Bola.com, Jakarta - Trent Alexander-Arnold langsung menghadirkan dampak saat Real Madrid membuka pramusim pertama di bawah Jose Mourinho. Los Blancos menang 4-1 atas Leganes, dengan bek kanan asal Inggris itu terlibat pada tiga gol tim.
Performa ofensifnya menjadi perhatian utama, tetapi satu kelemahan lama kembali terlihat. Dalam momen satu lawan satu, Alexander-Arnold gagal menghentikan serangan yang berujung gol balasan Leganes.
Awal positif ini memberi modal bagi Real Madrid menyongsong musim baru. Di sisi lain, Mourinho masih perlu merumuskan ulang keseimbangan agar kualitas menyerang Alexander-Arnold tidak mengorbankan struktur pertahanan.
Alexander-Arnold juga tampil lebih segar setelah tidak memperkuat Timnas Inggris pada Piala Dunia 2026, sebuah masa istirahat yang tampak memberi ruang pemulihan jelang rangkaian partai berat.
Awal Menjanjikan di Bawah Mourinho
Partai yang semula direncanakan berlangsung tertutup ini akhirnya disiarkan Real Madrid TV pada babak pertama. Keputusan tersebut membuka panggung pembuktian bagi Alexander-Arnold yang langsung mencuri perhatian.
Kontribusi nyata dari sang bek kanan menjadi bahan pembicaraan utama di jeda laga, berdampingan dengan pembahasan mengenai cara Mourinho mengatur struktur tim pada uji coba perdana era barunya di Madrid.
Hasil 4-1 atas Leganes menjadi titik awal yang menjanjikan, sekaligus memberi tolok ukur awal bagi staf pelatih untuk menilai integrasi pemain baru dan koordinasi antarlini dalam skema anyar.
Kontribusi Ofensif Trent Alexander-Arnold
Alexander-Arnold mengambil peran besar dalam pembentukan serangan Real Madrid sepanjang laga. Dari area sendiri, umpan panjang akuratnya dimaksimalkan Gonzalo Garcia menjadi gol kedua Real Madrid.
Pada babak kedua, tembakannya ditepis kiper dan bola muntah disambar Franco Mastantuono menjadi gol. Aksi tersebut memperkaya catatan keterlibatannya di lini depan.
Tidak berhenti di situ, sang bek kanan juga melepaskan umpan silang yang berujung gol bunuh diri pemain Leganes. Total, kontribusi tersebut membuatnya terlibat dalam tiga dari empat gol Los Blancos.
Catatan Bertahan dan Persaingan di Bek Kanan
Di balik kefasihan menyerang, celah yang belum terisi kembali terlihat saat bertahan. Dalam situasi satu lawan satu, Naim Garcia melewati Alexander-Arnold sebelum melepaskan tembakan keras yang memperkecil ketertinggalan Leganes menjadi 1-2. Bek berusia 27 tahun itu sempat mencoba blok pada detik terakhir, namun bola tetap meluncur ke gawang Andriy Lunin.
Detail ini menegaskan pekerjaan rumah yang harus dijaga: bagaimana menjaga efektivitas progresi bola Alexander-Arnold tanpa membuka ruang di sisi kanan pertahanan, terutama menghadapi lawan yang cepat dan langsung.
Persaingan di pos bek kanan Real Madrid kini kian terbuka setelah kedatangan Denzel Dumfries. Pemain asal Belanda itu dihadirkan untuk menambah kedalaman skuad pasca kepergian Dani Carvajal, memberi Mourinho lebih banyak opsi dalam menentukan pemain utama.
Jika aspek defensif Alexander-Arnold belum meningkat, Dumfries berpeluang memperoleh kesempatan lebih besar. Sementara itu, kualitas menyerang Alexander-Arnold tidak perlu diragukan, tetapi ia perlu menunjukkan bahwa kontribusi di depan mampu menutupi risiko saat bertahan demi menjaga kepercayaan dari Mourinho.
Sumber: Sports Illustrated