Darije Kalezic Kembali ke PSM Makassar, Ikatan Emosional Jadi Alasan

PSM Makassar menunjuk Darije Kalezic untuk musim 2026/2027. Ia kembali karena ikatan emosional, identitas permainan, dan kenangan juara Piala Indonesia 2019.

BolaCom | Asad ArifinDiterbitkan 31 Juli 2026, 16:22 WIB
Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic, saat melawan Persija Jakarta pada laga Liga 1 2019 di SUGBK, Jakarta, Rabu (28/8). Kedua tim bermain imbang 0-0. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - PSM Makassar resmi menunjuk Darije Kalezic sebagai pelatih kepala untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027. Pelatih asal Bosnia itu kembali menakhodai Juku Eja setelah pernah bertugas pada 2019.

Kembalinya Darije Kalezic menjadi sorotan mengingat rekam jejak positifnya bersama PSM. Salah satu pencapaian utamanya adalah mempersembahkan gelar Piala Indonesia 2019.

Advertisement

Di tengah kebutuhan PSM untuk bangkit usai menutup BRI Super League 2025/2026 di papan tengah, pengalaman Kalezic dipandang mampu mengangkat kembali daya saing tim. Ia juga membeberkan alasan kembali, mulai dari ikatan emosional hingga identitas permainan yang masih membekas.

Menurutnya, PSM memiliki ikatan emosional yang sulit dilupakan. Ia menilai identitas permainan Juku Eja adalah fondasi yang ingin kembali dibangun musim depan.


Ikatan Emosional dan Identitas Permainan

Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic, memberikan arahan kepada anak asuhnya saat melawan Home United pada laga Piala AFC 2019 di Stadion Pakansari, Jawa Barat, Selasa (30/4). PSM menang 3-2 atas Home United. (Bola.com/Yoppy Renato)

Darije Kalezic menegaskan alasan utamanya menerima pinangan PSM berkaitan dengan hubungan batin dan karakter permainan klub. Ia mengaku masih mengingat kuat bagaimana identitas tim dibangun pada periode pertamanya.

"Saya masih sangat ingat masa pertama kalinya menangani PSM dimana tim memiliki identitas yang sangat kuat dan jelas," kata Kalezic dikutip dari laman resmi I.League.

"Para suporter juga merasa puas dan bangga jika mereka bisa melihat gaya bermain para pemain di lapangan, terlepas dari hasil akhirnya seperti apa," sambungnya.

Menurut Kalezic, identitas tersebut menjadi salah satu alasan yang membuatnya yakin kembali ke Makassar. Ia berharap fondasi itu bisa kembali dibangun pada musim baru.


Kenangan Juara 2019 Jadi Energi Kembali

Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic, saat melawan Becamex Binh Duong pada laga semifinal Zona ASEAN Piala AFC 2019 di Stadion Pakansari, Rabu (26/6). PSM menang 2-1 atas Becamex Binh Duong. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Selain faktor identitas, kenangan saat membawa PSM menjuarai Piala Indonesia 2019 juga memantik motivasinya. Pengalaman merayakan gelar bersama tim masih melekat hingga kini.

"Momen-momen kebersamaan dan kegembiraan saat merayakan kemenangan bersama seluruh staf, tim medis, dan pemain di lapangan menjadi memori indah yang memberikan energi dan kepercayaan untuk saya kembali melatih PSM," ujarnya.

Kenangan tersebut menjadi dorongan bagi Kalezic untuk menerima tantangan baru bersama PSM. Ia ingin kembali menghadirkan atmosfer positif di dalam tim.

Kini, publik Makassar berharap pengalaman Kalezic dapat membawa Juku Eja kembali bersaing di papan atas. Reputasi dan rekam jejaknya menjadi modal untuk membangun ulang performa tim.

Target berikutnya adalah mengembalikan PSM ke jalur juara setelah terakhir menjuarai Liga Indonesia pada musim 2022/2023. Dengan fondasi identitas permainan yang ingin dihidupkan kembali, tim membidik konsistensi di sepanjang musim.

Berita Terkait