinya gol bunuh diri. “Mengenai gol bunuh diri, itu adalah bentuk salah komunikasi antara kiper dan pemain belakang. Tentu ke depannya hal seperti itu tidak boleh terulang lagi,” katanya.

Di GBT, Persija langsung menurunkan empat pemain asing baru sejak menit awal: Denis Kolinger, Radovan Pankov, Victor Dethan, dan Aqil Savik. Komposisi ini menjadi indikasi bahwa proses membangun chemistry sedang berjalan di tengah padatnya agenda persiapan tim.

Pada babak kedua, Shin memberi debut kepada Kerim Memija, Kyohei Yoshino, Stjepan Loncar, Kwon Chang-hoon, dan Pratama Arhan. Banyaknya wajah baru yang terlibat mempertegas kebutuhan waktu untuk menyamakan persepsi dan pola permainan.

Shin optimistis dengan semakin panjangnya waktu persiapan, Macan Kemayoran akan tampil lebih solid pada laga-laga berikutnya di Piala Presiden 2026. Ia menilai progres ada di jalur yang tepat, dan tim akan mengonversi proses adaptasi menjadi performa yang lebih efektif.

Berita Terkait