Zinedine Zidane: Rekam Jejak, Filosofi, dan Misi Bersama Timnas Prancis

Zinedine Zidane resmi menangani Timnas Prancis, menggantikan Didier Deschamps. Ia langsung menyiapkan Les Bleus untuk Nations League dan kualifikasi Euro 2028.

BolaCom | Gia Yuda PradanaDiterbitkan 28 Juli 2026, 17:40 WIB
Zinedine Zidane mengakhiri karir sebagai pemain sepak bola pada tahun 2006 dan saat ini didaulat sebagai juru taktik tim yang berjuluk Los Blancos sejak tahun 2016. (Foto: AFP/Oscar Del Pozo)

Bola.com, Jakarta - Zinedine Zidane resmi menjadi pelatih baru Timnas Prancis setelah lima tahun tidak menangani tim mana pun. Legenda Les Bleus itu menggantikan Didier Deschamps yang mengakhiri masa tugasnya usai Piala Dunia 2026.

Penunjukan ini mengakhiri spekulasi panjang seputar kursi pelatih Timnas Prancis. Kini, Zidane berkesempatan melengkapi pencapaiannya dengan membawa negaranya meraih gelar sebagai pelatih.

Advertisement

Zidane akan langsung mempersiapkan Timnas Prancis menghadapi UEFA Nations League pada September. Setelah itu, fokus berlanjut ke kualifikasi Euro 2028 yang dimulai tahun depan.

Bekal rekam jejak di Real Madrid dan filosofi kerja yang selaras dengan sepak bola internasional menjadi modal memasuki era baru Les Bleus. Perubahan besar di skuad tidak diperkirakan terjadi, sementara komposisi staf kepelatihan akan disegarkan.


Rekam Jejak Gemilang di Real Madrid

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane memberi intruksi pada pemainnya saat bertanding melawan Las Palmas pada lanjutan La Liga Spanyol di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid (5/11). Madrid menang telak 3-0 atas Las Palmas. (AP Photo/Francisco Seco)

Zidane kembali ke dunia kepelatihan dengan prestasi besar bersama Real Madrid. Ia mempersembahkan tiga gelar Liga Champions secara beruntun pada 2016 hingga 2018, serta dua trofi LaLiga.

Pelatih berusia 54 tahun itu dikenal menghadirkan dampak instan ketika mengambil alih tim dalam situasi sulit. Rekam jejak tersebut menjadi tolok ukur efektivitas kerja yang pernah ia tunjukkan di level klub.

Baik pada periode pertama maupun kedua di Santiago Bernabéu, Madrid mampu kembali bersaing di level tertinggi di bawah arahannya. Konsistensi itu menegaskan kapasitas manajerial dan manajemen ruang ganti yang kuat.


Filosofi yang Sesuai untuk Timnas Prancis

Pemain Prancis Kylian Mbappe (10) merayakan gol bersama Ousmane Dembele (7) dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Swedia di East Rutherford, New Jersey, dekat New York, Selasa, 30 Juni 2026. (AP Photo/Pamela Smith)

Salah satu kekuatan utama Zidane adalah kemampuannya membangun hubungan dengan para pemain. Pendekatan ini dinilai sejalan dengan karakter sepak bola internasional yang memiliki waktu persiapan relatif singkat.

Zidane lebih mengutamakan kenyamanan pemain agar dapat mengeluarkan kemampuan terbaiknya di lapangan. Ia pernah menjelaskan prinsip tersebut saat masih melatih Real Madrid: "Modric tidak membutuhkan saya untuk mengajarinya cara mengoper bola. Ia sudah tahu bagaimana melakukannya. Namun, saya ada untuk memastikan ia berada di lingkungan dan posisi yang tepat agar menjadi versi terbaik dirinya."

Pendekatan seperti itu berpotensi menguntungkan pemain-pemain bintang Prancis seperti Kylian Mbappe, Michael Olise, Ousmane Dembele, dan William Saliba. Koherensi hubungan pelatih-pemain menjadi simpul penting untuk memaksimalkan kualitas individu mereka.

Dari sisi struktur permainan, Zidane diperkirakan kembali mengandalkan formasi 4-3-3. Skema ini menjadi ciri khasnya saat menangani Real Madrid dan memberi ruang bagi lini depan dinamis dengan dukungan gelandang yang solid.


Peta Perubahan di Skuad dan Staf Pelatih

Zinedine Zidane resmi diperkenalkan sebagai pelatih baru Timnas Prancis di markas Federasi Sepak Bola Prancis (FFF), Paris, Selasa (28/7/2026). Legenda Les Bleus itu menggantikan Didier Deschamps usai Piala Dunia 2026. (LOU BENOIST/AFP)

Skuad Timnas Prancis saat ini dihuni banyak pemain berkualitas. Oleh karena itu, perubahan tidak akan terlalu besar; penyegaran kemungkinan dilakukan pada beberapa posisi sekaligus memberi kesempatan kepada talenta muda.

Perombakan yang paling mencolok justru berada di jajaran staf pelatih. David Bettoni akan menjadi asisten utama untuk menopang kerja Zidane dari sisi teknis dan operasional tim.

Selain itu, Hamidou Msaidie, Gregory Dupont, Fabien Barthez, dan Bernard Diomede diproyeksikan bergabung dalam tim kepelatihan. Komposisi tersebut diharapkan menjaga kesinambungan persiapan menuju agenda internasional terdekat.


Lima Tahun Menepi dan Awal Babak Baru

Isco (kiri) dan Casemiro tertawa bersama Zidane usai meraih trofi Liga Champions 2018 di Olympic Stadium, Kiev, Ukraina, (26/5/2018). Zinedine mundur sebagai pelatih Madrid 31 Mei 2018. (AFP/Paul Ellis)

Sejak meninggalkan Real Madrid pada 2021, Zidane tidak kembali menerima pekerjaan sebagai pelatih. Ia banyak menghabiskan waktu bersama keluarga, mengikuti perjalanan karier empat putranya, serta mengembangkan bisnis padel melalui perusahaan Z5.

Meski beberapa kali dikaitkan dengan klub-klub besar Eropa, Zidane tidak pernah benar-benar tergoda untuk kembali ke lapangan. Baginya, melatih Timnas Prancis merupakan pekerjaan yang paling diinginkan.

Kesempatan ini menjadi titik awal era baru dalam karier kepelatihannya bersama Les Bleus, dengan Nations League dan kualifikasi Euro 2028 sebagai agenda awal.

Sumber: ESPN

Berita Terkait