Manchester United Diminta Cari Pengganti Senne Lammens

Micky Gray menilai Manchester United sebaiknya merekrut kiper yang sudah terbukti kualitasnya. Menurutnya, Senne Lammens memiliki potensi besar, tetapi masih me

BolaCom | Aga Deta AndityaDiterbitkan 30 Juli 2026, 11:09 WIB
Aksi Senne Lammens pada laga pekan ke-7 Premier League antara Manchester United vs Sunderland di Old Trafford - AP Photo/Dave Thompson

Bola.com, Jakarta - Micky Gray menilai Manchester United masih perlu mendatangkan kiper berpengalaman meski Senne Lammens tampil cukup menjanjikan musim lalu. Mantan pemain Premier League itu menyebut Setan Merah membutuhkan sosok yang terbukti sanggup menghadapi tekanan jika ingin bersaing memperebutkan gelar.

Isu posisi penjaga gawang kembali mengemuka menjelang penutupan bursa transfer musim panas. Menurut Gray, keputusan MU pada periode ini akan menentukan stabilitas tim menghadapi musim yang padat.

Advertisement

Lammens memang mengakhiri musim lalu sebagai pilihan utama dan mencatatkan sejumlah performa positif. Namun, Gray mempertanyakan kesiapan sang kiper untuk memikul beban di level tertinggi secara konsisten.

Dalam pandangan Gray, pengalaman tetap faktor krusial untuk posisi krusial di bawah mistar, terlebih saat MU kembali ke Liga Champions.


Penilaian Micky Gray Soal Posisi Kiper Manchester United

Kiper Manchester United asal Belgia bernomor punggung 31, Senne Lammens, memberikan tepuk tangan kepada penonton di akhir pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Bournemouth di Old Trafford, Manchester, barat laut Inggris, pada 15 Desember 2025. (PETER POWELL/AFP)

Gray menekankan kebutuhan Manchester United akan penjaga gawang yang matang. Ia mengapresiasi perkembangan Lammens, tetapi menyebut klub sebesar MU idealnya memiliki kiper yang sudah teruji di panggung besar.

"Secara pribadi saya tetap akan mencari penjaga gawang yang berpengalaman dan berkualitas. Mungkin ada yang berkata bahwa mereka sudah memiliki Lammens yang datang dan tampil sangat baik," ujar Gray kepada talkSPORT.

Ia lalu membandingkan situasi Lammens dengan perjalanan David de Gea di masa awalnya bersama MU. "Dia masih penjaga gawang muda. Memang situasi seperti itu pernah terjadi pada David de Gea, yang akhirnya menjadi fenomena di Manchester United. Dia berkembang menjadi penjaga gawang luar biasa dan salah satu yang terbaik dalam sejarah klub," lanjut Gray.

Menurut Gray, target tinggi di berbagai kompetisi menuntut fondasi kuat di posisi kiper. Ia melihat kebutuhan MU tidak hanya soal potensi, tetapi juga soal kesiapan mental dan pengalaman untuk menghadapi tekanan rutin.


Perkembangan Senne Lammens dan Catatan Musim Lalu

Dipercaya sebagai starter, Lammens tampil solid di bawah mistar gawang Setan Merah. (AFP/Paul Ellis)

Lammens direkrut dari Royal Antwerp dengan nilai transfer 18,1 juta pounds pada musim panas tahun lalu. Awalnya hanya diproyeksikan sebagai pelapis, ia kemudian merebut posisi utama di bawah Ruben Amorim dan dilanjutkan saat Michael Carrick mengambil alih tim.

Kiper asal Belgia tersebut membukukan delapan clean sheet dari 32 pertandingan Premier League musim lalu. Angka itu mencerminkan laju positif pada musim perdananya di Old Trafford.

Namun, kesalahannya pada perempat final Piala Dunia 2026 kembali memunculkan keraguan apakah ia sudah siap menjadi andalan utama Manchester United. Isu kesiapan mental dan konsistensi pun ikut disorot di tengah ekspektasi tinggi jelang musim baru.

Di mata Gray, performa yang menjanjikan tetap perlu ditopang pengalaman untuk menghadapi momen-momen krusial. Terlebih, ritme dan tekanan kompetisi elite berpotensi menguji kestabilan penjaga gawang muda.


Tantangan Jadwal dan Langkah MU di Bursa Musim Panas

Lammens tampil solid di bawah mistar Setan Merah. Kiper asal Belgia tersebut juga berhasil melakukan clean sheet dalam laga tersebut. (AFP/Andy Buchanan)

Manchester United sebenarnya telah menambah kedalaman pada posisi kiper. Mereka mendatangkan Karl Darlow secara gratis dari Leeds United untuk menghadirkan pelapis yang lebih berpengalaman.

Darlow diproyeksikan memberikan persaingan sekaligus menjadi cadangan utama pada musim ini. Kehadirannya melengkapi perubahan yang dilakukan United setelah Michael Carrick membawa tim finis di posisi ketiga Premier League dan mengamankan tiket Liga Champions.

Di saat yang sama, perdebatan soal komposisi kiper mencuat lagi menjelang penutupan bursa transfer musim panas. Gray mempertanyakan kesiapan Lammens untuk menjalani jadwal yang padat di dua kompetisi teratas.

"Apakah Anda akan memberi Lammens waktu berkembang? Apakah Anda akan memberinya tanggung jawab bermain di Liga Champions sekaligus Premier League dengan ritme dua pertandingan setiap pekan? Itu adalah tuntutan yang sangat besar," kata Gray.

Menurutnya, Setan Merah masih memiliki pekerjaan rumah sebelum kembali menjadi penantang gelar. Ia menilai kehadiran pemain berpengalaman penting untuk menjaga stabilitas performa di tengah persaingan yang tetap ketat di Liga Inggris.

"Manchester United masih memiliki banyak hal yang harus dibenahi. Namun, saya tetap berharap mereka bisa kembali bersaing setidaknya untuk finis di empat besar," tegas Gray.


Persaingan Sengit di Liga Inggris

Berita Terkait