Fans Spanyol Bikin Petisi, Desak Penghargaan Bergengsi Lionel Messi Dicabut usai Insiden dengan Cucurella di Final Piala Dunia 2026

Insiden dengan Marc Cucurella di final Piala Dunia 2026 berujung petisi, fans Spanyol desak pencabutan penghargaan Lionel Messi.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 31 Juli 2026, 07:30 WIB
Lionel Messi #10 dari Timnas Argentina setelah kalah dari Spanyol di Final Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey pada 20 Juli 2026 di East Rutherford, New Jersey. (Andrew Harnik/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - Sejumlah suporter Timnas Spanyol menandatangani petisi yang menuntut agar Lionel Messi dicabut dari penghargaan bergengsi Princess of Asturias Award for Sports 2026, yang baru diterimanya beberapa waktu lalu.

Kapten Timnas Argentina itu tampil impresif sepanjang Piala Dunia 2026 dengan mencetak delapan gol dan menyumbang empat assist.

Advertisement

Namun, kontribusinya dinilai tidak terlalu terlihat saat Argentina menghadapi Spanyol pada partai final.

Dalam pertandingan yang digelar di New York New Jersey Stadium pada 20 Juli, Argentina harus mengakui keunggulan Spanyol setelah gol Ferran Torres pada babak tambahan waktu memastikan kemenangan 1-0 bagi tim asuhan Luis de la Fuente.

Argentina kesulitan mengembangkan permainan sepanjang laga. Tim besutan Lionel Scaloni itu bahkan gagal melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran selama 120 menit, sementara Spanyol membukukan 20 percobaan dengan 12 di antaranya mengarah ke gawang.


Aksi Messi Tuai Kritik

Penyerang Timnas Argentina bernomor punggung 10, Lionel Messi, menunjuk ke arah bek Spanyol bernomor punggung 24, Marc Cucurella, saat wasit Slovenia, Slavko Vincic, dan gelandang Argentina bernomor punggung 24, Enzo Fernandez, berdebat selama pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion New York/New Jersey di East Rutherford pada 20 Juli 2026. (PATRICIA DE MELO MOREIRA/AFP)

Selain taktik Lionel Scaloni yang menjadi sorotan, perilaku sejumlah pemain Timnas Argentina selama dan setelah pertandingan juga menuai kritik.

Saat ini, FIFA sedang menyelidiki kemungkinan adanya pelanggaran terhadap kode disiplin yang dilakukan pemain maupun staf pelatih Argentina seusai final Piala Dunia 2026.

Beberapa pihak dilaporkan terlibat perselisihan dengan kubu Spanyol, termasuk Leandro Paredes dan asisten pelatih, Roberto Ayala.

Meski tidak terlibat dalam keributan seusai pertandingan, Lionel Messi tetap menjadi sasaran kritik karena aksinya yang dianggap berusaha membuat bek Spanyol, Marc Cucurella, mendapat hukuman setelah sang pemain sempat menutupi mulutnya.

Pada Piala Dunia 2026, pemain yang berbicara kepada lawan sambil menutupi mulut berisiko menerima kartu merah langsung. Aturan baru tersebut sebelumnya telah membuat Miguel Almiron dari Paraguay dan Piero Hincapie dari Ekuador diusir wasit.


Muncul Petisi

Pemain Argentina Lionel Messi bereaksi diakhir pertandingan final Piala Dunia sepak bola antara Spanyol dan Argentina di East Rutherford, N.J., dekat New York, Minggu, 19 Juli 2026. (AP Photo/Matt Slocum)

Mantan wasit FIFA, Mark Halsey, menyebut tindakan Messi sebagai sesuatu yang buruk. Menurutnya, Cucurella tidak terlihat berbicara kepada Messi dengan cara yang agresif.

Komentator Piers Morgan juga mengkritik tindakan tersebut.

"Saya pikir itu menjijikkan. Dia sengaja mencoba membuat Cucurella diusir dengan cara yang paling memalukan dan mengerikan yang bisa dibayangkan," ujar Morgan.

Media Spanyol, COPE, melaporkan bahwa insiden tersebut memicu munculnya petisi yang meminta agar Messi dicabut dari gelar Princess of Asturias Award for Sports 2026.

Messi menjadi pesepak bola pertama yang menerima penghargaan individu tersebut.


Sikap Messi

Pemain Argentina Lionel Messi merayakan kemenangan bersama rekan-rekan setimnya di akhir pertandingan semifinal Piala Dunia antara Inggris dan Argentina di Atlanta, Rabu, 15 Juli 2026. (AP Photo/Rebecca Blackwell)

Dalam keterangannya, komite penghargaan menilai Messi tidak hanya memiliki bakat luar biasa di lapangan, tetapi juga perjalanan karier yang istimewa serta kiprah sosial yang berkelanjutan dalam mendukung akses pendidikan dan layanan kesehatan bagi anak-anak yang kurang beruntung.

Komite juga menyoroti sikap Messi yang dinilai menjadi teladan selama berkarier, termasuk konsistensi, kerendahan hati, dan komitmennya terhadap permainan tim.

Saat menerima penghargaan itu pada Juni lalu, Messi mengaku bangga atas penghargaan yang diterimanya.

Ia mengatakan penghargaan tersebut memiliki arti penting karena diberikan bukan hanya atas pencapaiannya di lapangan, tetapi juga kontribusinya di luar sepak bola.

"Saya sangat senang dan sangat berterima kasih. Saya ingin menyampaikan hal itu kepada semua orang. Terima kasih dan sampai jumpa lagi," kata Messi.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait